• PELANTIKAN KPU DAN PANWASLU PEMILIHAN OSIS SMA ISLAM ATHIRAH 1 MAKASSAR

  • Field Trip, SMA Islam Athirah 1

    Makassar Kunjungi Berbagai Objek Wisata di

  • Ubah Eceng Gondok Jadi Tisu, Siswa SMA

    Islam Athirah 1 Raih Tiket Ke Korea

  • Membanggakan! Siswa SMA Islam Athirah 1

    Makassar Juara Position Paper di Sidang

  • SMA Islam Athirah 1 Makassar Turut

    Lestarikan Budaya di Ajang Indonesia Menari

  • By SMA Kajaolalido on 02 Desember 2019
    • SMA Kajaolalido
    • Berita

    SMA Islam Athirah 1 Makassar kembali menggelar Field Trip (Studi Wisata). Kali ini rombongan SMA Islam Athirah 1 Makassar berkunjung ke Kabupaten Sinjai. Sebanyak 144 siswa kelas XI dan didampingi 15 orang guru mengikuti kegiatan tersebut. Kegiatan itu mengusung tema “Meningkatkan Pengetahuan Melalui Pengalaman Belajar Langsung dalam Bentuk Fieldtrip” dan berlangsung selama dua hari, Kamis - Jumat (28-29/11/2019).

    Field Trip merupakan salah satu agenda tahunan SMA Islam Athirah 1 Makassar yang bertujuan memberikan pemahaman kepada siswa melalui pengalaman langsung di lapangan. Dalam kegiatan field trip itu terintegrasi empat mata pelajaran sekaligus yakni Sosiologi, Ekonomi, Sejarah, dan Geografi. Selama dua hari, rombongan mengunjungi beberapa lokasi di antaranya, Taman Purbakala Batu Pake Gojeng, TPI Lappa, Rumah Adat Karampuang, Benteng Balangnipa, dan Hutan Mangrove Tongke-Tongke.

    “Kegiatan ini bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada siswa kita, dari pengalaman itu mereka belajar, jadi ada empat mapel (mata pelajaran) yang kita integrasikan dalam field trip ini, Sosiologi, Ekonomi, Sejarah, dan Geografi” ungkap ketua panitia Jumarni, S.Pd.

    Kepala SMA Islam Athirah 1 Makassar menambahkan bahwa kegiatan itu tidak sekadar perjalanan biasa, siswa diberi tugas  praktik dan akan menyusun laporan studi setelah kegiatan itu selesai. Tak hanya itu, setelah laporan selesai siswa akan mempresentasikan laporannya.

    “Jadi ada nilai praktiknya pada empat mata pelajaran itu (Sosiologi, Ekonomi, Sejarah, dan Geografi), masing-masing siswa telah kita bekali dengan tugas per mata pelajaran karena nanti mereka harus menyusun laporan, setelah laporan selesai dan disetujui mereka akan mempresentasikannya” urai Tawakkal yang juga terlibat langsung mendampingi siswa dalam field trip tersebut.

    Field trip SMA Islam Athirah 1 Makassar juga mendapat dukungan penuh dari pemerintah kabupaten Sinjai, hal tersebut terbukti dengan kehadiran Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Haerani Dahlan menyambut langsung kedatangan rombongan di taman purbakala Batu Pake Gojeng. Dalam kesempatan itu ia menyampaikan harapannya, kabupaten dengan moto “Sinjai Bersatu” itu dapat memberikan kesan menarik bagi siswa SMA Islam Athirah 1 Makassar melalui kunjungannya pada beberapa objek wisata.

    Kami berharap sinjai dapat memberikan kesan yang baik bagi siswa, apalagi siswa ini merupakan kaum milenial yang dapat juga menjadi agen promosi, baik dengan menceritakan langsung (kepada orang lain) kesan yang diperoleh selama di sini maupun melalui media sosialnya melalui foto-foto yang diunggah” kata Haerani di sela-sela kunjungan siswa.

    Sementara itu, Kepala Departemen Hubungan Masyarakat Sekolah Islam Athirah Muthmainnah, S.Pd., M.Pd. turut mengomentari keramahan pemerintah dan masyarakat kabupaten Sinjai. Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa bagi siswa pengalaman belajar langsung melalui field trip memang perlu karena selain belajar, anak-anak juga berwisata.

    “Terima kasih kepada pemerintah dan masyarakat kabupaten Sinjai atas sambutannya yang sangat ramah pada siswa-siswi kami” kata Iin sapaan Muthmainnah.

    “Kegiatan field trip ini memang baik sekali, jadi ini perlu. Selain belajar anak-anak juga berwisata, jadi perjalanan dan pelajarannya akan menyenangkan, field trip ini memang salah satu program unggulan kita di Athirah, jadi ini memang harus selalu ada” tambahnya menutup.


