Kegiatan

on 13 Mei 2019
  • Message of the Director

Renungan 7 Ramadhan 1440 H

Haji Umar menceritakan di mushalla Al Ukhuwah tiap jumat ada yang mengantar makanan kue untuk jamaah yang disajikan setelah shalat jumat. Setiap ditanyakan dari siapa, pengantarnya berucap "rahasia,

ini pesan dari bapak". 

Tak terasa sudah berjalan dua tahun. Akhirnya jumatan terakhir sebelum puasa siapa 'bapak' itu terkuak. Pengantar makanan mau membuka rahasia. Dia berucap "karena bapak yang selama ini pesan kue untuk jamaah sudah meninggal maka saya mau sampaikan siapa namanya. Dia adalah Pak Suhel". 

Pak Umar kaget sekali. Ternyata donaturnya selama ini Pak Suhel yang hampir tiap hari datang shalat berjamaah dan duduk di shaf depan. Selepas magrib sambil menunggu isya atau selepas subuh sambil menunggu matahari terbit bersama sama mengaji tadarus Al Qur'an. 

Pak Suhel Pulubuhu yang juga adik kandung Prof. Dwia Rektor Unhas sekarang telah wafat pada hari Selasa 5 hari sebelum bulan Ramadhan. Dia dikenal sebagai pribadi yang ramah, rajin beribadah. Ternyata juga dermawan tapi rahasia hingga dua tahun tak ketahuan oleh jamaah.

 Amalan rahasia merupakan sunnah nabi Muhammad SAW dan para sahabat. Mereka punya beberapa amalan yang tidak ingin diketahui oleh orang lain. Tidak ingin publisitas karena amalannya. Bukankah Nabi pernah bersabda "tangan kanan memberi tapi tangan kiri tidak tahu". 

Tentu tidak semuanya juga disembunyikan. Malah banyak amalan Nabi yang harus ditampakkan karena menjadi contoh. Ditampakkan juga untuk memotivasi agar orang lain berbuat yang sama. Pernah Rasulullah membuka lelang sumbangan untuk membantu sahabatnya yang miskin. 

Pernah juga dilakukan penggalangan dana untuk jihad fii sabilillah. Umar menginfakkan setengah hartanya. Tiba-tiba datang Abu Bakar menginfakkan seluruh hartanya. Saat ditanya oleh Rasulullah "apa yang kau tinggalkan untuk keluargamu". Dengan penuh keyakinan Abu Bakar menjawab "Allah dan Rasul Nya".

Bulan Ramadhan dengan ibadah puasa setiap hari adalah latihan harian amalan rahasia. Hanya diri sendiri dan Allah yang Tahu bahwa kita sedang berpuasa. Bisa saja kita berbohong kepada orang lain. Mengaku berpuasa padahal diam-diam makan dan minum di dalam kamar. Lalu ke luar pura pura lemas karena haus dan lapar.

Amalan rahasia puasa bertujuan untuk melatih kejujuran dan keikhlasan kepada Allah. Tidak peduli dengan penilaian manusia. Juga melatih muraqabatullah, merasakan Pengawasan Allah. Allah Maha Melihat segala yang kita lakukan. Jika ini sudah tumbuh dalam diri maka kita akan terhindar dari segala perbuatan keji dan mungkar. 

Selamat berlatih amalan rahasia. Semoga menjadi manusia yang jujur, ikhlas dan jauh dari perbuatan dosa.