Kegiatan

on 21 November 2020
  • Kegiatan
  • SMP Kajaolalido

Oleh Suci Ramli (Karyawan SMP Islam Athirah 1 Makassar)

Orang tua menjadi faktor terbesar yang menentukan sikap dan kondisi psikologi anak. Hilangnya figur orang tua disebabkan oleh 2 faktor yaitu : 

  1. Orang tua yang berwatak keras.
  2. Orang tua yangg tidak pernah/jarang hadir dalam kehidupan keseharian anaknya.

Contoh dari orang tua yang keras kepada anak adalah, sering membentak dengan kalimat-kalimat yang menyakiti dan menghakimi. Sedangkan contoh orang tua yang tidak pernah /jarang hadir dalam kehidupan keseharian anak yaitu,  orang tua yang sibuk bekerja. Terkadang pergi pagi-pagi, lalu pulang larut malam.  Selain itu, orang tua yang bertugas hingga hanya dapat pulang 1 atau 2 kali dalam setahun.

Hal ini membuat kehadiran orang tua tidak dirasakan oleh anak. Padahal anak membutuhkan hubungan yang hangat disertai bahasa cinta, baik secara verbal maupun secara sentuhan fisik (pelukan). Ada beberapa kasus,  akibat dari kurangnya figur orang tua terhadap kondisi psikologis anak. Kasus yang sering kita jumpai di zaman modern ini yaitu : 

  1. Seorang anak perempuan kurang menerima figur ayah. Hal ini dikarenakan, baginya sosok ayah selalu melukai. Akibatnya perempuan- perempuan tersebut sulit menjalin hubungan dengan lawan jenis.
  2. Seorang perempuan lebih mudah jatuh cinta kepada pria dewasa yang  memiliki sifat kebapakan. Hal ini  dapat diartikan perempuan ini merasa haus akan rasa sayang, terlebih dari seorang ayah.  Ia mencari figur ayah yang hilang dari masa kecilnya.
  3. Beberapa kasus "mudah jatuh cinta" dialami oleh perempuan dan laki-laki,  yang kekurangan figur orang tua pada masa kecilnya. Sehingga sang anak berusaha mengisi ruang jiwanya yang kosong. Padahal seharusnya ruang jiwa yang kosong anak ini diisi oleh kasih sayang kedua orang tua.

Demikianlah tulisan "Hilangnya Figur Orang Tua" kali ini. Semoga dapat bermanfaat bagi saya pribadi, apalagi pada semua orang.