    Penulis: Sukri Muhammad

    By SMA Kajaolalido on 25 November 2019
    • SMA Kajaolalido
    • Kegiatan

    Siswa SMA Islam Athirah 1 Makassar kembali mengukir prestasi membanggakan. Kali ini, sekolah binaan Yayasan Hadji Kalla itu berkibar di kancah nasional. Tiga siswanya dinobatkan sebagai juara 2 tingkat nasional dalam ajang National Science Innovation Expo 2019 pada 23 November lalu. Ketiganya adalah Nurnabilla Syfadewi Attaya, Nawwarah Liyana Zafita Aminanti, dan St. Rahma Rahim yang saat ini duduk di kelas XI MIPA 1. Prestasi itu kemudian mengantarkan ketiganya ke Korea Selatan 2020 mendatang.

    Dalam kompetisi yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Sains Fisika UIN Sunan Gunung Djati di Bandung itu, tim SMA Islam Athirah 1 Makassar mempresentasikan karya ilmiah inovatif bidang ilmu hayati, “mengubah eceng gondok menjadi tisu.” Ide itu muncul atas dasar kepedulian mereka terhadap lingkungan. Dari hasil penelitiannya, mereka menemukan bahwa eceng gondok tumbuh lebih cepat serta memiliki serat lebih tinggi dibanding pohon yang selama ini menjadi bahan dasar membuat tisu.

    “Masyarakat kurang menyadari bahwa bahan dasar tisu adalah pohon yang ditebang secara terus menerus. Jadi kami menggunakan eceng gondok tanpa harus menunggu pohon hingga bertahun-tahun” jelas Liyana saat ditemui di sekolahnya.

    “Selain karena seratnya, perkembangan eceng gondok juga sangat cepat. Sepuluh tangkai eceng gondok dalam delapan bulan bisa menghasilkan 600 ribu eceng gondok” sela Nabilla menambahkan.

    Prestasi itu kemudian membuat ketiganya banjir pujian. Kepala SMA Islam Athirah 1 Makassar Tawakkal Kahar, S.Pd., M.Pd., memberi selamat dan mengapresiasi siswanya yang telah mengharumkan nama sekolah pada kancah nasional.

    “Sekali lagi selamat untuk anak-anak kita, terima kasih atas kerja kerasnya, terima kasih kepada guru pembimbing dan pendamping, ini tidak mudah ya karena membutuhkan riset, butuh kesabaran, butuh ketelitian” ujar Tawakkal.

    Pujian juga dilontarkan Kepala Departeman Hubungan Masyarakat Sekolah Islam Athirah, Muthmainnah, S.Pd., M.Pd. Saat ditemui, Bunda Iin (sapaan Muthmainnah) menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mengawal tim SMA Islam Athirah 1 Makassar. Ia juga berharap tim SMA Islam Athirah dapat meningkatkan prestasinya.

    “Selamat untuk semuanya ya, khususnya kepada guru yang telah mengawal anak-anak kita dari persiapan hingga selesainya lomba.” ujar Bunda Iin saat ditemui di ruang kerjanya.

    “Prestasi ini perlu dipertahankan bahkan ditingkatkan, kalau saat ini kita masih juara 2 mudah-mudahan pada event-event berikutnya kita bisa meraih juara 1” tutupnya.

     

    Laporan: Sukri Muhammad (Humas Athirah)

    By SMA Kajaolalido on 20 November 2019
    • SMA Kajaolalido
    • Berita

    Zhafirah Alda Nizaroh (17), siswa SMA Islam Athirah 1 Makassar yang dinobatkan sebagai juara Position Paper di bidang Disarmament and International Security (DISEC) pada simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bertajuk Asia World Model United Nations (AWMUN) III. Kegiatan yang dilaksanakan oleh International Global Network itu digelar di Bali pada 13-16 November lalu dengan melibatkan ratusan delegasi dari negara-negara di dunia.

    Fira (sapaan Zhafirah) bersama 69 orang delegasi lainnya yang tergabung dalam kelompok DISEC diharuskan menulis esai sesuai nama atau tema kelompoknya, tentang angkatan bersenjata dan keamanan internasional. Fira menyusun esainya dengan judul Role of Private Military Company (PMC) in War Zone. Dalam esainya Fira menjabarkan peran perusahaan swasta yang menyediakan bantuan militer di daerah konflik bersenjata dengan status hukum yang belum jelas oleh International Humanitary Law.

    Setelah diseleksi panitia, ditetapkan 10 karya esai terbaik yang disebut sebagai position paper. Sepuluh karya tersebut kemudian dipresentasikan oleh penulis, esai yang ditulis Fira terpilih sebagai esai terbaik. Perasaan haru pun menyelimuti Fira, ia mengaku bersyukur dan senang dapat menjadi yang terbaik dalam kelompok Disarmament and International Security (DISEC) pada simulasi sidang PBB itu.

