• Upgrade Diri, Forum MGTK Sekolah Islam Athirah

    Bahas Cara Anak Usia Dini Belajar Coding

  • Meski Pandemi Melanda, Sekolah Tetap yang Utama

  • KEREN. ANAK DIDIK TK ISLAM ATHIRAH 1

    PAMERKAN HASIL KARYANYA MELALUI VIRTUAL EXHIBITION

  • ALHAMDULILLAH. KEMBALI SEORANG ANAK DIDIK TK ISLAM

    ATHIRAH 1 BERHASIL MENUNTASKAN JILID 6 METODE

  • By TK Kajaolalido on 28 Februari 2021
    • TK Kajaolalido
    • Kegiatan

    Pandemi tidak menghalangi semangat guru TK Islam Athirah untuk mengupgrade diri. Meski tidak bertemu satu sama lain, kegiatan tetap berjalan lancar secara virtual. Pada kesempatan kali ini TK Islam Athirah  kembali melaksanakan satu program pengembangan guru yang diistilahkan MGTK. Program ini adalah program yang dijadwalkan sekali dalam sebulan. MGTK bertujuan untuk mengasah, meningkatkan dan memperkaya pengetahuan guru dalam melaksanakan proses pembelajaran yang akan berimbas kepada peserta didik. Forum MGTK dibentuk kepanitian setiap tahun sesuai hasil kesepakatan bersama.

    Kegiatan MGTK bulan Februari dilaksanakan pada hari Rabu, 24 Februari 2021, yang dilaksanakan secara virtual by Zoom Meeting. Pesertanya adalah seluruh guru yang ada di TK Islam Athirah. Forum MGTK kali ini membahas materi  tentang “Penerapan Coding Pada Anak Usia Diri dibawakan oleh Kepala TK Islam Athirah 1 Siti Khotijah, S.Pd. Materi ini didapatkan dari hasil pelatihan yang telah diikuti.

    Kepala TK Islam Athirah 1 biasa disapa Ummi Ijah, menjelaskan materi slide demi slide. Pada pembahasan materi dijelaskan tentang apa Coding. Secara singkat dijelaskan bahwa “Coding dimaknai sebagai cara manusia berkomunikasi dengan mesin (computer) dengan menciptakan perangkat lunak atau aplikasi yang berguna dalam penyelesaian masalah”.

    Pembelajaran coding erat kaitannya dengan Computasional Thinking (Berpikir Komputasi) kemudian cara berpikir yang terstruktur dalam mengindentifikasi dan menyelesaikan masalah (problem solving). Pemecahan masalah dalam berpikir komputasi  terdiri dari dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi dan desain logaritma.

    Pada penerapan materi Coding anak usia dini, diajak sejak dini untuk berpikir secara struktur dalam penyelesaian masalah atau dalam mengamati proses belajar yang dilakukan, contoh yaitu pada tema tanaman, anak diajak melihat proses tahap demi tahap yang pertama mengambil pot lalu mengisinya dengan tanah separuh, kemudian letakkan biji ke dalam pot lalu tuang tanah lagi ke dalam pot sampai hampir penuh, setelah itu siram pot tersebut dan letakkan pot di tempat yang terkena sinar matahari. Dari uraian proses tersebut anak dapat berpikir tentang tahapan atau langkah-langkah menanam biji.

    Contoh lain juga dijelaskan bahwa contoh pengenalan pola yaitu misalnya mengemas kegiatan maze atau mencari jalan dari rumah menuju sekolah, jalan menuju sekolah dapat dibuat dengan mengenalkan pola yang biasa dilakukan anak setiap hari misalnya keluar dari rumah lalu belok kanan, belok kanan sampai di lapangan belok kiri, belok kiri tiba di sekolah. Dari uraian diatas adalah sedikit gambaran dari penerapan Coding pada pembelajaran Anak Usia Dini.

    Tujuan Coding pada dasarnya sama dengan tujuan pembelajaran dengan metode pembelajaran lain. Guru diharapkan beradaptasi dengan setiap metode pembelajaran terbaru. Kreativitas guru sangat penting untuk menerapkan metode-metode belajar pada anak usia dini dengan tujuan mengembangkan 6 bidang pengembangan yakni Nilai Agama dan Moral, Fisik Motorik, Bahasa, Kognitif, Sosial Emosional dan Seni.

    Dari paparan materi “Penerapan Coding Pada Anak Usia Dini” membuka cakrawala baru guru-guru TK Islam Athirah, meskipun hal ini bukan hal yang baru, namun lebih kepada mempertajam metode yang sudah dilakukan dalam proses pembelajaran di TK Islam Athiran 1. Setelah paparan materi selesai, sesi tanya jawab dibuka untuk memberi kesempatan pada guru untuk mengali lebih banyak materi Coding.

