Kegiatan

on 27 November 2018
  • Message of the Director

Kisah Inspirasi, 27 November 2018

Apapun yang diraih oleh manusia baik harta, tahta, pasangan hidup/keluarga,

atau gelar keilmuan dapat dipandang dari dua sisi, yaitu sebagai TUJUAN dan ALAT. Jika sesuatu dipandang sebagai TUJUAN maka saat kita meraihnya ia sudah final, selesai, tutup buku. 

Tapi jika dipandang sebagai ALAT, maka ia baru mulai, halaman pertama. Jika kita memandang segala yang diraih adalah amanah, maka sungguh itu adalah ALAT. 

Harta yang kita cari setiap hari dengan bekerja keras bukanlah tujuan tapi alat untuk meraih kebahagiaan hidup dunia dan akhirat. 

Demikian pula dengan tahta berupa jabatan, ia juga bukan tujuan tapi sebagai alat untuk berkontribusi dengan amal kerja agar dunia menjadi lebih baik. Agar banyak orang yang dapat dibantu dan disejahterakan. 

Demikian pula dengan pasangan hidup/keluarga, itu juga alat bagi kita untuk beramal saleh. Apalagi ilmu, setelah diraih dengan gelar keilmuwan disertai wisuda yang membanggakan, berikutnya menanti aplikasi ilmu tersebut.  

Hati-hati, jangan pernah memandang sesuatu itu sebagai tujuan karena bisa ada dua kemungkinan. Jika berhasil diraih khawatir membuat lupa diri dan lupa konsekwesinya. Atau karena dia tujuan maka khawatir menghalalkan segala cara untuk meraihnya. Memperturutkan hawa nafsu tanpa mendengar hati nurani. Padahal hawa nafsu memiliki kecenderungan kepada keburukan.  

Terkait penguasa, di dalam Al Qur’an ada kisah menarik tentang Nabi Sulaiman a.s yang Allah berikan kelebihan ilmu bisa memahami bahasa burung dan semut, kekuasaan kerajaan yang besar dengan balatentara dari jin dan manusia, dan harta dengan istana yang megah yang melimpah. Rasanya belum ada penguasa sekaliber Sulaiman a.s. Namun saat memiliki itu semua apa ungkapan beliau : 

…. "Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barang siapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barang siapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia".

(Q.S. An Naml : 40)

Sulaiman a.s. memandang itu semua cobaan, ujian apakah dapat disyukuri atau tidak. Apa bukti syukurnya? Ternyata dengan bekerja dan berkarya. 

Para jin itu membuat untuk Sulaiman apa yang dikehendakinya dari gedung-gedung yang tinggi dan patung-patung dan piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk yang tetap (berada di atas tungku). Bekerjalah hai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hamba Ku yang berterima kasih. (Q.S. Saba’ : 13)