Kegiatan

on 11 Juli 2019
  • Kegiatan
  • Yayasan

Mengawali tahun ajaran baru tahun 2019 Sekolah Islam Athirah mengadakan pelatihan untuk seluruh guru dan karyawan 1/07/19

Sebagai lembaga pendidikan, Sekolah Islam Athirah terus berusaha menghadirkan konsep

dan pelayanan terbaik untuk anak didik.

Syamril selaku direktur Sekolah Islam Athirah mengawali pertemuan materi open mind, tentang prospek tantangan dan tujuan  sekolah, serta penyampaian tema besar Sekolah Islam Islam Athirah “Tahun Jaminan Mutu”

Salah satu kemampuan yang harus tetap diasah adalah Emosional, Spiritual, dan Quotient, selain bekal sebagai mengajar juga bahan untuk bersosialisasi.

Materi ESQ disampaikan Mukhlis Syamsuddin dihadapan 500 guru dan karyawan beliau mengawali training dengan ice breaking.

Berikut ringkasan materi beliau :

Mengajar adalah pekerjaaan mulia. Mulia karena mengajarkan kebaikan. Mengajar siswa dari tidak tahu menjadi tahu. Mendidik  siswa dari tidak baik menjadi baik akhlaknya.  Apatahlagi jika dilakukan dengan baik dan benar. Akan mendapatkan pahala dari kebaikan proses mengajar yang didesainnya. Serta mendapatkan pahala besar dengan niat yang benar mengharap ridha Allah.

Ada tiga macam alasan yang mendorong guru mengajar.

Pertama, dorongan fisiologis. Pada tingkatan ini guru mengajar untuk memenuhi kebutuhan fisik. Mengajar karena ingin mendapatkan gaji. Ini wajar saja. Dengan alasan untuk memenuhi kebutuhan pribadi dan keluarga. Namun ada yang sangat ekstrim. Yang menakar semua tenaga dan waktunya adalah uang. Terkadang tidak segan menanyakan berapa yang saya dapat dari pekerjaan itu. Atau jika saya kerjakan itu. Apa yang saya dapat. Orientasi kerja adalah uang (materi) .

Kedua, dorongan emosional. Pada level ini guru mengajar karena alasan aktualisasi diri, mengajar karena ingin mendapatkan pengakuan atau penghargaan. Mengembangkan diri karena alasan popularitas. Hebat, cerdas dan pujian lainnya adalah sanjungan yang digemari. Bahkan mungkin mengajar karena alasan cinta dan kesenangan belaka.

Ketiga, dorongan spiritual. Pada level ini guru mengajar bukan karena materi. Bukan pula karena popularitas semata. Tetapi mengajar karena dorongan ibadah. Menyampaikan kebenaran dari ayat ayat Allah. Mengabdi kepada penciptanya.

Karena itu dia bersemangat dalam mengajar. Tidak mudah mengeluh. Waktunya didesain baik agar efektif dalam mengajar. Mengapa? Karena setiap detik menit yang digunakan adalah ibadah. Guru seperti ini berupaya untuk berkonstrubusi lebih banyak. Semakin banyak berkonstribusi dalam mengajar dan mendidik semakin dia bahagia.

Sungguh bahagia guru yang bisa sampai pada level ini. Mengajar karena mengharap ridha Allah semata. Paham benar makna mengajar. (the meaning of porpuse).