    Setelah sesi tanya jawab usia, forum MGTK diakhiri dengan rasa antusias dan berupaya untuk bisa diaplikasikan pada pembelajaran di kelas yang dikemas dalam kegiatan sentra.

     

    Citizen Reporter: Sri Rosa Handayani, S.Ag., M.Pd

    By TK Kajaolalido on 20 Februari 2021
    • TK Kajaolalido
    • Kegiatan

    Pandemi covid 19 sudah berjalan lebih satu tahun dan kita semua belum tahu kapan pandemi akan berakhir. Untuk itu semua kita para guru dan orang tua harus siap dengan segala kemungkinan yang akan terjadi ke depan. Para orang tua sudah mulai stress, anak merasa jenuh, maunya pergi ke sekolah bertemu dan bermain bersama teman di sekolah. Lagi-lagi kita masih harus mengubur keinginan untuk bisa datang ke sekolah bertemu dengan guru dan teman.  Banyak guru sudah mulai kehabisan akal dan mati gaya untuk memberikan strategi apa yang membuat anak tetap bisa belajar dirumah dengan efektif dan berkualitas.

    TK Islam Athirah memberi jawaban dan beberapa alternatif untuk menghadapi semua ini melalui kegiatan webinar yang di gelar secara virtrual pada hari Sabtu tanggal 20 Februari 2021 melalui aplikasi zoom. Dalam webinar ini TK Islam Athirah menghadirkan narasumber yang sangat kompeten dibidangnya yaitu ibu Aisya Yuhanida Noor seorang psikolog yang juga sebagai penulis beberapa buku tentang psikologi.

    Turut hadir juga dalam kegiatan ini direktur Sekolah Islam Athirah bapak Syamril, ST.,M.Pd. Beliau hadir menyapa narasumber dan seluruh hadirin peserta webinar. Dalam sambutan beliau  menyampaikan hal yang sehubungan dengan tema webinar kali ini yaitu “Meski Pandemi Melanda Sekolah Tetap yang Utama”. Beliau menyatakan “Hal yang harus kita yakini dan pahami bahwa anak adalah amanah dari Allah SWT. Disebut amanah yaitu ada tugas yang melekat. Salah satu tugas yang melekat yaitu pendidikan. Kondisi apapun pendidikan tidak boleh berhenti. Dalam kondisi pandemi sekarang kita tidak boleh menjadikan kambing hitam bahwa tidak ada pendidikan. Justru kondisi sekarang menantang kreatifitas kita agar tidak mati gaya. Dengan pandemi seperti ini kira-kira seperti apa pendidikan yang tepat untuk anak kita sehingga anak-anak kita bisa berkembang. Itulah salah satu jalan untuk kita mendidik anak kita melalui pendidikan”.

    Suatu kebanggaan juga karena dalam kesempatan ini bapak KABID PAUD Disdik Kota Makassar Bpk DR.Hikmah Manganni,S.Pd.,M.Pd. juga hadir dan sekaligus berkesempatan membuka acara webinar ini secara resmi. Beliau juga dalam sambutannya memberi motivasi  kepada para pendidik bagaimana menghadapi  dan beradaptasi dalam pembelajaran jarak jauh (PJJ) sehingga anak dapat belajar dengan menyenangkan. 

    Kegiatan webinar ini berjalan dengan baik. Antusias para guru dan orangtua anak didik begitu terlihat ketika proses tanya jawab setelah Ibu Aisya selesai memaparkan materinya. Peserta yang hadir juga tidak hanya dari kota Makassar saja tapi hadir dari beberapa kota dan daerah di Sulawesi bahkan dari luar Sulawesi. Peserta dalam room zoom dihadiri sebanyak 116 peserta ditambah lagi dengan peserta yang menyaksikan langsung dari YouTube Chanel Athirah TV karena keterbatasan pada room zoom. Rasanya tak cukup waktu untuk terus menggali ilmu dari beliau, banyak sekali hal yang ditanyakan oleh peserta webinar yang begitu mencerahkan karena langsung memberi solusi praktis yang dapat di aplikasikan langsung baik bagi para guru maupun bagi orangtua. Mulai dari keterbatasan gadget yang dimiliki, keterbatasan orang tua dalam hal mendampingi anak belajar dirumah sampai pada masalah yang muncul pada pembelajaran daring atau PJJ.

