Kegiatan

on 12 Februari 2019
  • Message of the Director

Pada bulan ini siswa SMA se Indonesia mulai mendaftarkan diri masuk Perguruan Tinggi Negeri melalui jalur SNMPTN atau undangan. Ini khusus untuk siswa terpilih sesuai akreditasi sekolah. Jika akreditasi A maka 40?ri jumlah siswa dapat ikut mendaftar sampai dengan tanggal 23 Februari. 


Sekolah pun mulai sibuk membantu siswa dan orang tua untuk menentukan jurusan yang tepat agar dapat lulus pada PTN dan program studi yang diidamkan. Pemilihan jurusan sesuai minat dan kemampuan akademik yang dilihat dari nilai raport. Berdasarkan data yang ada dapat diprediksi di jurusan dan PTN apa yang peluangnya besar. 

Terkadang gagal karena hanya mengikuti minat dan trend saja. Biasanya banyak siswa yang memilih kedokteran tanpa memperhatikan peluangnya dari nilai akademik. Akhirnya gagal masuk PTN daei jalur SNMPTN. 

Bisa juga berhasil masuk dengan memilih jurusan dan PTN yang tingkat persaingannya rendah. Targetnya asal lulus PTN. Tapi itu juga tidak bagus karena belum tentu siswa dapat mengikuti perkuliahan dengan baik. Mengapa? Bisa jadi tidak sesuai dengan bakat dan karakter dasarnya. Itulah yang disebut salah jurusan.

Survey menunjukkan bahwa selama ini 87% mahasiswa Indonesia salah jurusan di Perguruan Tinggi. Mengapa terjadi? Karena hanya ikut-ikutan tanpa memperhatikan bakat dan karakter dasarnya. Akibatnya prestasi akademik kurang memuaskan karena tidak enjoy dalam belajar. 

Agar tidak salah jurusan maka siswa harus mengenali bakatnya dengan tepat. Caranya yaitu melakukan tes bakat yang bisa diakses pada situs online gratis seperti di temubakat.com dan klob.id. Bisa juga dengan ikut psikotes yang akan dianalisis dan konsultasi dengan psikolog dan ahli. 

Setelah mengenali bakat, selanjutnya kenali karakter dari jurusan yang diminati. Lalu bandingkan antara karakter pribadi dan karakter jurusan. Jika tingkat kesesuaiannya tinggi maka itu tandanya jurusan itu sesuai. Demikian pula sebaliknya. 

Memilih jurusan juga perlu dilihat tren masa depan khususnya di era industri 4.0 ini. Bidang apa yang akan banyak dibutuhkan agar saat lulus tidak menjadi pengangguran. Era masa depan adalah era ICT maka segala yang terkait ICT banyak dibutuhkan. Selain itu juga era rasa dengan berkembangnya kuliner dan pariwisata. Lalu bidang logistik juga terus meningkat kebutuhannya seiring dengan berkembangnya bisnis online. 

Pada akhirnya agar punya daya saing dan tidak menjadi pengangguran baru maka harus menyiapkan diri agar memiliki kompetensi yang handal sesuai program studi yang ditekuni. Lalu lengkapi dengan kemampuan enterpreuner dan bahasa Inggris. 

Enterpreuner dibutuhkan untuk membangun wirausaha muda yang tidak hanya ingin menjadi pegawai negeri dan swasta. Tapi juga mau membuat lapangan kerja. Bahasa Inggris penting agar dapat membangun jaringan global untuk mencari peluang kerja dan bisnis di seluruh dunia.