Kegiatan

on 19 September 2017
  • Message of the Director

Apakah orang yang sejahtera pasti bahagia? Apakah menaikkan gaji karyawan pasti meningkatkan juga kebahagiaan mereka? Apakah naiknya penghasilan menjamin manusia semakin bahagia? Ternyata tidak pasti tapi ada peluang. Mari kita lihat peluang tersebut.


Dari kombinasi sejahtera dan bahagia maka manusia dapat dibagi atas 4 golongan. Golongan pertama yaitu manusia yang tidak sejahtera dan tidak bahagia. Inilah manusia yang menderita lahir dan batin. Semoga kita tidak masuk dalam golongan ini.

Golongan kedua yaitu tidak sejahtera tapi bahagia. Manusia tipe pertama bisa berubah ke tipe ini. Secara ekonomi tidak ada perubahan. Tapi terjadi perubahan cara pandang. Muncul sifat sabar dan baik sangka kepada Allah. Akibatnya meskipun tidak sejahtera tapi bisa bahagia.

Golongan ketiga yaitu manusia yang sejahtera dan bahagia. Manusia golongan kedua bisa pindah ke golongan ini jika padanya terjadi perbaikan ekonomi. Bisnisnya berkembang atau gajinya naik. Semua itu disyukuri dan diyakini sebagai anugerah dari Allah.

Golongan pertama (tidak sejahtera tidak bahagia) juga bisa langsung masuk ke golongan ini jika secara bersamaan terjadi dua tindakan yaitu kenaikan pendapatan dan perubahan mind set menjadi bersyukur. Jika hanya peningkatan pendapatan tapi tidak disyukuri maka akan masuk ke golongan keempat. Apa itu?

Golongan keempat yaitu sejahtera tapi tidak bahagia. Ini bisa terjadi jika seseorang dihinggapi penyakit hati yaitu AIDS (angkuh, iri, dengki, serakah). Angkuh membuatnya tidak bersyukur karena merasa apa yang diraihnya karena kehebatannya sendiri, bukan anugrah dari Allah.

Iri dan dengki membuatnya tidak bahagia karena apa yang diraih orang lain yang menjadi perhatiannya. Jika orang lain mendapat lebih banyak maka dia yang menderita. Jika orang lain mendapat lebih sedikit maka dia menjadi senang.

Lalu serakah membuat seseorang tidak pernah merasa puas. Selalu merasa kurang meskipun sudah banyak. Akhirnya bisa menghalalkan segala cara untuk meraih yang diinginkan.

Jadi hati-hatilah dengan penyakit AIDS ini karena bisa membuat kita menjadi manusia yang tidak bahagia meskipun sudah sejahtera.

Akhirnya yang terbaik adalah apapun kondisi ekonominya kita tetap bisa bahagia. Jika kondisi ekonomi berkekurangan dihadapi dengan penuh kesabaran. Jika kondisi ekonomi berkelebihan maka disyukuri dengan menggunakan di jalan yang benar serta membantu mereka yang kekurangan. Semoga dengan itu kita selalu menjadi bahagia dalam kondisi apapun.