    Pada akhir acara salah satu peserta webinar Illyanti dari Makassar juga menyampaikan  testimoninya bahwa  dirinya juga sering memperlakukan anaknya dengan nada suara yang tinggi karena menurutnya kalau tidak tinggi suaranya anaknya tidak mau mendengarnya. Setelah mengikuti webinar ini disadari bahwa apa yang dilakukan terhadap anaknya salah dan akan berusaha untuk mengaplikasikan  ilmu yang diperoleh dari webinar ini. Para peserta yang lainpun turut memberikan testimoninya dan tak lupa mengucapkan terima kasih banyak kepada narasumber dan panitia webinar. Semoga kedepannya TK Islam Athirah dapat lagi mengadakan webinar seperti ini dan semoga dari webinar ini seluruh peserta mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan dapat diaplikasikan untuk anak-anak kita sehingga masa emas anak usia dini tidak terbuang sia-sia yang menyebabkan Lost Generation dan semoga anak kita tetap mendapatkan pendidikan yang baik sebagaimana mestinya meskipun dalam masa pandemi. Aamiin.

    Penulis ; Siti Khotijah, S.Pd (Kepala TK Islam Athirah 1)


    By TK Kajaolalido on 28 Januari 2021
    • TK Kajaolalido
    • Kegiatan

    Masa pandemi ini masih ada juga orang tua yang berpikir bahwa belajar dari rumah secara daring tidak efektif, sehingga banyak dari mereka tidak mau menyekolahkan anaknya karena kesulitan untuk mendampingi anak belajar. Namun semua anggapan itu terpatahkan dengan digelarnya Virtual Exhibition oleh TK Islam Athirah 1. Kamis, 28 Januari 2021 TK Islam Athirah 1 menggelar kegiatan Virtual Exhibition melalui Zoom. Kegiatan ini dihadir oleh guru,orang tua dan anak didik TK Islam Athirah 1 dan dibuka pula untuk umum.

    Dari kegiatan ini terlihat antusias dari orang tua anak didik yang berhasil menjalani pendidikan di rumah selama masa pandemi ini dengan baik. Semangat dan dukungan orang tua sangat nampak dari display yang terpajang melalui video yang dipresentasikan anak. Kegiatan Virtual Exhibition ini merupakan kegiatan pameran secara virtual dengan menampilkan hasil karya anak didik TK Islam Athirah 1 selama semester ganjil. Kegiatan ini membuktikan bahwa belajar dari rumah ternyata menyenangkan. Meski pameran ini dilaksanakan secara virtual tetapi acara ini dapat berlangsung meriah. Orang tua dan anak-anak di rumah mempersiapkan dengan baik. Semua hasil karya dipajang dengan cantik seperti akan menggelar pameran langsung. Mereka mengatur hasil karyanya  dengan sangat menarik dengan berbagai pernak-pernik yang dipajang. 

    Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Direktur Sekolah Islam Athirah yang dalam sambutannya mengapresiasi dukungan dan kerja sama orang tua dalam melaksanakan setiap  program sekolah. Hadir pula pimpinan Unit SD Islam Athirah 1  yaitu Bapak Khasan, S.Pd dan Kadep HC Ibu Nurwahidah, A.Ma,. S.P. yang juga antusias mengikuti jalannya acara hingga acara berakhir. 

    Terlihat anak-anak begitu percaya diri dalam mempresentasikan beberapa hasil kegiatan dan hasil karyanya selama belajar dari rumah. Hal ini membuktikan bahwa dengan dukungan dari sekolah dan orang tua, masa pandemi tidak menyurutkan semangat anak-anak untuk tetap mengeksplore kemampuan mereka dengan belajar dari rumah. Kegiatan ini juga bertujuan untuk mengembangkan kemampuan berbahasa anak dan rasa percaya dirinya.

    Semakin sering anak diberi kesempatan untuk tampil maka akan semakin membangun rasa percaya dirinya. Selain rasa percaya diri, sikap sosial emosional lainnya juga turut berkembang seperti sikap sabar. Anak-anak bersabar untuk mendisplay hasil karyanya, berkolaborasi dengan orang di dalam rumahnya (keluarga) dan tidak mudah putus asa. 

    Yang tidak kalah pentingnya adalah dukungan orang tua merupakan apresiasi dan penghargaan kepada anak sehingga jika anak sering dihargai maka ia akan tumbuh menjadi anak yang pandai menghargai orang lain. Semoga TK Islam Athirah 1 dapat terus memberikan pelayanan dan menghadirkan kegiatan-kegiatan yang mampu mengeksplore seluruh kemampuan anak didiknya. Aamiin

    Penulis: St. Khotijah, S.Pd (Kepala TK Islam Athirah 1)

    By TK Kajaolalido on 12 Januari 2021
    • TK Kajaolalido
    • Kegiatan

    Diakhir tahun pelajaran semester ganjil  ananda Ufaira Nur Afifah berhasil membuat haru para guru dan orangtua dengan menuntaskan bacaan Al Qur’an metode UMMI jilid 6. Diawal semester genap ini kembali seorang anak didik TK Islam Athirah 1 turut berhasil menyelesaikan jilid 6 yaitu ananda Asy-Syam Tri Agustian Ar Rasyid dari kelompok B Al Haliim dan sekarang ananda telah berpindah membaca Al Qur’an. MasyaAllah.

