• Pengurus OSIS, MPK dan Pramuka SMP Athirah Bukit Baruga Periode 2019 - 2020

  • Pahlawan Sejatiku adalah Kamu

  • Tentang Kita

  • Begini, Cara siswa SMP Islam Athirah Bukit Baruga Mengenal Potensinya

  • Berkesan, Begini Momen Penerimaan Rapor

    PTS SMP Islam Athirah Bukit

  • By SMP Bukit Baruga on 10 November 2020
    • SMP Bukit Baruga
    • Kegiatan


    Peringatan 10 November sebagai hari Pahlawan merupakan salah satu momen bersejarah bagi bangsa Indonesia untuk mengenang jasa- jasa pahlawan. Pahlawan yang berjuang melawan penjajah untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Pahlawan yang merelakan nyawanya demi tanah air tercinta.

    Kini pahlawan dalam arti sebenarnya sudah jarang ditemukan. Orang-orang telah memaknai kata pahlawan dari sudut pandang mereka. Seperti yang disampaikan oleh salah satu ustaz dalam tausiyahnya pagi ini di stasiun tv swasta nasional. Beliau menyampaikan bahwa pahlawan dikategorikan yaitu orangtua (ibu bapak) dan yang kedua yaitu orang yang telah membantu kita

    Pertama, orangtua (ibu bapak) dikatakan sebagai seorang pahlawan terutama ibu karena ibulah yang telah berjuang mengandung kita, menjaga kesehatannya hingga melahirkan dan membesarkan anak-anaknya. Ibu adalah pahlawan terbaik. Seperti yang telah disebutkan dalam sebuah hadis bahwa surga terletak di bawah telapak kaki ibu. Perjuangan seorang ibu sejogyanya diagungkan. Mereka berjuang bukan menuntut balasan tetapi pertanda cinta dan kasih sayang yang tulus diberikan kepada anak dan keluarganya. Untuk itu, sebagai seorang anak yang berbakti hendaklah selalu berbuat baik dan mendoakan orang tua. Di dalam ayat Alqur'an surah Al Isra artinya Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.”

    Sebagai seorang muslim, memuliakan orangtua sebuah hal terbaik yang kita lakukan. Sangatlah pantas apabila seorang ibu menjadi pahlawan bagi putra putrinya. Kelak, jika kalian dewasa dan menjadi ibu, tentu akan mengetahui bagaimana rasanya berjuang demi anak. Selain ibu, ayah pun pantaslah disebut sebagai pahlawan karena sangat berjasa dan berjuang bagi anaknya. Ayah telah berkorban mencari nafkah demi keluarganya. Ayah adalah pahlawan.

    Kedua, pahlawan yang dimaksud yaitu orang yang telah membantu kita, selain ibu bapak. Dalam kehidupan ini, kita tidak terlepas dari bantuan orang lain. Apakah itu bantuan secara langsung maupun tidak langsung. Selain ibu bapak, ada saudara, keluarga lainnya, ada guru, ada dokter, ada sopir, atau siapapun yang telah membantu kita layak disebut sebagai pahlawan. Kita dituntut untuk selalu berbuat kebaikan. Berbuat baiklah setiap waktu kepada siapapun maka kamu akan mendapatkan kebaikan pula. Berbuat kebaikan tanpa balasan, janganlah mengharapkan balasan kebaikan itu dari manusia, jangan sampai engkau kecewa. Balasan kebaikan itu akan datang dari Allah.

    Menurut kamu, apa makna bagi seorang pahlawan? Apakah orang yang berjuang membela tanah air, apakah orang yang memberikan pertolongan, ataukah orang-orang yang telah berbuat baik kepadamu? Pemaknaan itu kembali pada diri kita masing-masing. Bisa saja diri kita menjadi pahlwan bagi orang lain. Kalau saya, pahlawan sejatiku adalah kamu Ibuku

    Makassar, 10 November 2020
    Suriana

    Selamat Hari Pahlawan

    By SMP Bukit Baruga on 31 Oktober 2020
    • SMP Bukit Baruga
    • Kegiatan

    SMP Islam athirah Bukit Baruga Makassar baru saja melaksanakan penerimaan rapor PTS (Penilaian Tengah Semester) pada 16 Oktober 2020,  penerimaan rapor masa pandemi ini jauh berbeda dari penerimaan rapor tahun-tahun sebelumnya. Ini adalah kali kedua pelaksanaan penerimaan rapor secara vitual di SMP Islam Athirah Bukit Baruga,  ada yang berbeda kali ini, jika penerimaan rapor tahun lalu orang tua bertanya Bagaimana perkembangan pembelajaran anak saya selama sekolah bu?” kali ini saya yang bertanya “Bagaimana pembelajaran ananda di rumah Bu? Menariknya adalah hampir semua orang tua mengatakan anaknya sudah bosan tinggal di rumah, motivasi belajar anaknya sudah mulai menurun dan terlalu banyak berinteraksi dengan gadget

