• PELANTIKAN KPU DAN PANWASLU PEMILIHAN OSIS SMA ISLAM ATHIRAH 1 MAKASSAR

  • Makna Usia

  • Hebat! Siswa SMA Islam Athirah 1

    Makassar Jadi Delegasi Indonesia Pada Sidang

  • Ikut Pelatihan “G Suite” Pendidik SMA

    Islam Athirah 1 Makassar Tingkatkan Kualitas

  • SMA Islam Athirah 1 Makassar Akan Berkemah di Rindam XIV/HSN

  • By SMA Kajaolalido on 17 September 2019
    • SMA Kajaolalido
    • Kegiatan

    Oleh: Sage Al Banna, S.Ag., M.Pd.

    Salah satu nikmat Allah yang senantiasa melekat pada setiap makhluk hidup, adalah nikmat usia/umur. Secara lahiriyah setiap tahun usia kita bertambah, akan tetapi secara hakiki umur kita sebenarnya berkurang. Karena Allah sudah menetapkan batas usia masing-masing makhluknya “likulli ummatin ajalun, idza jaa a ajaluhum laa yasta’khiruuna saa’atan wa laa yasta’khirun”( Setiap umat telah ditetapkan batas usianya masing-masing. Apabila ajalnya telah sampai, maka tidak dapat dimajukan dan diakhirkan).

    Ditinjau dari segi makna, maka umur mengandung 3 pengertian:

    Kesempatan (al-Furshah)

    Yang dimaksud adalah kesempatan yang Allah berikan kepada segenap manusia untuk memperbanyak bekal akhiratnya (amal shaleh). Sebab kehidupan yang sesungguhnya dan lebih baik adalah kehidupan akhirat (QS.Dhuha 4). Dunia ini kata nabi Muhammad Saw. Adalah mazhra’atul akhirah (ladangnya akhirat). Artinya di dunia inilah manusia mencari bekal akhiratnya sebanyak mungkin.

    Ujian (al-fitnah)

    Umur yang Allah berikan itu tiada lain adalah ujian bagi seseorang. Hal ini bisa kita lihat QS. Al-Mulk ayat 2; “Dialah Allah yang menjadikan mati dan hidup agar Allah menguji kamu siapa yang paling baik amal perbuatannya”.  Hidup dan mati seseorang adalah rahasia Allah. Tidak ada satu pun makhluk di dunia yang mengetahui berapa lama usianya tinggal di dunia ini. Kapan dan dimana nyawanya dicabut oleh Malaikat Izrail. Sehingga seyogyanya tetap mawas diri dengan senantiasa berada dalam kebaikan. Bukan kita dianjurkan oleh nabi untuk senantiasa membaca doa “Allahumma innii as aluka bi husnil khatima wa audzu bika min suu’il khatimah

    Amanah (al-Amanah)

    Artinya usia yang Allah anugerahkan kepada kita, akan dipertanyakan di akhirat kelak. Apa dan dimana usia itu dihabiskan? Dalam salah satu hadis Nabi Muhammad saw:

     “Tidak akan bergeser kaki manusia di hari kiamat dari sisi Rabbnya sehingga ditanya tentang lima hal: tentang umurnya dalam apa ia gunakan, tentang masa mudanya dalam apa ia habiskan, tentang hartanya darimana ia peroleh dan dalam apa ia belanjakan, dan tentang apa yang ia amalkan dari yang ia ketahui (ilmu) (HR.At-Tirmidzi)”.

    Sedetikpun dari usia yang Allah berikan pasti diminta pertanggung jawabannya. Maka dari itu hendaknya jangan menyia-nyiakan usiamu dengan berani melakukan llaranganNya. Tetapi marilah kita mengisinya dengan berbuat kebajikan betapun kecilnya. Bukankah manusia delalu diingatkan melalui QS.al.Ashr (Demi waktu, sesungguhnya manusia berada dalam kerugian kecuali yang beriman kepada Allah dan rasulNya, beramal shaleh, saling menasehati dalam kebaikan, dan saling mensehati dalam kesabaran).

    Wallahu a’lam bissawab.

    By SMA Kajaolalido on 17 September 2019
    • SMA Kajaolalido
    • Berita

    Remaja asal Kota Makassar, Sulawesi Selatan kembali mengukir prestasi membanggakan pada pentas internasional. Mereka adalah Zhafirah Alda Nizaroh (17) dan Nura Shafiyah (17). Keduanya merupakan siswa SMA Islam Athirah 1 Makassar.

    Fira (sapaan akrab Zhafirah) akan mewakili Indonesia pada ajang Asia World Model United Nations (AWMUN) III yang akan digelar pada 13-16 November mendatang, sementara Pio (sapaan akrab Shafiyah) akan mewakili Indonesia pada ajang Bali Asia International Model United Nations (BAIMUN) II yang akan digelar pada 18-21 Januari 2020 mendatang.

