Berita

on 29 Agustus 2018
  • Message of the Director

Dalam kehidupan yang penuh dengan ketidak pastian ini, banyak manusia yang terlena dengan kesibukannya, urusan pekerjaannya, hobbinya, dan lainnya sehingga terkadang lupa dengan seruan Allah dan Rasul-Nya,

bahkan terkadang mereka tidak menyadari bahwa yang mereka ikuti adalah seruan atau tipu daya Setan. Perlu kita ketahui bahwa seruan Allah dan Rasulnya itu berupa perintah dan larangan Nya, sebagaimana firman Allah “Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah seruan Allah dan Rasul, apabila dia menyerumu kepada sesuatu yang memberi kehidupan kepadamu dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah Membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nya-lah kamu akan dikumpulkan”.(QS. Al-Anfal : 24) sedangkan seruan Setan itu merupakan langkah-langkah (Khutuwaat) tipu daya Setan yang dapat menjerumuskan kita kepada perbuatan keji dan munkar sebagaimana firman Allah swt “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Barangsiapa mengikuti langkah-langkah setan, maka sesungguhnya dia (setan) menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan mungkar. (QS.An Nur : 21).

Banyak diantara manusia sebagai hamba Allah swt tidak menyadari pentingnya sebuah perintah dan larangan Allah dan Rasul-Nya dalam kehidupan mereka, mengerjakan sebuah perintah itu wajib dilaksanakan sesuai kesanggupan kita, sedangkan menjauhi larangan itu wajib dilaksanakan dalam situasi dan kondisi apapun yang menyertai kita tanpa ditawar-tawar lagi. 

Dalam aktivitas pembelajaran di sekolah seharusnya konsep perintah dan larangan Allah dan Rasul-Nya itu harus menjadi sebuah perinsip dan keteladanan kita kepada peserta didik kita, misalnya dalam hal pergaulan sehari-hari kita, bagaimana akhlak anak terhadap orang tua, akhlak siswa terhadap guru, adab-adab ketika di Masjid, di Kantin, di Kelas dan sebagainya, hal-hal seperti itu harus dipahamkan kepada peserta didik kita, yang mana diperintahkan Allah dan Rasul-Nya dan yang mana menjadi laranganya.

Ada yang menarik dari ayat pertama diatas, bahwa prilaku manusia yang tidak memperhatikan perintah dan larangan Allah dan Rasul-Nya, akan berpengaruh kepada hati seseorang, yaitu “Allah membatasi antara manusia dan hatinya”, maksudnya ialah ketika manusia tidak peduli dengan perintah (enggan mengerjakannya) bahkan yang dikerjakan justru larangan Allah dan Rasul-Nya, maka pengaruhnya adalah hati seseorang semakin tertutupi oleh noda-noda kotoran (dosa), itulah sebabnya dalam sebuah hadis dikatakan “Seorang hamba apabila melakukan suatu kesalahan, maka deberikan dalam hatinya sebuah titik hitam dan apabila ia meninggalkannya dan meminta ampun serta bertaubat, hatinya dibersihkan dan apabila ia kembali maka ditambahkan titik hitam tersebut hingga menutup hatinya dan itulah yang diistilahkan “Ar Raan” yang Allah sebutkan dalam al-Qur’an Surah Al-Mutaffifiin : 14 “sekali-kali tidak, hati mereka tertutup akibat perbuatan mereka.”

Itulah sebabnya dalam konsep pendidikan tidak boleh ada pembiaran terhadap prilaku yang menyimpan oleh peserta didik kita, karena ketika suatu pelanggaran yang dilakukan oleh peserta didik yang dikerjakan secara berulang-ulang tanpa ada teguran atau peringatan dari guru, maka perbuatan itu akan membentuk sebuah pembiasaan, dan pembiasaan itu menjadi sebuah karakter buruk dan lambat laun hati pelakunya semakin keras dan susah untuk dirubah.

Oleh karena itu, konsep perintah dan larangan Allah dan Rasul-Nya seharusnya menjadi sebuah sistem dalam proses pendidikan di sekolah, peserta didik harus sejak dini diajarkan dan diperkenalkan secara rinci dan detail tentang perintah dan larangan Allah dan Rasul-Nya yang terkait, baik dalam kehidupan pribadi peserta didik maupun dalam kehidupan sosialnya, baik itu terkait dengan hubunganya kepada Allah maupun terkait hubungannya kepada sesama manusia. 

Semoga bermanfaat …

Makassar, 12 Agustus 2018