    Selaku wali kelas ada berbagai karakter orang tua yang saya temui pada penerimaan rapor kali ini, yang pertama tipe orangtua yang banyak bersyukur karena sekarang lebih banyak menghabiskan waktu itu dengan anaknya di rumah dan merasa lebih bisa mengontrol pelajaran anaknya, tipe kedua adalah orang tua yang merasa bahwa anak-anaknya jauh lebih nice ketika mereka bersekolah seperti biasanya karena orang tua merasa kurang mampu menghandle anak-anaknya di rumah terutama dalam hal penggunaan gadget dan tipe ketiga adalah orang tua yang sudah angkat tangan dengan berbagai tingkah anaknya di rumah, dan pasrah dengan keadaan yang seperti sekarang.

    Bagaimanapun respon orang tua menghadapi kegiatan pembelajaran dimasa pandemi ini,  sekolah dituntut untuk menyajikan model-model pembelajaran yang menjadikan anak-anak betah duduk berlama-lama didepan laptop atau gadgetnya ketika belajar dari rumah, bukan malah belajar sembari tetap asik dengan gamenya ataupun belajar tapi dalam keadaan tertidur di kasurnya.

    Pun juga orang tua harus belajar banyak karena pada hakikatnya anak-anak mereka adalah milik mereka dan merekalah yang akan dimintai pertanggungjawaban pertama ketika nanti di yaumil hisab tentang bagaimana akhlak anak-anaknya, bagaimana karakter anak-anaknya, bagaimana amal shalih anak-anaknya, merekalah yang akan dihisab pertama kali tentang hal itu.

    Beranjak dari hal ini, orang tua dan guru perlu saling bersinergi untuk menciptakan suasana yang menyenangkan, dalam pembelajaran guru menciptakan kegiatan belajar mengajar yang menarik dan orang tua menyediakan lingkungan yang kondusif untuk anak-anak belajar dirumah, bukan hanya sekedar fasilitas, Rumah, wi-fi, handphone yang mahal, ataupun fasilitas yang lainnya. tetapi lebih kepada rumah yang tenang dan telinga anak-anak yang terjaga dari intonasi tinggi dari mulut orang tuanya.

    Butuh banyak stok sabar yang disediakan guru dan orang tua, butuh banyak stok empati yang disediakan guru dan orang tua,  butuh telinga yang mau mendengar keluh kesah anak-anak, butuh nasehat dari guru dan juga pelukan hangat dari orang tuanya di rumah, bukan hanya sekedar ucapan “Selesaikan tugasmu!”, “ Ayo belajar!”  atau kalimat perintah lainnya yang membuat guru dan orang tua semakin jauh dari anaknya.

    Penerimaan rapor kali ini memberi banyak pelajaran berharga bahwa ternyata semua bukan hanya tentang aku atau saya, tetapi lebih kepada Tentang Kita.

    Mari sama-sama berbenah!

     

    Musdalifah, SE

    By SMP Bukit Baruga on 27 Oktober 2020
    • SMP Bukit Baruga
    • Kegiatan

    Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa anak ke masa dewasa. Pada periode ini anak mencapai kematangan fisik dan diharapkan pula disertai dengan kematangan emosi dan perkembangan sosialnya. Setiap peserta didik memiliki bakat dan minatnya masing-masing, dengan mengetahui bakat dan minat anak sejak dini maka akan mudah memaksimalkan potensi bakat yang dimiliki oleh peserta didik sehingga bakat dan minat bisa lebih dikembangkan.

    Masa pandemi covid 19 tidak menjadi penghalang siswa mengikuti tes psikotes meskipun secara daring. Tes wawancara dilaksanakan eksklusif Via Video Call WA (WhatsApp) dengan psikolog sesuai jadwal masing-masing yang telah di tentukan. Setelah beberapa kali tertunda akhirnya tes psikotes tertulis dapat berjalan hari ini, Senin (26/10/2020) pukul 08.00-10.00 untuk sesi 1 kelas VII-1, sesi 2 pukul 10.00-12.00 WITA kelas VII-2. Dilanjut hari Selasa (27/10/2020) kelas VII-3 pukul 08.00-10.00, dan hari Rabu (28/10/2020) sesi 1 pukul 08.00-10.00 kelas VII-4 dan sesi 2 pukul 10.00-12.00 kelas VII.5. Pelaksanaan psikotes tertulis berjalan selama 3 hari dari tanggal 26-28 Oktober 2020. Pengerjaan tes psikotes dilakukan peserta didik dari rumah masing-masing menggunakan aplikasi dari PLP UNM dengan dipantau langsung oleh pihak PLP UNM, guru Bimbingan dan konseling beserta wali kelas dan kepala SMP Islam Athirah bukit baruga melalui konfrensi zoom.

