Kegiatan

on 27 Juli 2020
  • Kegiatan
  • SMA Boarding School Bone

            Tahun ajaran baru 2020/2021 telah berjalan selama sepekan di Sekolah Islam Athirah Bone. Berbagai program kegiatan yang telah direncanakan saat rapa kerja secara bertahap mulai dilaksanakan. Seperti biasanya, program yang berkaitan dengan pederta didik baru menjadi perhatian utama. Mulai dari pelantikan beberapa pemangku jabatan, baik dari kalangan peserta didik maupun guru.

            Breafing pagi melalui aplikasi temu virtual yang dilaksanakan pada hari senin, 20 Juli, menjadi agenda perdana pada tahun ajaran baru kali ini. Seluruh guru, karyawan, dan siswa diminta untuk ikut bergabung, termasuk juga siswa baru. Pelantikan beberpa pemangku jabatan menjadi acara krusial dalam pelaksanaan breafing pagi tersebut. Pelantikan pertama melibatkan Mustafa, S. Pd., Yuliana, S. Pd., dan Aldi Renaldi, S. Pd. Mereka bertiga secara resmi dilantik menjadi Majelis Pembina Organisasi pada tingkatan SMA. Berikutnya, nama Arfina Arif, S. Pd., Sapriadi, S. Sy., dan Sukipli HB, S. Pd., dilantik menjadi Majelis Pembina Organisasi pada tingkatan SMP. Keenam pemangku jabatan tersebut secara resmi dilantik oleh Wakil DIrektur Wilayah tiga, Syamsul Bahri, S. Pd. I.

            Pelantikan berikutnya dibacakan oleh Waka bidang Kesiswaan Sekolah Islam Athirah Bone, Andi Eva Rugmana, S. Pd. Pelantikan ini bertujuan untuk melantik dan memperkenalkan siswa yang mendapatkan amanah untuk menjadi Majelis Perwakilan Kelas (MPK) untuk mengawasi dan mengevaluasi kinerja dari Pengurus Osis. Nama Waldi Wardana, siswa kelas XII Al Haadi dan Chiva Az-Zahrawani secara resmi dilantik untuk menjadi Ketua MPK untuk tingkatan SMA dan SMP.

            Pelantikan ke tiga ditujukan untuk pemangku jabatan Osis untuk periode baru. Nama Fatan Reski dan Ahmad Ardiansyah secara resmi diangkat menjadi Ketua Osis untuk tingktan SMA dan SMP. Ikrar sumpah yang dikomandoi oleh Kepala SMA Islam Athirah Bone terdengar cukup sacral saat para pengurus Osis yang telah dilantik mengucapkan sumpah.

Agenda berikutnya diperuntukkan kepada para siswa baru SMP SMA Islam Athirah Bone. Walaupun masih dalam staus siaga pandemi dan tetap memanfaatkan aplikasi temu virtual, pelaksanaan Pengenalan Lingkungan Sekolah tetap diupayakan untuk berjalan seefktif mungkin. Panitia yang terdiri dari beberapa guru, MPO, dan Pengurus Osis yang baru saja dilantik melaksanakan rangkaian Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) dengan penuh semangat. Tim kemanan yang terdiri dari pengurus Osis menjadi garda terdepan untuk memastikan para peseta PLS tetap aktif di hadapan kamera masing-masing untuk mengikuti rangkaian materi PLS. pelaksanaan PLS berlangsung selama tiga hari, yakni tangal 20-23 Juli 2020. Materi PLS dimulai dengan pengenalan Guru, karyawan, dan Pengurus OSIS dan dilanjutkan dengan beberapa materi yang diefektifkan dalam masa tiga hari tersebut. materi-materi penting seperti Keathirahan, Orientasi Kurikulum, Tata tertp Sekolah dan Asrama, Cara Belajar Efektif, Antibullying, 5R dan 5S, Pembinaan Mental dan Agama, dan juga Orientasi Ekstrakulikuler, menjadi materi yang dipandang cukup perlu menjadi wawasan awal para siswa baru untuk mengenal Sekolah Islam AThirah Bone. Walapun dilaksanakan via aplikasi temu virtual, antusiasme para peserta PLS tetap tinggi. Hal tersebutlah yang membuat para panitia memutuskan untuk tiga peserta PLS terbaik, yakni Muh. Daffa Intanio Mahmud, Fatimah Azzahra, dan Syalinni Deadripa, untuk tingkatan SMA. Sedangkan untuk tingkatan SMP,a. alifa Naila, Andi Muhammad Mundzir, dan Aqila Syamsi. Mereka dipilih sebagai peserta PLS terbaik karena memenuhi indicator keaktifan dalam mengemukakan pendapat dan pertanyaan, kedisiplinan dalam mengikuti aturan PLS, dan penguasaan materi yang baik.

