Kegiatan

on 17 September 2019
  • Message of the Director

Manusia adalah apa yang dikenang oleh orang lain setelah ia meninggal dunia. Demikian seorang ulama menyampaikan definisi yang berbeda tentang manusia. 


Definisi ini relevan dengan kejadian pasca wafatnya BJ Habibie. Selama beberapa hari di media sosial, elektronik dan media massa kenangan kebaikan yang banyak muncul.

Manusia dalam menjalani kehidupannya ada dua jalan yaitu kebaikan dan keburukan. Manusia bebas memilih ingin menempuh jalan yang mana. 

Apapun jalan yang dipilih akibatnya kembali kepada dia. Jika ia menempuh jalan kebaikan maka akan menjadi tabungan jiwa positif. Hidupnya akan bahagia, banyak juga mendapat kebaikan dan jika ia meninggal menjadi kenangan yang baik bagi orang lain.

Kehidupan BJ Habibie yang penuh inspirasi dapat menjadi potret dan pelajaran. Kepedulian pada pengembangan SDM,  penguasaan teknologi demi kemandirian bangsa terus menggelora di jiwa banyak orang yang memiliki ide dan kepedulian yang sama.

Habibie juga ingin SDM Indonesia seimbang iptek dan imtak. Menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi tapi juga beriman dan bertakwa. Menjadi manusia yang unggul tapi juga peduli dan berbakti. 

Meskipun BJ Habibie telah tiada, tapi cita-citanya tidak pernah mati. Ada banyak orang yang terus berjuang mewujudkannya. Mereka menjadi pembawa lampu harapan di tengah kegelapan problema bangsa.

Bagi kita yang masih hidup tentu ingin saat meninggal dunia juga menjadi kenangan yang baik. Caranya hanya satu, mari jalani hidup dengan baik. Tebar manfaat kepada sesama. Jauhi perbuatan yang merugikan orang lain. 

Mari introspeksi diri. Jika selama ini masih dalam jalan kegelapan dan keburukan segera kembali ke jalan yang benar. Mumpung masih ada waktu. Jangan sampai menyesal karena terlambat bertaubat.