Kegiatan

on 22 Maret 2019
  • Message of the Director

Rabu 13 Maret 2019 jam 6.15 lalu saya antar istri ke Rumah Sakit untuk mendaftar dengan kartu BPJS. Saat sampai di sana kok sepi ya.

Tidak seperti cerita kalau pasien BPJS sangat ramai dan antri daftarnya sampai ada calo yang menjual nomor antrian.

Setelah membaca informasi di loket ternyata sudah bisa mendaftar via sms mulai jam 24.00 pada hari itu. Nomor antrian didapat via sms dan prediksi pemanggilan untuk daftar ulang. Pantas saja tidak ramai lagi di pagi hari. Mereka yang datang di pagi itu yang sudah punya nomor antrian awal. 

Setelah daftar ulang dan kemudian masuk ke ruang periksa dokter, saya perhatikan ada layar monitor komputer di meja dokter. Catatan diagnosis semua diketik langsung. Sudah paperless. Beda dengan zaman dulu di mana ada petugas khusus yang membawa map dokumen rekam medik pasien yang diambil dari ruang arsip. 

Bahkan keluar dari ruang periksa pun jika ada tindakan pemeriksaan lanjut tidak perlu bawa surat pengantar dari dokter karena informasi sudah dikirimkan via jaringan ke bagian lain. Tinggal ke bagian itu untuk selanjutnya ke bagian pemeriksaan lab.

Itulah dampak penggunaan teknologi di rumah sakit. Era digital yang sangat maju telah banyak membantu. Urusan menjadi lebih cepat dan mudah. Tidak perlu lagi waktu antri yang lama. Juga lebih murah karena tidak banyak lagi menggunakan kertas. Dokumen rekam medik juga tersimpan dengan aman dalam bentuk file digital.

Digitalisasi menjadi keharusan di era sekarang ini jika kita ingin terus maju dan berkembang. Persaingan yang sangat ketat menuntut mutu yang terbaik dengan waktu cepat dan harga murah. Syaratnya efisiensi di lini bisnis proses. Di sinilah perlunya dilakukan root cause analysis pada setiap permasalahan yang membuat pelayanan lambat dan mahal.

Pemanfaatan teknologi menjadi wajib dilakukan karena teknologi lebih cepat dan stabil untuk urusan yang rutin dan dapat diotomatisasi. Harapannya manusia dapat fokus pada pekerjaan yang tidak bisa dilakukan oleh mesin seperti kreativitas, kepedulian dan keramahan. Harapannya dapat terwujud pemanfaatan teknologi dan pelayanan yang manusiawi sesuai dengan prinsip high tech - high touch.

Masyarakat ingin pelayanan lebih cepat dan lebih baik. Syaratnya butuh jiwa inovatif-solutif dan efektif-efisien. Tidak hanya itu tapi juga butuh jiwa apresiasi pelanggan yang sipakatau-sipakalebbi yang artinya saling menghormati dan memanusiakan pelanggan.

Mari masuki era digital dengan cara menjadi pengguna cerdas teknologi digital. Lakukan transformasi digital di seluruh lini pekerjaan agar efektif dan efisien. Teknologi ini akan berhasil jika budaya kerja juga siap dengan pikiran yang terbuka (open mind) yang siap menghadapi perubahan. Juga ditambah dengan keterampilan (skillset) yang memadai.

Namun tetap jangan dilupakan sisi kemanusiaan dari pelanggan. Di sinilah pentingnya karakter ramah dan peduli serta menghargai orang lain. High tech - high touch ibarat dua sisi mata uang yang saling melengkapi. Selamat menikmati era digital yang humanis.