    Alhamdulillah saya sangat bersyukur, senang dan tentunya terharu dinobatkan sebagai position paper. Ini tidak mudah, tapi hasilnya mengalahkan lelah saya” ujar Fira saat ditemui di kelasnya.

    Fira yang saat ini duduk di kelas XII IPS mengaku kagum dengan pelaksanaan AWMUN III. Ia mengungkapkan bahwa delegasi dari berbagai negara itu membawa budayanya masing-masing, dari situ ia belajar indahnya perbedaan.

    Kita belajar menghargai perbedaan, saya punya banyak teman dari berbagai negara, bahkan ada negara yang baru saya tahu namanya” ceritanya sambil berkelakar.

    Kesuksesan Fira pada ajang AWMUN III ini pun menuai banyak pujian, di antaranya datang dari Kepala SMA Islam Athirah 1 Makassar, Tawakkal Kahar, S.Pd., M.Pd. Tawakkal memuji Fira yang berkompetisi hingga ke kancah internasional. Ia pun berharap siswa lain dapat meniru prestasi membanggakan tersebut.

    Selamat untuk Fira yang telah membawa nama negara dan sekolah kita di kancah internasional, yang telah memberikan buah pikirannya untuk solusi masalah-masalah internasional” ujar Tawakkal.

    Semoga ke depan lahir Fira yang lain yang dapat mengharumkan nama Indonesia pada umumnya dan Sekolah Islam Athirah pada khususnya” lanjutnya.

    Selain itu, pujian juga dilontarkan Wakil Direktur Sekolah Islam Athirah, Mas Aman Uppi, S.Pd., M.Pd. Pihaknya juga mengapresiasi keberhasilan Fira, ia berharap Fira tetap menghasilkan karya-karya terbaiknya.

    Selamat atas keberhasilan ananda Fira, suatu kebanggaan tersendiri untuk kami dan ananda Fira. Kami sangat mengapresiasi, semoga bisa ditingkatkan lagi tulisannya yang dapat dinikmati masyarakat” sebutnya via whatsapp. 

    Penulis: Sukri Muhammad

    By SMA Kajaolalido on 17 November 2019
    • SMA Kajaolalido
    • Berita

    Makassar - Tim tari SMA Islam Athirah 1 Makassar ikut berpartisipasi dalam gelaran tari bertajuk Indonesia Menari 2019, Minggu (17/11/2019). Kegiatan itu dilaksakan di Trans Studio Mall Jalan Metro Tanjung Bunga Maccini Sombala Makassar.

    Dikutip dari laman indonesiakaya.com, Indonesia Menari merupakan sebuah gerakan menari bersama untuk mendekatkan kembali masyarakat dengan tari tradisional nusantara dengan cara mengemas tarian-tarian Indonesia dalam konsep yang modern dan menyenangkan terutama untuk anak-anak muda.

    Indonesia Menari dilaksanakan serentak di 7 kota besar di Indonesia termasuk di Makassar. Tahun ini merupakan kali pertama di Makassar dengan jumlah pendaftar secara daring 1.471 peserta namun kuota khusus di Makassar hanya 820 peserta.

    Pelatih tari SMA Islam Athirah 1 Makassar Asri Mery Sidowati, S.Sn., M.F.A. mengatakan keikutsertaan anak didiknya dalam ajang tersebut bertujuan untuk menunjukkan kepada siswa bahwa kekayaan seni dan budaya di Indonesia sangat beragam dan dapat dikemas secara modern.

    Kita ingin tunjukkan kepada anak-anak bahwa seni dan budaya di Indonesia itu sangat beragam, sangat kaya. Kita ingin membuat mereka belajar bahwa tradisi itu bukan kuno tetapi justru dengan belajar tradisi akan membuka cakrawala dunia” ujar Asri yang juga merupakan lulusan Korea Selatan ini.

    Dari sini mereka juga akan belajar dan membuktikan kalau tarian tradisi Indonesia juga bisa dikemas secara modern dan asyik” sambungnya.

    Sementara itu, Kepala SMA Islam Athirah 1 Makassar Tawakkal Kahar, S.Pd., M.Pd. turut menyempatkan diri menyaksikan langsung ajang spektakuler itu. Ia pun mengapresiasi keikutsertaan siswanya.

    Saya kira ini sangat positif dan perlu kita dukung ya, apalagi ini sebagai wujud nyata dalam ikut melestarikan budaya Indonesia. Selain ikut melestarikan budaya, tentu mereka juga belajar, dan yang paling penting mereka memiliki pengalaman bertanding” ujar Tawakkal.

    Sekadar diketahui, Indonesia Menari merupakan acara tahunan yang digelar setiap bulan November oleh www.indonesiakaya.com. Setelah sukses di 4 kota, Jakarta, Bandung, Semarang, dan Solo pada tahun 2018, tahun ini kembali digelar dengan menambah tiga kota yaitu Makassar, Palembang, dan Medan.


    Penulis: Sukri Muhammad

Agenda 2