Kegiatan

on 14 Mei 2019
  • Message of the Director

Renungan 8 Ramadhan 1440 H

Pernah lihat doger monyet? monyet yang dilatih untuk atraksi diiringi gendang dan musik.

Beragam atraksi mulai bersepeda, jadi tentara dan juga shalat. Iya, monyet ini membuka sajadahnya dan melakukan gerakan shalat berdiri lalu sujud. 

Lebih lanjut manusia dengan kecerdasannya bisa membuat robot yang bergerak sendiri. Bisa menari, mengangkat barang dan juga bisa shalat satu rakaat lengkap dari awal sampai akhir.

Apakah monyet dan robot dapat pahala karena shalat? Tentu saja tidak karena mereka hewan dan robot. Bukan manusia. 

Bagaimana dengan anak-anak balita yang juga bisa shalat? Apa juga tidak dapat pahala? Ya, tidak dapat pahala karena apa yang dilakukannya hanya ikut-ikutan saja tanpa ada kesadaran.

Ibadah shalat agar dapat diterima selain memiliki amalan raga juga butuh amalan jiwa atau hati. Monyet, robot dan anak-anak melakukan shalat hanya amalan raga saja tanpa amalan jiwa. Jadi ia hanya gerakan yang tidak jauh beda dengan olahraga.  

Hati-hati, seluruh ibadah jika ingin diterima harus punya amalan jiwa. Komponen pertama amalan jiwa adalah niat semata-mata karena Allah. Shalat, puasa, zakat, haji sebagai ibadah khusus semua harus niat lillahi ta'ala. 

Komponen kedua dari amalan jiwa atau hati yaitu merasakan pengawasan atau keberadaan Allah. Shalat yang ihsan jika kita merasa 'melihat' Allah. Jika kita tidak dapat 'melihat'nya maka yakinlah bahwa Allah Melihat kita.

Puasa pun demikian. Tidak semata amalan raga dengan tidak makan dan tidak minum tapi juga harus ada amalan jiwa atau hati dengan merasakan Allah Maha Melihat sehingga tidak berani melanggar larangan puasa. 

Juga ditambah membangun rasa empati dengan menghayati rasanya menjadi orang lapar. Harapannya muncul kepedulian kepada orang yang tidak mampu.

Zakat, infak dan shadaqah pun demikian. Punya amalan jiwa atau  hati yaitu empati dan keinginan untuk memajukan orang lain. Juga amalan seperti zikir tidak semata ucapan kalimat thayyibah. Tapi juga harus ada rasa cinta, takut dan harap kepada Allah.

Demikianlah seluruh amalan ibadah baik yang khusus ataupun yang umum punya amalan raga dan jiwa. Bekerja setiap hari jangan hanya sebagai amalan raga datang ke kantor mengerjakan tugas. Tapi juga masukkan niat ibadah dengan maksud sebagai persembahan kepada Allah. Lakukanlah yang terbaik karena Allah Maha Baik dan suka dengan yang terbaik.