    Ananda Asy-Syam sapaan akrabnya mengawali pendidikan di Sekolah Islam Athirah pada jenjang  Baby House. Sejak berada di Baby House ananda mulai diperkenalkan huruf hijaiyyah melalui lagu dan metode lainnya. Berlanjut masuk di TK Islam Athirah 1, dikelompok A ananda Asy-Syam memulai bacaan UMMi jilid 1 dan selepas kelompok A ananda berhasil mencapai jilid 5 hingga di kelompok B ananda berhasil menuntaskan hingga jilid 6 dan kini melanjutkan bacaan ke Al Qur’an. Sungguh suatu prestasi yang luar biasa yang tentunya membanggakan orangtua anak didik dan seluruh jajaran guru dan karyawan TK Islam Athirah 1.

    Dalam kesempatan wawancara kepada orangtua ananda yang juga merupakan Kepala Sekolah TK Islam Athirah 1 Ummi Ijah sapaannya melalui WhatssApp beliau berbagi sedikit pengalaman tentang metode dan cara belajar selama mendampingi ananda di rumah. Beliau mengatakan “Cara belajarnya setiap hari dimotivasi untuk mengaji setor bacaan tentu dengan pendampingan dari orang tua.”

    Selain itu, beliau juga memberikan tips kepada orang tua agar anak rajin mengaji yakni “Anak- anak suka dengan dongeng dan suka dengan pujian ini yang menjadi motivasi anak senang mengaji.  Didongengkan tentang apa balasan dari Allah untuk anak yang suka mengaji misal: selalu menambah pahala  yang nantinya pahala itu akan digantikan Surga oleh Allah. Dengan penggambaran Surga sesuai pemahaman anak, dapat mempersembahkan mahkota bagi orang tua dan sebagainya. Serta tidak pelit dengan pujian ketika anak dapat memahami setiap bacaan Al Quran baik secara verbal maupun non verbal” Tuturnya.

    Selama belajar dari rumah tentunya orang tua dalam hal ini Ummi Ijah juga memiliki kendala selama melakukan pendampingan “Terkadang ananda tidak mau mengaji dengan berbagai alasan, sebagai orang tua beliau membuat kesepakatan. Misal ananda Asy-Syam boleh mendapatkan yang diinginkan jika sudah mengaji. Sebagai orang tua mencari celah kapan saja anak ingin mengaji bahkan ananda pernah meminta mengaji tengah malam. Kendala yang paling menonjol adalah kurang fokus, mudah berahli konsentrasinya dan banyak selingan sehingga perlu upaya untuk bisa stay tune pada ngajinya.” Ungkap Ummi Ijah”.

    Setiap anak memiliki kecerdasan dan keunikan masing-masing, pendampingan dan bimbingan dari orang dewasa yang akan menentukan seperti apa mereka kedepannya.  Berdasarkan dari pengalaman pribadi Ummi Ijah kita dapat mengambil pelajaran pentingnya membangun komunikasi dan diskusi dengan anak serta memberikan pujian dari setiap perilaku baik yang dilakukan oleh anak. 

    Sebagai pimpinan TK Islam Athirah 1, harapannya setiap orangtua bisa mendukung program sekolah dengan memfasilitasi anak terus belajar mengaji dan mencintai Al Quran karena Al Quran adalah petunjuk bagi kehidupan di dunia dan di akhirat. Kalaupun orang tua tidak bisa mengajari, orang tua dapat memberi motivasi kepada anak untuk menyukai Al Quran setidaknya mendampingi / meluangkan waktu untuk anak saat belajar mengaji. Ini ibarat sekali merengkuh dayung 2-3 pulau terlampaui ketika orang tua mendampingi anak orang tua dapat juga belajar bersama anak melalui apa yang diajarkan oleh gurunya. Semoga kita semua tetap istiqomah dalam belajar dan membaca Al Quran serta mendapatkan syafaatnya di akhirat kelak. Aamiin. 

    Penulis: Ayu Hirjayati, S.Pd., Gr. (TIM WEB TK ISLAM ATHIRAH 1)

Agenda 2