• Unit SMP Islam Athirah 1 Makassar

  • Keterangan : Kemah Pengenalan Lingkungan Pramuka SMP Islam Athirah 1 Makassar. Jum'at, 25 Agustus 2017 Bumi Perkemahan Cadika Bajeng

  • LFH, WFH

  • great Leaders

  • Keren, Debat Calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS

    SMP Islam Athirah 1 Makassar Ajarkan Sistem Demokrasi

  • Pemanfaatan Pojok Teras

  • Hilangnya Figur Orang Tua

  • Tumbuhkan Semangat Literasi, SMP Islam Athirah 1

    Makassar Gelar Pelatihan Kepenulisan untuk Guru dan

  • By SMP Kajaolalido on 25 November 2020
    • SMP Kajaolalido
    • Kegiatan

    Situasi pandemi Covid-19 tidak menyurutkan semangat panitia pemilihan di SMP Islam Athirah 1 Makassar untuk menggelar debat kandidat calon ketua dan wakil ketua OSIS. Kegiatan debat tersebut digelar secara semi virtual melalui aplikasi konferensi Zoom Meeting, Rabu (25/11/2020). Debat ini juga disiarkan melalui live streaming youtube melalui channel Athirah TV.

    Pemilihan Umum Ketua dan Wakil Ketua OSIS itu telah melalui beberapa tahapan.  Diawali dengan pembentukan panitia pemilihan, sosialisasi, hingga hari ini tiba pada tahap debat kandidat. Kegiatan ini agar para pemilih dapat mengetahui misi dan visi dari setiap kandidat.

    Ada empat pasangan calon yang ditetapkan sebagai calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS, yaitu :

    PASLON Nomor Urut 1     : Luthifiah Ramadhani H dan Ainun Aliza Zahra

    PASLON Nomor Urut 2 : Callista Nasywa Ridwan Putri dan Fiqhiyah Dwi Ananda R.

    PASLON Nomor Urut 3  : Farabina Queencyla dan Muthiah Izzah R. Bima

    PASLON Nomor Urut 4    : Andi Muhrisa Syahrir dan Muhammad Tauhid Thamrin

    Keempat pasangan calon yang mengikuti tahapan debat hadir di sekolah, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan selama pandemi. Seluruh warga sekolah mengikutinya debat tersebut melalui aplikasi Zoom Meeting dan Live Youtube. Debat yang berlangsung selama dua jam ini, menjadi ajang para pasangan calon mengemukakan pendapatnya. Ada 4 segmen debat yang harus dilalui yaitu :

    - Segmen 1 : Pemaparan Visi Misi dan Program Unggulan, pada sesgmen ini setiap PASLON menanggapi PASLON lain

    - Segmen 2 : Pertanyaan Panelis dengan tema pendidikan, organisasi, potensi diri, serta OSIS dan MPK

    - Segmen 3 : Tanggapan Kasus dengan Tema Character Log, Kedisiplinan, Cyber Bullying dan Gadget Addiction

    - Segmen 4 :  Pertanyaan Audience

    Adapun panelis pada saat debat yaitu Wakil Direktur Sekolah Islam Athirah wilayah Kajaolalido, Kepala SMP Islam Athirah 1 Makassar, Ketua MPK dan Ketua Osis Chovtharka.

    Wakil Direktur Sekolah Islam Athirah wilayah Kajaolalido Mas Aman Uppi S.Pd , M.Pd menanyakan terkait usaha yang dilakukan Ketua dan Wakil Ketua OSIS untuk mempromosikan sekolah.

    “Upaya apa yang dilakukan untuk mempromosikan sekolah?" tanyanya pada keempat PASLON

    Kepala SMP Islam Athirah 1 Makassar Nilamartini S,Pd M.M sebagai panelis kedua, menanyakan terkait keorganisasian, serta sosok inspiratif yang menjadi Inspirasi dari PASLON

    “Apa yang melatarbelakangi para PASLON ingin berorganisasi, serta siapa sosok yang menginspirasi sehingga ingin bergelut dalam keorganisasian,”ungkapnya

    Setiap PASLON hanya diberikan waktu dua menit untuk menjawab para panelis. Di akhir kegiatan debat, ditutup dengan “Closing Statement” serta kampanye dari para PASLON.