    Diketahui bahwa AWMUN dan BAIMUN merupakan simulasi dari konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang sebenarnya, di mana para peserta ditugasi memecahkan masalah global melalui penelitian, penyusunan, lobi, dan debat untuk memberikan resolusi yang sesuai. Kedua gelaran internasional tersebut diselenggarakan oleh International Global Network di Bali.

    Saat ditemui, Fira menceritakan motivasinya mengikuti seleksi ajang bergengsi tersebut. Keduanya memperoleh informasi dari media sosial instagram @asiawordmun dan @balimodelunitednation.

    awalnya saya buka-buka instagram, lalu disitu saya lihat ig (instagram) @asiawordmun, saya follow lalu saya buka link pendaftarannya” cerita Fira saat kali pertama memperoleh informasi tersebut.

    di link pendaftaran itu ada form biodata yang diisi juga ada pertanyaan-pertanyaan alasan calon peserta untuk ikut kegiatan ini (AWMUN)” tambah Fira.

    Fira juga menulis esai berbahasa Inggris yang menjadi salah satu syarat calon peserta AWMUN III. Fira menulis esainya sepanjang tiga halaman dengan judul “International Education for Word Agenda 2030”. Saat mengetahui dirinya lulus, Fira mengungkapkan rasa syukurnya, ia mengatakan bahwa kerja kerasnya terbayar dengan hasil memuaskan.

    “saya menangis, terharu, saya merasa sangat bangga dan sangat bersyukur. Alhmadulillah, dari sekian banyak pendaftar saya salah satunya diterima. Saya merasa puas karena kerja keras saya terbayar dengan hasil memuaskan” ungkapnya.

    “dengan mengikuti kegiatan ini saya berharap semoga public speaking dan diplomacy skill saya dapat saya tingkatkan, dan saya juga akan berbagi pengalaman kepada teman-teman saya” tambah siswa kelas XII IPS ini.

    Ditemui di tempat yang sama, Pio juga menceritakan motivasinya mengikuti BAIMUN II. Pio mengaku bahwa ia termotivasi dari temannya, Fira yang sudah lebih dulu dinyatakan lolos seleksi AWMUN.

    “saya dapat informasinya dari Fira, lalu saya buka-buka ig (instagram) saya menemukan akun @balimodelunitednation, disitulah saya mulai tahap demi tahap pendaftaran di BAIMUN” cerita Pio yang juga sekelas dengan Fira.

    Pio mengungkapkan rasa senangnya saat mengetahui dirinya lulus seleksi BAIMUN II, ia bahkan mengaku sempat menangis karena terharu.

    “saat itu saya lagi capek-capeknya karena ada pekerjaan lain, tiba-tiba saya buka email, dan saya membaca congratulation, saya tidak bisa menahan rasa haru, saya nangis dan saya langsung menyampaikan kepada kedua orang tua saya” ungkap gadis murah senyum ini.

    Sementara itu, Kepala SMA Islam Athirah 1 Makassar Tawakkal Kahar, S.Pd., M.Pd. mengapresiasi dan mendukung penuh kegiatan yang diikuti oleh siswanya tersebut. Menurutnya hal tersebut menunjukkan bahwa siswa Athirah juga mampu bersaing pada kancah internasional. Pihaknya berharap kedua siswa tersebut dapat tampil menjadi yang terbaik.

    “kami tentu sangat mendukung hal ini, sebelumnya pada Senin lalu kami juga telah memberikan penghargaan kepada dua siswa ini dan beberapa siswa lain sebagai bentuk apresiasi pihak sekolah pada siswa berprestasi. Apa pun itu, baik prestasi akademik maupun nonakademik pihak sekolah akan mendukung sepenuhnya” tegas Tawakkal.

    “kami berharap kepada kedua siswa ini agar mereka dapat tampil menjadi yang terbaik, kelak kembali ke sekolah ia tentu kami harap berbagi pengalaman dan memotivasi teman-temannya di Makassar terkhusus kepada teman-temannya di Sekolah Islam Athirah” tandasnya.

    Saat ini, Fira dan Pio tengah mempersiapkan dirinya masing-masing untuk ajang yang diikutinya. Keduanya juga berterima kasih kepada pihak sekolah yang telah memberinya penghargaan, khusunya kepada guru yang telah membimbing dan memotivasi keduanya.

    Penulis: Sukri Muhammad

    By SMA Kajaolalido on 14 September 2019
    • SMA Kajaolalido
    • Kegiatan

    Peningkatan kualitas pengajaran merupakan fokus utama para pendidik di SMA Islam Athirah 1 Makassar. Tepat hari jumat, tanggal 13 september 2019 bertempat di laboratorium komputer SMA Islam Athirah 1 Makassar, para pendidik mengikuti pelatihan G Suite.

