Berita

on 26 Maret 2019
  • Message of the Director

Oleh Tawakkal Kahar

Setiap menjelang tahun ajaran baru dalam kalender akademik, para orang tua sudah mulai sibuk dalam melirik sekolah untuk putra-putri tercintanya. Walaupun semua sekolah bersamaan membuka pendaftaran di akhir tahun ajaran namun sebagian orang tua yang punya kepedulian tinggi akan pendidikan untuk anak tercintanya pasti tetap mengalami kegalauan. 

Betapa tidak, hal terpenting sebagai bentuk keputusan monumental yang kedua dalam kehidupan sebagai orang tua baru (baca; pengantin baru) setelah memutuskan  untuk segera memiliki  momongan dengan pasanganya adalah memutuskan untuk memilih sekolah yang terbaik untuk putra-putrinya. Secara hakekat keputusan ini sangat urgen karena dengan pilihan sekolah terbaik dan tepat, putra-putri kita telah ditempatkan pada jalur pendidikan yang akan membawa dirinya kelak menjadi cerdas secara akademik dan cerdas secara akhlak.  Selain itu pilihan pendidikan yang berkualitas dan menjanjikan keberhasilan, kelak bisa bermanfaat untuk orang banyak dan mengantarkan orangtuanya masuk surga.

Menurut Sudarwan Danim, Beberapa hal yang layak dieksplorasi para orang tua dalam memilih sekolah  terbaik di antaranya : 

1. Bagaimana cara sekolah mencapai Visi dan Misi yang telah dicanangkan. 

2. Apakah ada jaminan kualitas dari sekolah sehingga anak didiknya mencapai visi dan misi yang dicita-citakan?

3. Apakah sekolah memiliki SOP yang berlaku dan mengalami revisi sesuai kebutuhan? 

4. Bagaimana masing-masing peran Guru, Pimpinan Sekolah dan Pengelola dalam mencapai kualitas pendidikan bagi peserta didik?

5. Adakah proses pengembangan dan peningkatan prestasi kerja Guru yang berkesinambungan dan berkelanjutan? 

6. Adakah hasil-hasil riset yang dikembangkan di sekolah?

7. Apakah fasilitas yang ada berhasil dikelola untuk sebesar-besarnya bagi peningkatan kualitas anak didik dan kreatitias para Guru?  

8. Berapa persen siswa yang berprestasi secara akademik maupun non akademik? 

Diskursus sekolah swasta terbaik, adalah fenomena menarik untuk di telaah secara teoretik. Betapa tidak, di tengah menjamurnya sekolah-sekolah swasta dengan made in lokal, made in Indonesia, dan made in Luar Negeri   telah memberikan warna pilihan bagi masyarakat khususnya orang tua untuk memilih yang tepat untuk putra-putrinya. Walaupun demikian, Athirah sebagai sekolah umum swasta yang berciri Islam telah membuktikan diri sebagai sekolah yang berpengalaman dengan usia yang cukup dewasa di 35 tahun usianya sekarang ini. Orang tua yang paham betul hakekat perjuangan dan semangat kelembagaan yang dibangun di sekolah ini, telah menempatkan sekolah ini sebagai sekolah terbaik bagi diri dan keluarganya. 

Pertanyaan yang menarik, untuk ditelaah lebih lanjut adalah “mengapa memilih Athirah? 

Hasil survey Humas Athirah tahun 2017 dengan responden para orang tua siswa dan calon orang tua siswa, hasilnya cukup mengejutkan.  Alasan utama memilih sekolah ini adalah karena program keagaamaan khususnya pembangunan akhlak dan hafalan Al-Qur’an. Mendukung kegiatan itu maka dilahirkan program tahfidz, tahsin dan tadabbur Al-Quran sebagai program unggulan. Selain itu pembinaan kedisiplinan dan penegakan sholat berjamaah cukup kuat di tingkat akar sampai puncak (baca; peserta didik, guru, dan pimpinan). 

Selain itu Sekolah Athirah akan tetap mengedepankan layanan belajar yang berkualitas sehingga harapannya kedepan adalah output yang punya kapasitas akademik serta pemahaman keagamaan yang kuat. 

Edward Sallis menempatkan 13 hal yang harus dimiliki lembaga pendidikan yang berkualitas.

1. Sekolah berfokus pada pelanggan, baik pelanggan internal maupun eksternal.

2. Sekolah berfokus pada upaya untuk mencegah masalah yang muncul, dengan komitmen untuk bekerja secara benar dari awal.

3. Sekolah memiliki investasi pada sumber daya manusianya, sehingga terhindar dari berbagai “kerusakan psikologis” yang sangat sulit memperbaikinya.

4. Sekolah memiliki strategi untuk mencapai kualitas, baik di tingkat pimpinan, tenaga akademik, maupun tenaga administratif.

5. Sekolah mengelola atau memperlakukan keluhan sebagai umpan balik untuk mencapai kualitas dan memposisikan kesalahan sebagai instrumen untuk berbuat benar pada masa berikutnya.

6. Sekolah memiliki kebijakan dalam perencanaan untuk mencapai kualitas, baik untuk jangka pendek, jangka menengah maupun jangka panjang.

7. Sekolah mengupayakan proses perbaikan dengan melibatkan semua orang sesuai dengan tugas pokok, fungsi dan tanggung jawabnya.

8. Sekolah mendorong orang dipandang memiliki kreativitas, mampu menciptakan kualitas dan merangsang yang lainnya agar dapat bekerja secara berkualitas.

9. Sekolah memperjelas peran dan tanggung jawab setiap orang, termasuk kejelasan arah kerja secara vertikal dan horizontal.

10. Sekolah memiliki strategi dan kriteria evaluasi yang jelas.

11. Sekolah memandang atau menempatkan kualitas yang telah dicapai sebagai jalan untuk untuk memperbaiki kualitas layanan lebih lanjut.

12. Sekolah memandang kualitas sebagai bagian integral dari budaya kerja.

13. Sekolah menempatkan peningkatan kualitas secara terus menerus sebagai suatu keharusan

Mengukur yang dikemukakan Sallis diatas, maka Sekolah Islam Athirah telah mengintegrasikan dalam Strategi Map dan KPI (Key Performa Indikator) sehingga dapat terpetakan harapan target customer, yang kemudian dibuat program aksi di internal bussines proses (IBP). Namun itu belum cukup perlu juga Learning and Growth serta Finacialnya sebagai daya dukung yang maha penting juga.

Sekolah yang lahir dari yayasan keluarga Pak Hadji Kalla dan Ibu Hadjah Athirah, dimana semasa hidupnya mendambakan punya sekolah dengan layanan pendidikan bermutu dibarengi iman dan taqwa. Mimpi besar  itu diwujudkan kemudian Bapak Jusuf Kalla. Sehingga di tahun 1984 Perguruan Islam Athirah berdiri kokoh di jantung kota Makassar (Ujungpandang kala itu). Sekolah ini terus berkembang dan membangun sekolah di Bukit Baruga dan Bone. Sebagai bentuk tuntutan zaman akhirnya Perguruan Islam Athirah diganti nama menjadi Sekolah Islam Athirah yang masih tetap berdiri kokoh sebagai naungan dalam mendidik anak bangsa. Walaupun yayasan keluarga, tapi pengelolaannya sangat modern dan profesional, sehingga membuat sekolah ini mampu bertahan dan berkembang serta kepercayaan masyarakat tetap kuat dan terjaga dengan baik disanubari orang tua peserta didik Athirah.


 Tawakkal Kahar, S.Pd., M.Pd. 

(Teras rumah, 25 Maret 2019)



editor: El