    Laporan : Musyorafah (TIM Humas SMP Islam Athirah 1 Makassar) 

    By SMP Kajaolalido on 23 November 2020
    • SMP Kajaolalido
    • Kegiatan

    Oleh : Rasmi, S.Pd (Guru Prakarya SMP Islam Athirah 1 Makassar)

    Selama pandemi banyak orang mencari kesibukan dengan berbagai hal. Mulai dari membersihkan rumah, bisnis online, hingga memelihara tanaman hias. Bagi saya pribadi memelihara tanaman merupakan salah satu dari hal yang disukai. Sebelum pandemi pun sebenarnya sudah ada beberapa jenis tanaman di teras, tetapi sempat terabaikan dikarenakan faktor kesibukan yang harus berangkat pagi pulang sore atau malam. Sehingga tanaman yang ada menjadi tidak terawat.

    Masa pandemi mengubah kebiasaan yang tadinya tidak mengurus tanaman, sekarang malah fokus untuk tanaman. Hikmah tinggal di rumah adalah, dapat dekat dengan tanaman. Sehingga merawat tanaman  akan membantu mengatasi stres selama di rumah saja. Pada awalnya tanaman yang ada di depan rumah adalah tanaman yang berdaun saja. Meskipun hanya daun saja dan tidak berbuah, tetapi dapat menyegarkan mata. Dalam hal ini tanaman yang sengaja di tanam bukan untuk dipanen, tetapi merupakan pengobat mata tatkala mata lelah sehabis berhadapan dengan laptop.

    Salah satu jenis tanaman yang paling saya suka adalah jenis kaktus. Hal ini dikarenakan kaktus memiliki kemampuan untuk hidup tanpa harus disiram secara rutin, dalam jangka waktu yang lama.  Suatu penyegaran, ketika berada di tengah taman kecil  yang berada di teras. Meskipun tanaman yang dipelihara tidak banyak, tetapi cukup menghibur diri sendiri dan keluarga.  Tanaman itu dapat menjadi suatu meditasi, ketika melihat tanamannya sudah tumbuh subur. Apalagi sepasang kursi dan meja pun jadi pelengkap di teras.

    Pemanfaatan pojok teras rumah yang sempit dan tanaman tertata dengan baik dapat menjadi inspirasi. Buktinya adalah beberapa dari tetangga membuat taman kecil dengan mengikuti juga model penyangga pot bunga. Bahkan tidak sedikit orang yang lewat pun perhatian tercuri saat melihat taman tersebut, hingga  menyempatkan singgah di depan rumah. Padahal menurut saya, taman kecilnya biasa saja.

    Suatu ketika anak saya diminta mengikuti lomba menanam bunga pada cangkang telur. Tentu ini tidak menjadi hal yang sulit untuk dilakukan. Saya dan anak menata tanaman, serta menyimpan bunga yang ditanam pada cangkang telur tersebut di antara tanaman lainnya. Sehingga hasilnya pun sangat cantik dan berhasil mendapat predikat Juara I. Semoga tanaman ini dapat awet, meskipun pandemi telah berlalu.

    By SMP Kajaolalido on 21 November 2020
    • SMP Kajaolalido
    • Kegiatan

    Oleh Suci Ramli (Karyawan SMP Islam Athirah 1 Makassar)

    Orang tua menjadi faktor terbesar yang menentukan sikap dan kondisi psikologi anak. Hilangnya figur orang tua disebabkan oleh 2 faktor yaitu : 

    1. Orang tua yang berwatak keras.
    2. Orang tua yangg tidak pernah/jarang hadir dalam kehidupan keseharian anaknya.

    Contoh dari orang tua yang keras kepada anak adalah, sering membentak dengan kalimat-kalimat yang menyakiti dan menghakimi. Sedangkan contoh orang tua yang tidak pernah /jarang hadir dalam kehidupan keseharian anak yaitu,  orang tua yang sibuk bekerja. Terkadang pergi pagi-pagi, lalu pulang larut malam.  Selain itu, orang tua yang bertugas hingga hanya dapat pulang 1 atau 2 kali dalam setahun.

