Kegiatan

on 13 Mei 2019
  • Message of the Director

Renungan 6 Ramadhan 1440 H

Suatu hari di acara sekolah sesi sambutan orang tua yang diwakili oleh seorang pengusaha sukses.

"Kita bersyukur anak-anak kita sekolah di tempat yang fasilitasnya lengkap. Jika pada masa kita dahulu dengan fasilitas seadanya bahkan mungkin serba kekurangan kita bisa sukses. Pasti dengan kondisi sekarang anak kita akan lebih sukses lagi". 

Apakah pernyataan orang tua tersebut benar? Apakah fasilitas lengkap menjamin kesuksesan? Apakah berbagai krmudahan dalam menjalani proses pendidikan juga memudahkan anak berhasil dalam menjalani hidupnya kelak? 

Mari kita lihat dalam kenyataan sehari-hari. Apakah keluarga yang mapan semua anaknya juga dijamin mapan? Ternyata tidak ada jaminan. Tidak ada kepastian, tapi tetap ada peluang. 

Menurut penelitian faktor penyebab kesuksesan ada kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosional (EQ), kecerdasan spiritual (SQ) dan kecerdasan adversity (AQ). Tiga jenis kecerdasan IQ, EQ dan SQ sudah sering kita dengar. Saya ingin fokus ke kecerdasan AQ karena mungkin jarang didengar. 

AQ ini secara sederhana bisa disebut daya juang, daya tahan menghadapi kesulitan, saat gagal dan jatuh siap untuk bangkit kembali. Dari mana AQ ini dibangun? Apa faktor dominan yang bisa menguatkan AQ. 

 AQ harus dilatih ibarat otot pada badan. Menu latihannya adalah kesulitan dan masalah. Semakin sering menghadapi kesulitan maka AQ semakin kuat. Daya tahan, agility, kelenturan dan kebijaksanaan tumbuh karena banyak makan asam garam kehidupan. 

Kembali ke cerita awal. Bapak yang waktu kecil hidupnya susah bisa sukses karena AQ nya terlatih. Kesulitan dan penderitaan membuatnya memiliki mental baja dan daya juang tinggi sehingga berhasil dalam hidup. 

Hati-hati, anak-anak dari orang tua sukses yang banyak menikmati kemudahan dalam hidupbisa tumbuh menjadi anak yang lemah daya juangnya. Ingin serba instant dan tidak mau proses yang panjang.

Ramadhan datang dengan ibadah puasa melatih kesabaran dan daya juang. Menahan lapar dari subuh sampai magrib itu adalah ujian kesabaran khususnya bagi anak-anak. Semoga dengan berpuasa Adversity Qoutiont (AQ) anak anak kita akan meningkat sebagai modal mental dalam menghadapi masa depan yang semakin penuh tantangan.