Berita

on 16 Juli 2019
  • Berita
  • SMA Bukit Baruga

MAKASSAR – Menyambut tahun ajaran baru, Sekolah Islam Athirah (SIA) menyelenggarakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Sekaitan dengan itu, ratusan siswa-siswi SMP dan SMA Islam Athirah Bukit Baruga mengikuti upacara bendera dalam rangka menyambut Masa MPLS di Lapangan Upacara

Sekolah Islam Athirah Bukit Baruga, Jalan Raya Baruga, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (15/7/2019).

 

Menjadi pembina upacara, Kordinator Unit Patris Hasanuddin SPd MPd. Turut hadir mengikuti upacara, Kepala SMA Islam Athirah Bukit Baruga Ridwan Karim SPd MPd, wakasek kurikulum SMA Islam Athirah Bukit Baruga Dr Bakry MSi, wakasek kesiswaan dan keagamaan Abdul Azis SPd MPd, dan wakasek sarana prasarana Wardah SPd. Hadir juga mengikuti upacara Kepala SMP Islam Athirah Bukit Baruga Suriana SPd MPd, para guru, staf tata usaha, dan para peserta didik.

 

Koordinator Sekolah Islam Athirah unit Bukit Baruga, Patris Hasanuddin SPd MPd dalam amanatnya menyampaikan, Pelaksanaan MPLS diatur dalam Permendikbud Nomor 18 tahun 2016. “Kegiatan MPLS adalah serangkaian kegiatan untuk memperkenalkan lingkungan sekolah bagi siswa baru, diantaranya pengenalan kurikulum,” ujarnya.

 

Kurikulum Athirah, lanjutnya, dinamakan Athirah Integrated Holistic Education System (AIHES). Isi kurikulum ini merupakan 4 ramuan kurikulum. Pertama, kurikulum intinya bersumber dari Alquran dan Alhadis. Selanjutnya, berisi kurikulum nasional yang terdiri dari intra kurikulum, co-kurikulum, ekstra kurikulum, dan kurikulum lokal Athirah. “Semuanya diramu menjadi satu yang dinamakan AIHES,” ungkap Patris.

 

Pihaknya mengatakan, tata tertib di Athirah tentu berbeda dengan sekolah asal. “Di Athirah ada program sekolah sehat. Athirah harus bebas dari sampah plastik, no bullying, no drugs, dan no free sex,” katanya.

 

Tujuan MPLS adalah agar siswa Athirah mampu beradaptasi menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah yang sama sekali baru. “Termasuk Ananda diharap mengenali para guru dan mata pelajarannya. Kita berharap ananda bisa termotivasi dan semua potensi belajar bisa dilejitkan. Sehingga apa yang menjadi harapan orang tua, guru, bangsa dan negara bisa dicapai dengan baik,” ujar Patris.

 

Di hadapan para guru dan siswa, pihaknya mengingatkan agar proses MPLS jauh dari perploncoan. “Orientasi MPLS adalah mengenalkan lingkungan sekolah. Karena itu, peringatan bagi panitia, kegiatan yang sifatnya perploncoan tidak dibenarkan dalam lingkungan sekolah,” sebutnya.

 

Ia juga menyampaikan visi Sekolah Islam Athirah, yaitu menjadi sekolah unggul yang berciri Islam, berjiwa nasional, dan berwawasan global. “Terbukti ada pelajar dari Jepang yang akan belajar di SMA Islam Athirah Bukit Baruga. Ada dua orang siswa Athirah yang akan belajar ke Polandia dan Italia,” katanya.

 

Kegiatan MPLS di SMA Islam Athirah Bukit Baruga bertema "Pengenalan Iklim Edukasi untuk Mencapai Visi Misi Sekolah Islam Athirah". Menurut rencana, para siswa SMA akan mengikuti MPLS selama tiga hari hingga Rabu (18/7/2019). (Ilmaddin Husain)