Kegiatan

on 26 November 2018
  • Message of the Director

Ada tiga jenis manusia yaitu manusia pedati, manusia merpati dan manusia sejati. Manusia pedati memiliki sifat seperti kuda yang menarik pedati. Kuda akan berlari kencang jika dipecut dengan cambuk.

Kuda yang kena pecut merasa sakit dan tahu pecut berhenti jika ia berlari. 

Apa maksudnya? Manusia pedati adalah manusia yang bekerja dengan baik karena takut pada hukuman. Tidak melanggar aturan karena takut dihukum. Jika hukuman tidak ada maka dia pun berbuat semaunya. 

Tipe kedua adalah manusia merpati. Apa ciri merpati? Ia akan mendekat jika diperlihatkan makanan. Manusia tipe merpati akan bekerja dengan baik jika jelas di depan matanya keuntungan yang diperoleh dari apa yang dikerjakannya. 

Tipe ketiga yaitu manusia sejati. Sosoknya seperti jantung di organ tubuh kita. Ia tetap bekerja memompa darah tak peduli ada ancaman atau keuntungan. Ia tetap bekerja meskipun tak memperoleh apa apa karena ia sadar tugasnya sungguh mulia menjaga kelangsungan hidup tuannya. 

Tiga tipe manusia di atas juga berlaku untuk guru. Ada guru pedati yang bekerja karena takut. Tidak datang terlambat karena takut dipotong gaji dan dapat SP 1. Mengajar di kelas dengan disiplin karena kelas dilengkapi CCTV yang dapat dipantau langsung di ruang kepala sekolah. 

Ada juga tipe yang kedua yaitu guru merpati. Semua dikerjakan karena mengharapkan honor, tunjangan dan reward lainnya. Maka diapun hitung-hitungan dalam bekerja. Jika tak ada reward maka tidak dikerjakan dengan baik. Hanya dikerjakan asal selesai. Mengajar asal mengajar tak peduli siswa paham atau tidak. 

Tentu juga ada tipe ketiga yaitu guru sejati. Guru yang tetap mengajar dengan baik meskipun gajinya kecil. Dia mengajar dengan hati. Mengajar karena cinta. Mengajar karena misi mencerahkan dan mencerdaskan bangsa. Mengajar sebagai jalan ibadah meraih ridha Allah. Jadi ciri pertama yaitu ikhlas mengajar karena Allah.

Ciri kedua guru sejati yaitu terus belajar menambah ilmu. Dia sadar dengan ungkapan "siapa berani mengajar maka harus selalu belajar". Dunia terus berubah. Permasalahan peserta didik berbeda dengan zaman dulu. Perkembangan teknologi yang pesat serta kondisi masyarakat yang mengalami pergeseran nilai hanya dapat dihadapi dengan terus belajar.

Ciri ketiga yaitu selalu tampil dengan cara baru. Kreatif dalam mencari metode dan media pembelajaran. Ada rasa bersalah jika mengajar dengan cara yang monoton. Ada rasa bahagia jika mengajar dengan cara yang menyenangkan dan membahagiakan peserta didik.

Ciri keempat yaitu cinta dan sayang pada siswanya. Bagi guru sejati siswa seperti anak sendiri. Masalah yang dihadapi siswanya adalah masalahnya juga. Dorongan cinta membuatnya sabar dalam mendidik. Rasa sayang menjadikannya hati-hati dalam bertindak.

Ciri kelima yaitu kompak dengan koleganya. Sekolah adalah institusi organisasi. Pendidikan akan berhasil jika seluruh guru dan kepala sekolah memiliki visi dan misi yang sama dan mereka bekerja sama. Tidak ada saling sikut dan menjatuhkan tapi yang ada saling mendukung dan memajukan.

Semoga di negeri ini semakin banyak guru sejati yang bekerja dengan hati yang ikhlas, terus belajar menambah ilmu, tampil dengan cara baru, cinta dan sayang pada siswanya dan kompak dengan koleganya. 

Selamat Hari Guru.