Berita

on 11 Desember 2019
  • Berita
  • SMP Bukit Baruga

MAKASSAR, sekolahathirah.sch.id - Rangkaian kegiatan lomba Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI) SMP Islam Athirah Bukit Baruga memasuki hari ke-2 (Rabu,11/12/19). Lomba Balap Sarung merupakan salah satu lomba yang akan memasuki putaran final hari ini setelah dimulai sejak hari Selasa kemarin. Kategori putra berhasil diisi oleh perwakilan kelas 9.5, 9.1, dan 8.5, sementara kategori putri diisi oleh perwakilan kelas 8.2, 7.3, dan 7.2. yang berhasil melaju ke babak final.

Ditemui di lapangan sepakbola SMP Islam Athirah Bukit Baruga, para peserta yang didampingi wali kelas masing-masing nampak sangat antusias mengikuti lomba balap sarung ini. Harapan untuk menjadi juara nampak dari raut wajah para peserta yang begitu bersemangat dan tak sabar untuk segera bertanding.

"Alhamdulillah anak wali saya, kelas 7.3. bisa masuk final, ini berkat strategi yang sudah kami siapkan jauh-jauh hari sebelumnya, tentu bukan hanya lomba ini saja yang kami targetkan menang. Tapi, lomba-lomba lainpun". Ungkap Guru Wali Kelas 7.3. Muh. Akbar Kadir, S.Pd. yang ditemui dilokasi lomba sedang memberi instruksi kepada anak walinya.

Tepat jam 10.00 WITA, panitia lomba balap sarung memanggil para peserta untuk bersiap, pertanda putaran final akan segera dimulai. Dikategori putra para peserta sudah bersiap lebih awal sebagai kategori pertama yang akan diperlombakan disusul kategori putri.

Hasilnya kelas 8.5. yang diwakili oleh Ahmad Jazil, Muhammad Najmi Nabhan dan Achmad Roman berhasil tampil sebagai juara I menumbangkan kakak kelasnya 9.5. dan 9.1. Sementara dikategori putri kelas 7.3. yang diwakili oleh Malika Safa Dwi, Aqila Raihanun dan Keisya Ashilah berhasil tampil sebagai juara I yang juga menumbangkan kelas 7.2. dan 8.2..

Lomba balap sarung ini, peserta terdiri dari 3 orang dan diharuskan berada dalam satu sarung yang berlari putar balik sampai garis finish yang sudah ditentukan panitia. Keseruan dari lomba ini salah satunya, banyaknya peserta yang terjatuh sebelum mencapai garis finish disebabkan karena kurangnya koordinasi antar peserta dalam satu tim. (Iqbal)