Kegiatan

on 22 Februari 2021
  • Kegiatan
  • SMA Kajaolalido

Aldian Kurnia Mansjur, siswa kelas XII MIPA 4 SMA Islam Athirah 1 Makassar menerbitkan buku pertamanya yang berjudul "How Studying Abroad Change my POV on Education". Dalam buku ini Aldian menceritakan sekaligus membagikan beberapa pengalaman sebelum mendaftar hingga terpilih dan berangkat sebagai seorang siswa pertukaran pelajar di Perancis. Aldian mengikuti program pertukaran siswa di Perancis selama 1 tahun, mulai 29 Agustus 2018 s.d 2 Juli 2019.

Aldian Kurnia Mansjur yang akrab disapa Aldian adalah putra dari pasangan Mansjur Nasir dan Umarwati Retno Sriwulan. Exchange Program/Study Abroad Program sudah melekat dan sudah menjadi budaya di keluarga Aldian. Ayah Aldian dulunya juga pernah mengikuti pertukaran pelajar di Minnesota, Amerika pada masa SMA-nya. Kakak perempuan pertama Aldian juga mengikuti program pertukaran pelajar di Jepang, kakak keduanya di Melbourne Australia, dan kakak ketiga juga di Minnesota, Amerika. Selain itu, keluarga Aldian juga sudah beberapa kali menjadi host exchange students dari beberapa negara, seperti Jepang hingga Amerika Serikat.

Kepala SMA Islam Athirah 1 Makassar Tawakkal Kahar, S.Pd., M.Pd. menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada Aldian atas keberhasilan dalam menulis buku perdananya ini.

“Mengapresiasi sangat dalam atas pencapaian ananda Aldian dalam menyusun buku yang sangat luar biasa telah mengupas tuntas perjalanan dirinya saat mengikuti kegiatan pertukaran pelajar antar negara. Semoga bermanfaat bagi pelajar-pelajar lainnya di Indonesia sebagai bahan referensi yang aktual dan tajam karena ditulis atas pengalaman serta fakta yang ia lihat dan rasakan sendiri. Selamat buat ananda Aldian, sosok pelajar yang banyak menginspirasi positif di SMA Islam Athirah 1 Makassar dalam  membangun perubahan belajar dan bangunan karakter baik. Semoga ananda terus berkarya dan berkarya,” ujar Tawakkal.

Orang tua Aldian yang diwakili oleh Ibunda tercinta, Umarwati Retno Sriwulan yang dihubungi melalui WhatsApp mengucapkan terima kasih kepada guru-guru yang turut berperan dalam menumbuhkan motivasi menulis Aldian. Sebagai orang tua, mereka selalu berupaya memberikan bimbingan dan support semaksimal mungkin terutama dalam hal penulisan buku ini.

“Siapa saja bisa menulis apalagi kalau seseorang sudah pernah ikut pendidikan di sekolah. Ada mental block yang sering menghambat sehingga niat menulis sesuatu jadi terhambat atau berhenti sama sekali. Saya yakin peranan guru di sekolah sangat berpengaruh terhadap motivasi anak muridnya untuk menulis, termasuk Aldian Kurnia Mansjur. Olehnya itu kami atas nama orang tua sangat berterima kasih dan mengapresiasi yang setinggi-tingginya. Peran kami sebagai orang tua memberikan bimbingan dan support semaksimal mungkin.”

“Sebagai penulis pemula tentunya tulisan Aldian masih jauh dari sempurna sehingga dibutuhkan masukan dan kritikan yang membangun untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Sebagaimana diketahui bahwa yang sempurna hanya kitab suci Al-qur'an yang tidak ada keraguan didalamnya. Alhamdulillah dengan semangat yang tinggi disertai usaha yang serius sehingga bukunya Aldian bisa terbit dengan segala keterbatasan. Tadinya kami ingin agar naskah dikirimkan ke penerbit sehingga editornya memperbaiki sesuai dengan aturan baku, tetapi Aldian lebih suka kalimatnya sendiri sesuai dengan ekpresinya. Menurut saya, yang penting informasi  bisa sampai ke pembaca.”

