Kegiatan

on 09 Januari 2019
  • Message of the Director

Di era internet sekarang ini kurikulum dan materi kuliah dari kampus kelas dunia seperti Harvard University dapat diakses dengan mudah.

Akibatnya kampus di Indonesia pun bisa menggunakan kurikulum dan bahan ajar yang sama dengan Harvard.


Suatu hari seorang Professor dari ITB menyampaikan keheranannya kepada pimpinan dari Harvard dengan berucap “Kenapa semua kurikulum dan bahan ajar di Harvard dibuka untuk kampus lain.

Apa Harvard tidak takut akan dikalahkan oleh kampus lain?”.

Dengan tegas pimpinan kampus Harvard menjawab “Anda bisa ambil kurikulum dan bahan ajar kami.

Tapi ada satu yang tidak bisa Anda ambil yaitu academic atmosphere”.
Memang demikianlah kenyataannya. Meskipun kurikulum dan bahan ajar sama tapi kualitas tetap berbeda.

Ada atmosfer akademik yang dibangun sangat lama yang tidak bisa diambil atau ditiru oleh kampus lain.

Dalam ilmu manajemen itu disebut budaya organisasi yang ditentukan oleh nilai-nilai yang berlaku dan dijalankan di organisasi tersebut.

Nilai-nilai ini tidak hanya tertulis saja tapi sudah hidup dalam keseharian. 
Kondisi inipun juga dapat terjadi di organisasi bisnis.

Tidak ada jaminan kalau sudah menjalankan system yang juga digunakan di perusahaan kelas dunia pasti kita juga akan jadi perusahaan kelas dunia.

Banyak kasus perusahaan yang membeli system IT buatan Microsoft, SAP dan sebagainya tapi tetap saja jadi perusahaan biasa.

Mengapa? Karena sistemnya kelas dunia tapi budaya kerjanya masih kelas lokal.

Jadi membangun perusahaan kelas dunia tidak cukup hanya membeli sistemnya saja tapi juga harus ada penyesuaian di budaya kerja.

Syamril