Kegiatan

on 23 Februari 2021
  • Kegiatan
  • SMA Kajaolalido

OSIS SMA Islam Athirah 1 Makassar menggelar “Seminar Public Digital” secara virtual melalui aplikasi konferensi video Zoom Meeting, Jum’at (19/02/2021). Sejumlah 60 partisipan mengikuti kegiatan seminar ini. Adapun tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah agar para pengurus OSIS MPK Adratama SMA Islam Athirah 1 Makassar dapat lebih terampil dan kreatif dalam bidang publikasi maupun dokumentasi. Kegiatan seminar ini merupakan program kerja OSIS yang diselenggarakan oleh Bidang Humas dan IT Support.

Kegiatan seminar menghadirkan 2 pemateri yang merupakan alumni SMA Islam Athirah 1 Makassar. Pemateri pertama dalam kegiatan ini adalah Muhammad Rafsanjani (Digital Content Creator) alumni 2018, dan pemateri kedua yaitu Muhammad Fadel Syahnur (Founder Liv in Mille) yang merupakan alumni tahun 2019.

Dalam sambutannya sekaligus membuka secara resmi kegiatan seminar, Yusran, S.Pd., M.Pd. selaku Wakasek Kesiswaan & IT menyampaikan ucapan terima kasih dan harapannya atas terselenggaranya kegiatan ini.

"Terima kasih kepada Pengurus OSIS MPK Adratama beserta Pembina MPO yang telah menggelar kegiatan Seminar Public Digital. Kegiatan ini merupakan program baru yang luar biasa karena baru tahun ini kegiatan seminar public digital digelar oleh OSIS SMA Islam Athirah 1 Makassar,” ujar Yusran.

“Saya berharap kepada seluruh pengurus OSIS MPK Adratama setelah mengikuti kegiatan ini dari awal hingga akhir dapat memperoleh ilmu baru, serta hal-hal baru yang dapat bermanfaat baik untuk organisasi maupun untuk pribadi Ananda ke depan,” tambahnya.

Pemateri pertama Muhammad Rafsanjani membawakan materi “Basic Fotografi & Editing”. Saat ini aktivitas keseharian Rafsanjani adalah sebagai mahasiswa Universitas Hasanuddin Jurusan Teknik Lingkungan dan juga part time sebagai digital content creator. Pada bagian awal presentasinya, Rafsanjani memberikan contoh beberapa project foto yang telah dikerjakan.

Rafsanjani juga memaparkan beberapa langkah agar dalam membuat atau mencipta karya fotografi dapat tercapai sesuai dengan yang diharapkan dan mudah dipahami yaitu: (1) simplicity (kesederhanaan), (2) contrast (kuat tetapi tidak berlebihan), (3) detail (ketajaman yang sempurna), (4) form (sederhana tapi kuat), (5) motion (yang menghidupkan atau aksi), (6) spontaneity (subjek foto tampak hidup). Selain itu unsur lainnya yang harus diperhatikan yaitu: teknik, gaya, dan story. Story dalam fotografi berhubungan dengan pesan apa yang ingin disampaikan kepada pemirsa.

Sesi yang menarik dari pemateri pertama ini adalah adanya praktek foto objek dimana pemateri mempraktekkan cara pengambilan foto dan beberapa teknik yang bisa digunakan.

Pemateri kedua Muhammad Fadel Syahnur membawakan materi Kreativitas dan Publikasi Digital. Aktivitas keseharian Fadel saat ini adalah sebagai mahasiswa Design Product Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung.

Dalam paparannya, Fadel menjelaskan bahwa dengan berkreativitas dari usia muda dapat menghilangkan Quarter Life Crisis. Keadaan Quarter Life Crisis adalah fase dimana seseorang memiliki kecemasan terhadap masa depan yang dipicu dari permasalahan finansial, relasi. Adapun cara mengatasinya dengan lebih menghabiskan waktu untuk melakukan hal yang positif dan lebih berkreasi terhadap suatu karya yang di-passionate-kan.

Pada materi publikasi di dunia digital, Fadel memaparkan langkah awal yang perlu dilakukan dalam memulai membranding sesuatu.

“Sebelum membranding sesuatu kalian harus tahu: Whats your goals (apa tujuan dari subjek branding yang akan dipublikasikan ke orang lain), Whats your core value (apa inti value yang kalian mau present ke orang lain atau nilai jual yang akan diberikan ke orang lain cara publikasinya arahnya ke mana), and you have to know the routes of your publication (akar dari tujuan sebuah publikasi kalian harus tepat sasaran atau arahnya betul-betul sesuai bidang yang dijalankan),” ujar Fadel.

Pada sesi tanya jawab selain beberapa pertanyaan dari para pengurus OSIS & MPK, tidak ketinggalan para guru juga memberikan pertanyaan. Salah satu pertanyaan yang diberikan adalah bagaimana cara Fadel dalam hal manajemen waktu antara membagi waktu untuk kuliah sambil berbisnis. Jawaban yang diberikan Fadel adalah dengan tidak menunda-nunda atau tidak membuang kesempatan yang ada, karena menunda tugas pasti akan menambah pekerjaan. Memang terkadang menunda itu membuat kita nyaman, tetapi ke depannya akan membuat kita merasa tidak nyaman, dan pastinya tugas akan menumpuk.

Pada bagian akhir, Muhammad Fadel Syahnur memberikan beberapa pesan kepada para peserta, diantaranya teruslah berkarya, pintarlah mencari peluang, lakukan sesuatu hal yang passionate, dan perbanyak brainstorming.   


Penulis: Yusminiwati (Tim Humas SMA Islam Athirah 1 Makassar)