Berita

on 19 Desember 2019
  • Berita
  • Yayasan

Sebagai komitmen dalam mewujudkan sekolah sehat, Sekolah Islam Athirah menggelar test food produk jajanan bagi calon tenant, Rabu-Kamis (18-19/12/2019). Kegiatan itu digelar pada dua tempat yang berbeda dan diikuti oleh 32 peserta, masing-masing 15 calon tenant Sekolah Islam Athirah Wilayah Bukit Baruga yang digelar Rabu (18/12/19) dan 17 calon tenant di Sekolah Islam Athirah wilayah Kajaolalido yang digelar (19/12/19).

Kegiatan itu digelar setiap tahun, setiap calon tenant diseleksi ketat sebelum memasarkan produknya di lingkungan Sekolah Islam Athirah, mulai seleksi berkas, test food, hingga evaluasi berkala yang dilakukan setiap 3 bulan.

“Jadi kita mulai dari sosialisasi, siapa yang layak dan tidak layak (menjual jajanan sehat) di sini (Sekolah Islam Athirah), lalu kita seleksi berkas bagi yang telah mendaftar, setelah itu kita adakan test food” ungkap Kepala Departemen Sekolah Sehat Imelda Makkuassang, S.Pd. Kamis, (19/12/19).

Tak taggung-tanggung, Sekolah Islam Athirah menggandeng 12 juri dalam kegiatan itu, masing-masing 2 juri dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan, 2 juri dari ahli gizi Universitas Hasanuddin, 4 juri dari kalangan orang tua yang diwakili oleh pengurus Badan Musyawarah Jamiah (BMJ), 2 juri dari puskesmas setempat, dan 2 juri dari kalangan siswa yang diwakili oleh pengurus OSIS.

Ada beberapa poin yang menjadi penilaian produk jajanan bagi setiap calon tenant, di antaranya rasa, kandungan gizi, bahan baku yang digunakan, tampilan produk, dan harga. Khusus bagi tenant lama, ada penilaian tambahan berupa kelancaran iuran dan total nilai rapor selama satu tahun.

“Jadi mereka juga punya rapor, setelah setahun kita evaluasi kembali dan kita ikutkan lagi test food, kemungkinannya bisa tetap di sini bisa jadi juga mereka diganti” jelas Bunda Ime sapaan Imelda.

Sementara itu, Direktur Sekolah Islam Athirah Syamril, S.T., M.Pd. turut mengapresiasi pelaksanaan seleksi calon tenant tersebut. Menurutnya, hal itu sangat baik demi menjamin kualitas jajanan. Ia juga memuji karena seleksi tersebut dilakukan terbuka sehingga tidak ada pihak yang dirugikan.

“Untuk kantin sehat saya rasa ini sangat bagus, menjamin kualitas jajanan yang halal, sehat dan bergizi” tuturnya.

“Lebih penting lagi ini dilakukan terbuka, jadi semua senang, semua nyaman, tidak ada yang dirugikan, pokoknya fair ya” tambahnya menutup.

 

Penulis: Sukri Muhammad (Humas Athirah)