Kegiatan

on 28 Juni 2020
  • Kegiatan
  • TK Kajaolalido

Infeksi virus corona yang disebut dengan COVID-19 (Corona Virus Disease 2019)  pertama kali ditemukan pada akhir Desember 2019 di kota Wuhan, China. Virus ini menular dengan sangat cepat dan telah menyebar ke hampir semua negara di dunia termasuk Indonesia. Indonesia pertama kali mengkonfirmasi kasus Covid-19 pada Senin 2 Maret 2020. Saat itu presiden Jokowi Widodo mengumumkan ada dua kasus orang Indonesia terjangkit virus Corona yakni perempuan berusia 31 tahun dan 64 tahun.

Virus ini adalah virus mematikan dan penularannya sangat cepat, oleh karena itu demi memutus rantai penularannya maka beberapa negara memberlakukan Lockdown, Social Distancing dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Untuk Indonesia sendiri awalnya  menerapkan Social Distancing, namun dianggap kurang berhasil maka beberapa daerah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Kasus positif di Indonesia semakin hari semakin banyak maka pada akhirnya pemerintah memutuskan agar sekolah, kantor, pusat perbelanjaan, tempat ibadah dan fasilitas umum lainnya untuk ditutup sementara. Pada pertengahan bulan Maret sekolah pada umumnya ditutup dan diliburkan selama 14 hari, namun karena penyebaran virus ini tidak menunjukkan adanya penurunan maka libur sekolah pun diperpanjang sampai saat ini dan dalam jangka yang tidak ditentukan.

Sekolah Islam Athirah mulai tutup pada tanggal 16 Maret 2020, di situlah anak didik mulai belajar dari rumah melalui pembelajaran online menggunakan aplikasi Zoom, Google meet dan melalui WA. Guru dan semua stakeholder juga bekerja dari rumah. Pembelajaran dari rumah disebut dengan Learn From Home (LFH), dan bekerja dari rumah disebut dengan Work From Home (WFH). Guru benar-benar ditantang untuk menggunakan teknologi sehingga media pembelajaran yang diberikan tidak membosankan dan membuat anak didik tertarik untuk mengikutinya.

Guru TK Islam Athirah 1 merancang materi pembelajaran setiap hari dengan kualitas yang baik dan tidak merepotkan orang tua, karena kita ketahui bahwa anak didik TK belajar dari rumah dengan pendampingan full dari orang tuanya. Setiap hari guru mengirimkan materi pembelajaran kepada orang tua murid untuk disampaikan kepada anaknya, namun seiring berjalannya waktu beberapa orang tua mengeluh dengan keterbatasannya dalam menyampaikan materi dan dalam menangani anaknya di rumah. Berdasarkan hal tersebut maka dikeluarkanlah survey tanggapan orang tua murid terhadap LFH yang telah dilakukan. Dari respon orang tua maka diadakanlah refleksi bagaimana memberikan pelayanan anak yang tidak terlalu merepotkan orang tua. Untuk TK Islam Athirah 1 mengambil keputusan dengan mengurangi materi pembelajaran, menggunakan media yang mudah dijangkau, dan memberikan layanan pendidikan melalui aplikasi Google meet, Zoom dan WA serta mengirimkan rekaman video tentang materi yang diajarkan.

Khusus untuk pembelajaran tahzin yaitu mengaji metode UMMI guru membimbing anak-anak melalui aplikasi google meet setiap hari selama 60 menit. Untuk tahfidz guru mengirimkan rekaman video 2 ayat dalam sehari untuk dihafalkan anak-anak dan bentuk pelaporannya adalah note voice. Sedangkan materi yang menjadi topik pembahasan dikemas dalam bentuk video pembelajaran yang dibuat oleh guru.

Meskipun belajar dari rumah, pembiasaan anak-anakpun terpantau oleh guru, seperti shalat Dhuha, dan pembentukan karakter yang dikenal dengan character log. Setiap hari orang tua mengirimkan foto maupun video sebagai bentuk pelaporan kepada guru.

Sampai pada bulan Ramadhan pandemi covid-19 belum juga menunjukkan penurunan signifikan sehingga LFH masih diperpanjang. LFH pada bulan Ramadhan diisi dengan materi amalan-amalan bulan Ramadhan yang dikemas dengan kegiatan Athirah Jelajah Ramadhan. Meskipun suasana puasa, guru tetap semangat memberikan layanan kepada anak didiknya, membuat video pembelajaran tentang materi Ramadhan dan melakukan pembelajaran online. Amaliyah ramadhan yang dilakukan anak didik di rumah terkontrol melalui Link daftar hadir selama bulan Ramadhan. Antusias  anak didik sangat memuaskan dalam mengikuti kegiatan Athirah Jelajah Ramdhan, hal ini ditunjukkan pada respon kehadiran pada link daftar hadir anak yang terkirim setiap harinya.  

Bulan Juni merupakan bulan dimana setiap unit di sekolah Islam Athirah biasanya melaksanakan acara penamatan. Seperti saat ini juga meskipun masih dalam kondisi Pandemi COvid-19 kegiatan penamatan harus tetap berjalan. Pelaksanaanya tentu berbeda dengan penamatan tahun-tahun sebelumnya. Penamatan kali ini terpaksa dilakukan secara online dan tetap di rumah saja. Untuk TK Islam Athirah 1 kegiatan penamatan Insya Allah akan dilaksanakan pada tgl 20 Juni 2020, sehari setelah pembagian rapor semester genap. (Nidar)