Kegiatan

on 23 Mei 2019
  • Message of the Director

Renungan 15 Ramadhan 1440 H

Manusia dalam menjalani aktivitas hiduphnya membutuhkan energi. Energi tersebut tidak hanya berwujud fisik yang diperoleh dari makanan dan minuman. Juga ada energi sosial dan spiritual.

Energi sosial diperoleh dari pergaulan dengan orang lain. Energi spiritual diperoleh dari hubungan dengan Sang Pencipta.

Melalui pergaulan yang harmonis dengan orang lain maka tumbuh semangat kerja yang tinggi karena adanya spirit the corps. Lahirlah teamwork, kolaborasi atau kerja sama. Setiap anggota tim dapat saling membantu (sipatuo) dan saling menopang (sipatokkong). Muncul kolaborasi dan saling mengisi kekurangan masing-masing. Itulah synergy atau synchronize energy.

Tidak semua kumpulan orang disebut tim. Ada dua syarat yang harus dipenuhi yaitu kesamaan tujuan dan kepedulian pada sesama. Satunya tujuan membuat kita fokus untuk meraihnya. Terjadi kerja sama, bukan sama sama kerja. 

Kerja sama tidak akan terwujud jika tidak ada kepedulian dan empati. Masalah yang dihadapi oleh orang lain juga masalah bersama karena dampaknya untuk semua.

Demikian pula dengan rakyat Indonesia yang berjumlah lebih dari 250 juta. Belum bisa dikatakan satu tim jika tidak satu tujuan dan tidak ada kepedulian.  Apalagi masih egois dan dendam pasca Pilpres di mana terjadi dua kubu yang sangat keras perbedaannya. Ini membuat energi sosial kita menjadi negatif.

Bagaimana agar energi sosial ini dapat berubah menjadi positif? Dibutuhkan kesatuan tujuan bahwa kita berbangsa dan bernegara untuk membangun kehidupan masyarakat yang adil, makmur sejahtera lahir dan batin. 

Kemudian dibutuhkan kepedulian pada keselamatan bersama. Ibarat naik perahu tidak boleh ada yang egois dan bertindak di luar prosedur. Sangat berbahaya tindakan di luar prosedur karena dapat menenggelamkan seluruh penumpang.

Tentu semuanya dibarengi dengan kesabaran dan pengendalian diri. Jika ada perbedaan dahulukan persaudaraan bukan permusuhan. Berpikir jangka panjang. Berpikir dua kali sebelum bertindak. 

Akhirnya jangan lupa untuk memohon pertolongan kepada Allah yang menguasai hati semua manusia. Jika Allah berkehendak maka pikiran yang berbeda dapat menjadi satu hati yang sama. 

Bulan Ramadhan adalah bulan latihan pengendalian diri dan kesabaran. Semoga berkah Ramadhan membangkitkan energi positif bangsa untuk bersatu.