Berita

on 12 November 2019
  • Message of the Director

Setiap tahun di tanggal 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan. Juga disertai dengan penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada para tokoh pejuang kemerdekaan.

Pada tahun ini diberikan kepada 6 tokoh dari Jawa, Sumatra dan Sulawesi.

Mereka diberi gelar pahlawan karena telah berjuang dan berkorban dengan penuh keikhlasan untuk bangsa dan negara. Juga perilaku mereka yang dapat menjadi teladan karena memiliki integritas dan keteguhan sehingga terus berjuang meskipun mendapatkan tekanan dan godaan.

Dalam hidup ini ada dua modus yang selalu muncul yaitu menerima (take) dan memberi (give). Umumnya manusia memberi dan menerima. Tapi ada juga yang benyak memberi dan jarang menerima. Bahkan segalanya diberikan untuk bangsa dan negara. Harta, jiwa dan raganya sampai mereka gugur dalam perjuangan. Itulah para pahlawan.

Ada juga manusia yang banyak menerima atau mengambil sampai merugikan orang lain. Mengambil yang bukan haknya seperti para koruptor. Tanpa merasa bersalah mengambil uang rakyat untuk kepentingan pribadi dan golongan.

Tentu kita tidak ingin seperti koruptor. Kita ingin seperti pahlawan. Bangsa ini jika ingin maju maka harus mengurangi para koruptor dan menambah pahlawan. Sejalan dengan ungkapan John F.Kennedy "jangan tanyakan apa yang negara berikan padamu tapi tanyakan apa yang berikan kepada negaramu".

Semangat memberi. Itulah karakter utama para pahlawan. Dalam kehidupan ada banyak pahlawan yang memiliki semangat ini. Di rumah tangga ada para ibu. Di sekolah ada bapak dan ibu guru. Di pesantren dan madrasah apa para ustadz/ustadzah dan kiyai.

Para ibu menjadi pahlawan bagi anak-anaknya karena "hanya memberi tak harap kembali bagai sang surya menyinari dunia" seperti syair lagu Kasih Ibu. Para guru menjadi pahlawan karena mendidik dengan penuh kasih sayang meskipun bukan anak kandungnya.

Para dokter juga dapat menjadi pahlawan karena membantu mengobati pasien tanpa pamrih meskipun bukan keluarganya. Semua dilakukan karena dorongan kemanusiaan untuk menolong sesama. 

Para pemimpin, pejabat, Aparatur Sipil Negara, anggota Dewan juga bisa menjadi pahlawan karena semangat melayani dan membimbing masyarakat menjadi sejahtera lahir dan batin. Mengawal program pembangunan dan menggunakan dana APBD dan APBN secara efektif efisien sehingga berdampak bagi peningkatan kesejahteraan rakyat.

Siapapun di negeri ini bisa menjadi pahlawan jika memiliki semangat juang dan memberi kepada orang lain. Melalui jalur manapun, negeri, swasta dan masyarakat, asalkan mind set awalnya apa yang bisa saya berikan bukan apa yang saya dapatkan. Selamat berjuang menjadi pahlawan.