    Pelaksanaan tes psikotes yang rencana awal dibulan agustus baru terlaksana di pekan ini. Kegiatan ini wajib diikuti oleh seluruh peserta didik kelas VII agar mereka mampu mengenal bakat, minat serta potensi pada dirinya. 132 peserta didik baru telah melaksanakan tes wawancara. Kegiatan tersebut terselenggara atas kerjasama  pihak sekolah dengan pihak PLP (Pusat Layanan Psikologi) Fakultas psikologi Universitas Negeri Makassar. Kegiatan ini diadakan setiap tahun bagi peserta didik baru  agar dapat mengetahui kecerdasan intelektual, bakat, minat, kemampuan kognitif, sikap belajar dan kepribadian yang dimiliki oleh peserta didik.

    Salah satu peserta didik  SMP Islam Athirah Bukit Baruga Atas nama Nailah Zahiyah Rasmal kelas VII-1  berbagi cerita tentang pengalamannya mengikuti psikotes, "ini pengalaman pertama saya ikut psikotes dan alhamdulillah saya sangat senang karena psikotesnya berjalan dengan lancar, saya bisa mengerjakan tes dengan fokus walau dari rumah karena dibantu dan dipandu oleh kakak panitia dari PLP UNM walaupun melalui zoom tapi saya senang mengikuti kegiatan psikotes ini. Ungkap Nailah setelah mengikuti tes tertulis.

    Guru SMP Islam Athirah Bukit Baruga  Ayu Wahyuni, S.Pd mengatakan bahwa tes psikotes ini dilaksanakan secara online baik wawancara maupun tes tertulis, kegiatan ini sangat penting bagi siswa untuk mengetahui dan mengenali kemampuan yang di miliki oleh masing-masing peserta didik agar bisa dikembangkan.

    Dengan pelaksanaan psikotes ini akan menggambarkan dan mengenali kepribadian masing-masing peserta didik sehingga pihak sekolah dapat memberikan saran terkait pengembangan diri siswa, gaya belajar dan kepribadian dari peserta didik.

     

    Sri Mulyati, S.Pd

    By SMP Bukit Baruga on 19 Oktober 2020
    • SMP Bukit Baruga
    • Kegiatan

    Penerimaan rapor tentunya menjadi momen yang sangat ditunggu dan juga menegangkan bagi seluruh siswa karena merupakan penerimaan hasil pembelajaran dan juga perjuangan siswa dalam satu periode. Ditriwulan pertama tahun pelajaran 2020-2021 ini SMP Islam Athirah Bukit Baruga  melaksanakan penerimaan rapor PTS atau penilaian tengah semester secara virtual pada Jum'at 16 Oktober 2020.    

    Penerimaan rapor PTS kali ini diawali dengan menggelar acara ceremonial melalui forum besar menggunakan aplikasi ZOOM yang diikuti oleh seluruh siswa juga bapak, ibu dan wali siswa.   Ceremonial Penerimaan PTS diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Quran oleh Muhammad Muqiit B. Bossa dari kelas VII.1 dan dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh A. Fachira Alya Muchbita dari kelas VII.2.  Acara yang dipandu oleh Naurah Mumtaz dari kelas VII.3 berjalan dengan hikmat dan lancer. Untuk pelaksana pada hari ini sengaja melibatkan siswa-siswi dari kelas VII dengan tujuan untuk meningkatkan rasa pencaya diri siswa juga memberi kesempatan khususnya kepada siswa baru untuk mengapresiasikan diri.

    Dalam sambutannya Ibu Suriana, S.Pd., M.Pd menyampaikan harapannya agar siswa senantiasa menjaga kesehatan dan tetap semangat mengikuti pembelajaran juga semangat dalam meraih prestasi walaupun masih dimasa pandemi, di samping itu juga disampaikan nama-nama siswa berprestasi dengan harapan dapat memotivasi siswa lainnya untuk meningkatkan diri dalam meraih prestasi. 

    Acara ditutup dengan penayangan video kegiatan siswa selama triwulan pertama, yang dilanjutkan dengan penerimaan rapor oleh setiap orangtua/wali siswa yang dikirim melalui WhatsApp masing-masing. Adapun untuk memudahkan komunikasi juga konsultasi orangtua/wali siswa juga dibuka forum MEET setiap kelas dengan pembagian sesi konsultasi untuk masing-maing orangtua siswa.

    Dengan pelaksanaan ceremonial ini harapannya dapat memberi kesan mendalam kepada siswa dan  orangtua bahwa perimaan rapor secara virtual tidak kalah berkesannya dengan penerimaan rapor seperti biasanya .

     Isma 

Agenda 2