 

“Banyak hal yang saya dapatkan dari PLS ini. Meskipun PLS kali ini harus dilaksanakan secara daring atau tatap maya,, namun saya rasa hal itu tidak menjadi penghalang. Kita tetap bisa mengenal sekolah lebih dekat layaknya kita ada disana. Selain itu materi materi yang diberikan selama PLS juga sesuai dengan keadaan sekarang dan tentu akan sangat berguna ketika kegiatan BDR atau belajar dari rumah ini dilaksanakan. Dan juga selama PLS ini berlangsung kita bisa mengenal teman se angkatan kita nanti disekolah.” Pendapat dai Alif Ahmad Fauzan, siswa kelas X AL Fattah

 

“Assalamualaikum wr.wb. Saya Mahamalyka Nadia Tenripali Mujaddida ingin menyampaikan testimoni saya tentang kegiatan PLS Sekolah Athirah Bone. Jadi, PLS tahun ini adalah PLS pertama saya dengan metode daring dan juga mungkin untuk semua siswa baru. Dimana kami siswa baru tidak bisa bertemu langsung untuk saling mengenal dan berinteraksi satu sama lain. Dan hal ini tentu terasa berbeda dibanding jika PLS dilakukan dengan metode seperti biasanya, tetapi kakak-kakak panitia mampu membangun suasana dan mengarahkan agar PLS ini dapat berjalan dengan lancar, serta guru-guru yang mampu menyampaikan materi dengan sangat baik dan jelas sehingga saya selaku siswa baru dapat menambah ilmu juga lebih mengenal tentang lingkungan Athirah Bone.” Ungkap Mahamalyka Nadia Tenripali Mujaddida

Setelah rangkaian PLS selesai, pada hari Kamis, 24 Juli 2020, mereka sudah memasuki pertemuan perdana dengan para guru untuk memulai pembelajaran. Tentunya masih berstaus Belajar dari Rumah (BDR). Pada pertmuan perdana tersebut, para guru lebih berfokus untuk membahas sesi perkenalan dan kontrak belajar antara siswa dengan guru. Beberapa siswa mengagaku tak sabar ingin segera berhenti belajar dengan suasana pandemic saat ini dan ingin segera bersekolah dengan gaya normal kembali karena sudah sangat penasaran dengan sekolah baru mereka, Sekolah Isla Athirah Bone.

            Selain program sekolah, beberapa program asrama pun sudah mulai dijalankan. Pengontrolan salat tahajjud, tadarrus, dan tahfidz diupayakan berjalan seperti saat kondisi normal. Namun, program tadarrus dianggap sebagai program yang paling berkesan bagi para siswa dan orang tua, terutama siswa baru. Pelaksanaan tadarrus setelah salat magrib dilakukan oleh siswa dan didampingi langsung oleh kedua orang tua mereka. Kedekatan antara orang tua dan anaknya menjadi salah satu poin positif yang ditimbulkan oleh masa pandemic kali ini. Hal ersebutlah yang mendasari para pengajar Al Quran di Sekolah Islam Athirah untuk menerapkan inovasi tersebut.

“Alhamdulillah dgn mengaji bersama kami merasa lebih dekat tenang dan dekat dgn anak, sekaligus kami sama sama belajar dg ilmu yg ustadz ajarkan selama beberapa hari ini, syukron ustadz.” Pendapat dari salah satu orang tua dari Syaakilah Nurul Aulia kelas VII Ar-Rahim