    Hal ini membuat kehadiran orang tua tidak dirasakan oleh anak. Padahal anak membutuhkan hubungan yang hangat disertai bahasa cinta, baik secara verbal maupun secara sentuhan fisik (pelukan). Ada beberapa kasus,  akibat dari kurangnya figur orang tua terhadap kondisi psikologis anak. Kasus yang sering kita jumpai di zaman modern ini yaitu : 

    1. Seorang anak perempuan kurang menerima figur ayah. Hal ini dikarenakan, baginya sosok ayah selalu melukai. Akibatnya perempuan- perempuan tersebut sulit menjalin hubungan dengan lawan jenis.
    2. Seorang perempuan lebih mudah jatuh cinta kepada pria dewasa yang  memiliki sifat kebapakan. Hal ini  dapat diartikan perempuan ini merasa haus akan rasa sayang, terlebih dari seorang ayah.  Ia mencari figur ayah yang hilang dari masa kecilnya.
    3. Beberapa kasus "mudah jatuh cinta" dialami oleh perempuan dan laki-laki,  yang kekurangan figur orang tua pada masa kecilnya. Sehingga sang anak berusaha mengisi ruang jiwanya yang kosong. Padahal seharusnya ruang jiwa yang kosong anak ini diisi oleh kasih sayang kedua orang tua.

    Demikianlah tulisan "Hilangnya Figur Orang Tua" kali ini. Semoga dapat bermanfaat bagi saya pribadi, apalagi pada semua orang.

    By SMP Kajaolalido on 21 November 2020
    • SMP Kajaolalido
    • Kegiatan

    SMP Islam Athirah 1 Makassar menggelar pelatihan menulis untuk guru dan karyawan, secara virtual melalui aplikasi konferensi zoom meeting, Jumat (20/11/2020). Kegiatan ini diikuti seluruh guru dan karyawan di SMP Islam Athirah 1 Makassar.

    Turut hadir Musyorafah,S.S sebagai narasumber. Ia merupakan salah satu guru di SMP Islam Athirah 1 Makassar yang menjadi editor tulisan di Sekolah Islam Athirah. Pelatihan ini diadakan sebagai timbal balik dari program membuat 2 tulisan untuk guru dan karyawan setiap bulannya. Ini menjadi bukti keseriusan guru dan karyawan, agar menghasilkan tulisan yang berkualitas.

    Pelatihan menulis tersebut berlangsung selama kurang lebih 1 jam. Seluruh peserta antusias menyimak dan mengajukan pertanyaan kepada narasumber. Beberapa guru dan karyawan menyampaikan kendalanya terkait pelatihan.

    "Menulis itu susah cari inspirasi dan sulit untuk merangkai kata” ungkap salah satu peserta pelatihan.

    Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah bidang kurikulum menyampaikan tujuan utama dari gelaran pelatihan kepenulisan untuk guru dan karyawan ini.

    “Pelatihan ini sebagai bentuk pengembangan diri rekan-rekan guru di lingkup SMP Islam Athirah 1 Makassar. Semoga dapat menjadi budaya literasi, yang nantinya para guru akan menularkan atau mengajarkan kepada anak didik kami. Tujuan utama dari gerakan ini adalah menumbuhkan semangat literasi, baik itu semangat dalam dunia kepenulisan, maupun dasar dari kepenulisan yaitu membaca,” ucapnya.

    Rasmi S,Pd sebagai salah satu guru di SMP Islam Athirah 1 Makassar menyampaikan kesannya setelah mengikuti pelatihan kepenulisan

    “Alhamdulillah untuk diri saya pribadi, setidaknya termotivasi. Buktinya, setelah selesai pelatihan muncul ide baru untuk menulis. Semoga ini awal yang baik untuk menulis, karena sudah ada yang bantu untuk melihat dan memperbaiki tulisan,” ungkapnya di akhir kegiatan pelatihan

    Kesan setelah pelatihan pun disampaikan oleh Suci Ramli sebagai karyawan yang juga mengikuti pelatihan.

    “Sangat bagus, apalagi saya juga sebenarnya suka nulis dari dulu, bahkan dulu ada buku yang saya tulis hampir selesai. Setiap saya pulang kerja atau main bola saya langsung menulis, seperti yang dikatakan narasumber saat pelatihan,” tuturnya.

    Laporan : TIM Humas SMP Islam Athirah 1 Makassar

Agenda 2