Berita

on 27 November 2020
  • Berita
  • SD Bukit Baruga

SD Islam Athirah 2 Makassar selalu memiliki strategi unik dalam pembelajaran. Salah satunya adalah virtual trip. Strategi pembelajaran ini bisa jadi adalah hal yang baru dalam dunia pendidikan, utamanya di era new normal. Meskipun demikian, hal tersebut tetap tidak bisa menggantikan pengalaman ketika field trip berwisata dan mengambil pelajaran langsung ke tempatnya.

Digelar pada hari Jumat (27/11/20) yang penuh berkah melalui aplikasi google meet, virtual trip dipandu oleh master ceremony Nadhirah Aghniya, salah satu siswi kelas III SD Islam Athirah 2 Makassar. Kemudian dilanjutkan pembacaan QS. Al-Kahfi dan terjemahan oleh siswa. 

Wakil kepala sekolah bidang kurikulum, Taswil Mardi, S.Pd., sekaligus membuka kegiatan ini dengan membangun semangat siswa melalui yel-yel “Athirah…Anggun…Unggul…Cerdas!”. Beliau melanjutkan bahwa sebelum masa pandemi, kita sering mengadakan field trip ke tempat yang menyenangkan dan dapat menambah ilmu pengetahuan. Namun pada hari ini, field trip kita adakan melalui virtual, semoga tidak mengurangi semangat ananda semua.

Muliati, S.Pd., salah satu wali kelas III, turut menyampaikan tujuan khusus dalam virtual trip ini adalah mengajak siswa mengenal alam sekitar dan ciptaan Allah lainnya yang mengagumkan sehingga tumbuh rasa syukur atas karunia Allah. Hal ini pun sejalan dengan beberapa materi terkait pembelajaran tematik.

Berlatar lokasi di Malino, Kabupaten Gowa,  virtual trip dimulai oleh aktivitas senam bersama yang dipimpin oleh Ade Bagus Putra, S.Pd. Terlihat siswa begitu semangat mengikuti gerakan yang dicontohkan. Perjalanan selanjutnya, kita dibawa mengunjungi kebun stroberi oleh Insana Pertiwi, S.Pd. ,M.Pd. Disana kita diajak mengenal ciri, fungsi, dan cara berkembang biak stroberi. Tidak hanya itu, kita berkesempatan untuk memetik buah stoberi, dimana tiap stroberi dihargai Rp1.000/buah. Siswa yang melihat seakan ingin ikut memetik stroberi tersebut.

Perjalanan ketiga, kita akan dibawa oleh Suryani, S.Pd. ke Malino Highland yang merupakan salah satu tujuan wisata favorit bagi wisatawan. Setelah membeli tiket, kita akan menelusuri perjalanan masuk yang menyuguhkan pemandangan yang sangat sejuk. Tidak hanya pemandangan yang memukau, di dalam Malino Highland juga terdapat kebun binatang dan kebun bunga yang secara tidak langsung mengajarkan tentang keragaman hewan dan tumbuhan sebagai bagian dari ciptaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Tak jauh dari Malino Highland, terdapat puncak wisata. Tempat ini menjadi latar yang sangat indah dimana Masniati, S.Pd., guru Bahasa Inggris, mengajak siswa melihat pemandangan serta bangunan yang ada di sekitar puncak dengan penjelasan terkait materi preposition. 

Keseruan virtual trip kita berlanjut ke Lembanna, salah satu wilayah perkemahan dan pendakian di kaki Gunung Bawakaraeng. Ketika masuk Lembanna, kita akan disuguhi perkebunan milik warga yang membentang sangat luas dan indah. Kita bisa berbelanja sayur dengan memetik langsung dari kebunnya. Alhamdulillah, Muliati, S.Pd. berkesempatan untuk mewawancarai salah satu pemilik kebun yang bernama Pak Alimin. Kebetulan saat itu Pak Alimin sudah saatnya memanen tanaman wortel di perkebunannya yang seluas 1,8 hektar. Selain wortel, Pak Alimin juga menanam kentang, daun bawang, dan kol. Masya Allah, banyak sekali pengetahuan baru yang kami peroleh dari wawancara tersebut.

Pada akhir virtual trip, kami meminta siswa menuliskan informasi dari berbagai materi yang telah disimak. Kami juga memberikan reward bagi siswa yang memiliki catatan informasi terbaik. Besar harapan kami bahwa virtual trip ini mampu menambah rasa syukur atas ciptaan Allah, memberikan pengetahuan baru bagi guru dan siswa, serta membuat siswa merasa bahagia belajar dari rumah. “Terima kasih ummi, virtual trip ini sangat keren”, ungkap salah satu orang tua siswa. 


Penulis: Insana Pertiwi