Berita

on 02 September 2019
  • Message of the Director

Secara garis besar  pengertian hijrah dapat dibagi dua. Hijrah fisik dan hijrah maknawi.

Hijrah secara fisik adalah berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain. Seperti yang telah dilakukan oleh Nabi Muhammad saw bersama sahabatnya. Berpindah dari Mekkah ke Madina. 

Sedangkan dalam pengertian maknawi. Hijrah dapat diartikan  perubahan pola pikir dari "dominasi intelegensi pikiran ke intelegensi hati".

Kebahagian adalah impian semua orang. Ukuran kebahagian biasanya adalah materi, jabatan dan lainnya. Umumnya orang bekerja keras dan menggunakan seluruh pikirannya untuk meraihnya. Namun setelah didapat, ternyata kebahagian itu terkadang tidak ditemukan. Yang ada adalah ketidak tenangan atau kegelisahan. Bahkan sering sejengkal kesuksesan memberi ruang yang menganga dengan rusaknya hubungan kemanusian. Karena mungkin dicapai dgn cara curang atau menyakiti org lain. 

Namun pada intelegensi hati. Kita bekerja tidak hanya kerja keras dan kerja cerdas tetapi bekerja dengan hati. Bekerja dengan hati artinya mengerjakan sesuatu dengan ikhlas. Banyak yang salah kafrah bahwa kerja ikhlas itu lamban. Karena identik dengan fokus, sabar dan syukur. Padahal justru dengan bekerja ikhlas  kesuksesan mudah diraih. Karena ikhlas dapat memberi energi positif. Sehingga bersungguh sungguh dan lebih fokus dalam bekerja. Bahkan ikhlas membuat seseorang tdk mudah putus asa dan tidak curang (good integrity). Karena yakin bahwa dia akan mendapatkan kekuatan dari yang Maha Kuat dan Maha Halus (latief).

Ada sebuah cerita "Dibawah pohon besar, rindang  dan menjulang tinggi. Seorang anak bertanya kepada gurunya. "pak guru darimana asalnya pohon besar ini". Pak guru kemudian menyuruh anak itu mengambil satu buah kering yang banyak berserak di bawah pohon itu. Lalu pak guru mengatakan "dari sinilah asal pohon besar ini". Kemudian pak guru mengajak anak itu membelah buah itu. Setelah ditemukan bijinya. Guru menyuruh anak itu membelah lagi. Namun setelah dibelah hingga menjadi bagian yang sangat kecil, ternyata tidak ditemukan sesuatu dalam biji itu. 

Pak guru mengatakan, "ternyata pohon besar yang nampak di depan mata ini. Asalnya dari sesuatu yang "tidak terlihat"

Cerita ini berkaitan erat dengan "teori fisika quantum". Pada fisika quantum. Bagian terkecil suatu benda adalah molekul. Bagian terkecil molekul adalah atom. Bagian terkecil atom adalah partikel. Bagian terkecil partikel adalah quanta. Quanta ini sangat halus bahkan "tidak terlihat"  namun "memiliki vibrasi energi yang cerdas dan kuat".   Dari unsur quanta inilah asal semua benda yang tampak. 

Sesuatu yang tidak tampak dan sangat halus itu. Jika di kaji lebih dalam dan lebih dalam lagi. Dia adalah  Allah yang Maha Halus yang tidak dapat dilihat oleh mata manusia (QS. Al An'am.103).

Apa maknanya? Maknanya adalah jika semua yang nampak ini (materi, jabatan, nilai UN dan PTN) asal muasalnya  dari yang tidak terlihat. Maka sebaiknya dalam meraihnya tidak hanya mengandalkan kekuatan tenaga ataupun pikiran saja. Tetapi juga mengandalkan kekuatan hati. Kekuatan yang dapat mendatangkan "kekuatan" dari yang Maha Lembut dan Maha Mengetahui (QS. Al Mulk. 14).Wallahu a'lam bisshawab. 

Selamat Tahun Baru Hijriah 1441

Makassar, 2 September 2019/2 Muharram 1441


Patris Hasanuddin