“Dengan membaca buku tersebut diharapkan jadi panduan buat siswa-siswi yang tertarik mengikuti Program Pertukaran Siswa Pemuda atau Rotary Youth Exchange dari Rotary International, ataupun Program Pertukaran lainnya. Sebagai Duta Kecil Indonesia yang telah membawakan pesan perdamaian dan persahatan antar negara, tentunya pengalaman dan kesan serta tantangan yang dituliskan akan sangat bermanfaat terutama bagaimana menjadi anak yang independen, bagaimana belajar budaya dan bahasa yang berbeda sehingga bisa beradaptasi dengan cepat. Buku ini bisa memberi contoh bagi teman-temannya agar  memahami pentingnya kesadaran literasi  yang dapat menumbuh kembangkan budaya membaca dan menulis. Aldian adalah bagian dari upaya “Membangun Generasi Cerdas Indonesia Melalui Pembiasaan Menulis,” ungkap Ibunda Aldian.

Wali kelas Aldian di kelas XII MIPA 4, Moh. Radi, S.Pd. mengungkapkan rasa syukur dan bangga atas buku yang ditulis oleh Aldian.

“Alhamdulillahirabbil alamin, suatu kebanggaan tersendiri, karena lewat pengalaman yang dilaluinya, ananda berhasil menuangkannya dalam sebuah buku. Ini sebuah prestasi yang saya rasa tidak semua siswa bisa melakukannya. Saya selaku tenaga pendidik sangat menyarankan agar buku ini bisa menjadi salah satu referensi bagi siswa-siswa yang memiliki keinginan untuk mengikuti pertukaran pelajar, karena buku ini mengulas banyak hal, termasuk suka duka, dan fenomena yg dialami selama menjadi siswa exchange. Harapan saya, semoga buku ini bukan yang pertama dan terakhir, tapi kedepannya akan ada edisi-edisi berikutnya yang bisa memberi manfaat buat kita semua. Selamat sekali lagi buat ananda Aldian,” ungkap Radi.

Berikut ini hasil wawancara penulis dengan Aldian melalui WhatsApp:

Apakah ini buku perdana dari Aldian?

Aldian: Alhamdulillah, buku saya yang berjudul "How Studying Abroad Change my POV on Education" merupakan buku pertama yang saya tulis.

Kapan ada keinginan untuk menulis buku ini?

Aldian: Keinginan saya untuk menulis buku ini muncul ketika saya menyelesaikan tahun pertukaran saya di Perancis.

Inspirasi judul buku ini dari mana? 

Aldian: Judul buku ini terinspirasi dari diri saya sendiri, yang menurut saya telah mengalami beberapa perubahan terutama di pola fikir dalam pendidikan/pembelajaran.

Apa yang Aldian lakukan pertama kali sebelum memulai menulis buku? Membuat outline terlebih dahulu, atau ada cara lain?

Aldian: Selama menjalankan tahun pertukaran saya di Perancis, saya memiliki blog kecil-kecilan di platform Instagram. Saya selalu mengabadikan moment-moment penting di blog tersebut dengan mengupload foto beserta garis besar kejadian yang saya alami di hari tersebut.

Bagaimana dukungan ortu terhadap ide Aldian untuk menulis buku?

Aldian: Orang tua sangat mendukung terhadap minat hingga proses saya dalam membuat buku ini.

Kesulitan terbesar apa yang Aldian hadapi saat menulis buku? Bagaimana cara mengatasinya?

Aldian: Kesulitan yang saya hadapi ketika menulis buku ini adalah pada saat saya harus membagi waktu saya dengan baik untuk sekolah, bimbingan, organisasi, dan juga kesibukan lain di luar sekolah. Cara mengatasinya dengan cara mengatur waktu/time management dengan baik.

Saran apa yang Aldian bisa berikan untuk para pelajar yang juga ingin berkarya dengan cara menulis buku tapi belum memulainya?

Aldian: Saran saya bagi pelajar/pemuda lain yang juga berminat untuk berkarya dengan cara menulis ialah dengan cara memulai saja terlebih dahulu. Tulis sesuatu yang sangat familiar dan yang kalian kuasai. Jika kalian memulai dan berusaha, InshaAllah kedepannya akan dimudahkan.

Di bagian akhir bukunya, Aldian yang juga merupakan mantan Ketua OSIS SMA Islam Athirah 1 Makassar periode 2019/2020 berharap dengan terbitnya buku ini dapat memotivasi siswa lainnya untuk keluar dari zona nyaman dan mencoba hal-hal baru yang dapat bermanfaat. Sehingga Indonesia akan memiliki lebih banyak lagi penerus bangsa yang berkualitas.


Penulis: Yusminiwati (Tim Humas SMA Islam Athirah 1 Makassar)