    Pelatihan G Suite merupakan salah satu program Sekolah Islam Athirah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dengan berbasis teknologi. Pendidik dan peserta didik akan lebih efektif dan efisien dalam melaksanakan proses pembelajaran .

    Beberapa fitur telah disediakan oleh G Suite seperti classroom, hangouts meet, sites, jamboard , group, kalender, drive dan masih banyak lagi fitur lainnya yang bisa digunakan oleh para pendidik untuk meningkatkan motivasi dan kreativitas belajar siswa.

    Pemateri pada pelatihan tersebut, Mallo, S.Kom. mengatakan “pelatihan ini penting bagi pendidik, dengan mengikuti pelatihan ini pendidik akan lebih melek teknologi sehingga dapat menggunakan segala fitur yang telah disediakan oleh G Suite”.

    “dengan menggunakan G Suite pendidik  tidak harus berada dalam kelas, namun dimanapun pendidik itu berada  bisa melakukan pengajaran dengan menggunakan G Suite ini” lanjut divisi IT  sekolah Islam Athirah tersebut.

    Salah seorang peserta, M. Saleh, S.Pd. yang sudah dua kali mengikuti pelatihan G Suite merasakan manfaat dari pelatihan tersebut.

    “setelah mengikuti pelatihan ini (G Suite) saya dapat memberikan tugas pada classroom dan melakukan Hangouts meet dengan peserta didik yang saya ajar” ungkap pengajar geografi tersebut.

    Selain upaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, pelatihan G Suite ini merupakan langkah awal bagi SMA Islam Athirah 1 Makassar untuk merintis kelas digital.


    Penulis : Yusran

    By SMA Kajaolalido on 11 September 2019
    • SMA Kajaolalido
    • Kegiatan

    Pelaksanaan kemah pramuka merupakan kegiatan wajib tiap tahun diadakan oleh SMA Islam Athirah 1 Makassar. Untuk tahun ini kemah pramuka sekolah yang disebut juga SMA Kajaolalido ini akan dilaksanakan pada tanggal 24 dan 25 September 2019.

    Senin tanggal 9 september 2019 tim SMA Islam Athirah 1 Makassar melakukan pengecekan lokasi untuk pelaksanaan kegiatan kemah pramuka tersebut. Lokasi pertama adalah Bumi Perkemahan Pramuka Cadika, Bajeng Kabupaten Gowa. Sedangkan lokasi ke dua adalah Resimen Induk Daerah Militer (Rindam) XIV/Hasanuddin Pakatto di Bontomarannu Kabupaten Gowa.

    Bumi perkemahan pramuka Cadika merupakan lokasi pertama yang dikunjungi oleh tim SMA Islam Athirah 1 Makassar, setelah tiba di lokasi tim tidak bertemu pengelola bumi perkemahan pramuka Cadika tersebut. Setelah satu jam menunggu, Ketua Panitia Sage Al Banna, S.Ag. memutuskan untuk menghubungi  pengelolanya via telepon seluler.

    Setelah selesai berbicara dengan pengelola bumi perkemahan pramuka Cadika tim langsung memutuskan untuk mengunjungi lokasi yang kedua yakni  Rindam XIV/Hasanuddin Pakatto di Bontomarannu Kab. Gowa.

    “kami sudah berbicara via telepon dengan pengelola bumi perkemahan pramuka cadika, namun kami juga harus mencari alternatif lain sebagai tempat perkemahan peserta didik SMA Islam Athirah 1 Makasssar” ujar Sage

    “kami mengunjungi Rindam Pakatto di Bontomarannu Kab. Gowa, sebagai alternatif kedua tempat pelaksanaan kemah pramuka peserta didik SMA Islam Athirah 1 Makassar” jelas Sage.

    Esok harinya tanggal 10 september 2019, tim beserta seluruh panitia melakukan rapat untuk memutuskan lokasi perkemahan. Rindam XIV/Hasanuddin Pakatto di Bontomarannu Kabupaten Gowa dipilih sebagai tempat pelaksanaannya.

    Pertimbangan dipilihnya lokasi tersebut karena diberikannya fasilitas-fasilitas pendukung seperti lapangan, masjid, dan aula serta fasilitas lainnya untuk mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan kepramukaan tersebut.

    ”di rindam pakatto kami bertemu langsung degan mayor Ary sabagai penanggung jawab, dan kami pun diberikan kemudahan untuk menggunakan fasilitas yang kami butuhkan dalam kegiatan kemah pramuka kami kali ini” ujar guru berdarah Jeneponto tersebut.

    Penulis: Yusran


Agenda 2