• PELANTIKAN KPU DAN PANWASLU PEMILIHAN OSIS SMA ISLAM ATHIRAH 1 MAKASSAR

  • SIKAP SEORANG MUSLIM DALAM MENGHADAPI MUSIBAH

  • JANGAN TINGGALKAN GENERASI YANG LEMAH

  • SMA ISLAM ATHIRAH 1 MAKASSAR RAIH JUARA PADA KONSER KEMERDEKAAN

  • Bikin Bangga! SMA Islam Athirah 1

    Makassar Juara 2 di Korea Selatan

  • By SMA Kajaolalido on 24 September 2020
    • SMA Kajaolalido
    • Kegiatan

    Salah satu sikap seorang muslim ketika menghadapi suatu musibah adalah tetap beprasangka baik kepada Allah swt.  Mereka yakin bahwa apapun yang Allah swt. Tetapkan kepadanya adalah sesuatu yang baik di sisiNya. Dalam arti untuk kebaikan hamba itu sendiri. Dalam alqur’an Allah swt ., banyak menyinggung tentang musibah-musibah yang Dia timpakan kepada hamba-hambaNya yang durhaka. Misalnya dalam Q.S al-Zukhruf : 76 …

    "Dan Kami tidak menzhalimi mereka, tetapi merekalah yang menzhalimi diri mereka sendiri"

    Di ayat lain, Allah Swt berfirman : …..Dan Allah tidak menyukai perbuatan zhalim (kezhaliman) kepada hamba-hambaNya.

    Yang jadi pertanyaan adalah, kalau memang Allah swt. Sayang makhlukNya “mengapa harus memberikan musibah?” ibarat pepatah ‘kalau benar mencintai, mengapa harus menyakiti?”. Sebagai jawaban, penulis menganalogikan seorang ayah atau ibu yang melihat anaknya melakukakan perbuatan yang dapat membahayakan dirinya, maka pasti dia akan menegur anaknya dan memberikan pengajaran bahwa tindakannya itu salah dan berbahaya bagi dirinya dan mungkin juga orang lain. Lalu anak tersebut mengulangi kesalahannya, maka orang tuanya pasti menegurnya dengan lebih keras lagi dari yang pertama. Kemudian anaknya tetap mengulang kesalahannya, maka orangtuanya akan memberikan tindakan tegas, bahkan boleh jadi disertai dengan tindakan pisik. Lantas apakah orang tua seperti ini tidak sayang kepada anaknya????... insyaAllah pasti mereka sayang. Maka demikianlah Allah terhadap hamba-hambNya, ketika Dia mendatangkan musibah di tengah-tengah mereka.

    Tanpa disadari bahwa sesungguhnya Allah swt. Dengan penuh kasih sayang mengingatkan hamba-hambaNya akibat yang akan terjadi bila melanggar aturanNya dan menjanjikan balasan yang luar biasa baik bila mengikuti aturanNya.

    Bila aturan Allah swt. Disalahgunakan oleh manusia, maka sebagai bentuk komunikasi kepada hamba-hambaNya adalah mendatangkan musibah. Yang dapat dimaknai sebagai ujian atau peringatan dan atau adzab. Bagi orang yang beriman, isyarat ini akan cepat direspon dan menyadari kesalahannya, selanjutnya bertaubat dengan mohon ampun kepadaNya. Selanjutnya bagi orang-orang tidak beriman maka mereka menganggap bahwa itu adalah kejadian alami yang biasa terjadi. Sehingga tidak perlu ada koreksi terhadap dirinya dan lingkungannya.

    Patutlah kita prihatin bila musibah yang datang silih berganti, namun tidak mampu menangkap nasehat yang dibawa oleh musibah tersebut. Inilah yang selalu disindir oleh Allah  “ Mengapa kamu tidak berpikir?,” Mengapa kamu tidak melihat?”., “Mengapa kamu tidak mendengar?” dan mengapa-mengapa yang lain.

    Sekali lagi penulis tekankan bahwa musibah yang menimpa kita adalah cara Allah berkomunikasi kepada makhlukNya agar segera tersadar dari kesalahan yang diperbuatnya. Sebagai contoh, musibah covid-19 yang marak saat ini. Hemat penulis, ada beberapa hal yang dapat dijadikan pembelajaran; pertama, Allah Swt. Ingin memperlihatkan kekuaasaanNya kepada seluruh makhlukNya, yang “banyak” merasa sok jagoan, sok kuat, sok menguasai segala sesuatu baik secara individu maupun komunitas bangsa dan negara.  Sesungguhnya Allah Swt. Berkata kepada makhlukNya yang sombong “ Hei jangan kalian merasa bisa mengalahkan semuanya, makhluk yang kecil (virus) saja kamu merasa takut dan tak dapat kamu kalahkan, apalagi makhlukKu yang lebih besar. Kedua, seakan-akan Allah swt., berkomunikasi pada makhluknya “ Hei kalian, Aku telah berikan kamu bentuk fisik yang baik, lingkungan yang seimbang, maka jagalah dan peliharalah kesehatanmu dengan memakai masker, rajinlah cuci tanganmu. Ketiga, sungguh Allah berkata kepada makhluknya yang sangat sibuk dengan aktivitasnya di luar rumah sehingga tidak punya waktu untuk keluarganya “ Hei kalian! kamu punya keluarga yang harus kamu perhatikan.  sisihkan waktumu sebagaian untuk anak isterimu. Mereka butuh kehadiranmu, kehangatanmu, canda tawamu, dan seterusnya. Maka dengan musibah ini kita punya waktu yang cukup, untuk  bercengkeramah dengan keluarga.

    Apa yang penulis utarakan tersebut, hanyalah sebagain kecil dari hikmah suatu musibah, covid-19 khususnya. Sungguh kalau masing-masing mau mengambil pelajaran, sangat banyak yang bisa dijadikan pembelajaran. Yang dikhawatirkan, jangan sampai musibah datang silih berganti menimpamu sementara kamu tidak mengambilnya sebagai pelajaran atau peringatan. Ingat, salah satu firman Allah swt.

     Dan hendaklah kamu cegah datangnya fitnah, yang jika Allah datangkan musibah (karena fitnah) itu, tidak hanya menimpah pelakunya saja dianatara kamu …..

    Oleh karenya alqur’an juga memerintahkan kita semua untuk menjadi penyeruh kepada yang ma’ruf dan mencegah melakukan yang mungkar. QS.al Imran :

    "Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; mereka adalah orang-orang yang beruntung." (QS. 3:104)

     Begitupun sabda nabi Muhammad Saw. “ Barangsiapa yang melihat suatu kemungkaran maka hendaklah ia mencegahnya dengan tangannya. Jika tidak sanggup maka hendaklah cegah dengan lisannya (menasehati). Dan jia tidak sanggup, maka hendaklah dengan hatinya (doa), dan itulah iman yang paling lemah. (al-Hadits).  Wallahu a’lam bissawab

     

     

    Penulis :  Sage Albana, S.Ag., M.Pd.

    By SMA Kajaolalido on 23 September 2020
    • SMA Kajaolalido
    • Kegiatan

    Saat ini kita menghadapi zaman digital, dimana anak-anak muda kita berada dalam lingkaran Alay atau anak layangan, generasi ini adalah generasi muda   bermental speed boat  yang suka berlari kencang di atas permukaan yang dangkal. Olehnya itu dibutuhkan peran-peran kita semua  selaku guru atau orang tua yang mampu  yang mampu mempersiapkan dan menginspirasi seperti kapal selam  yang membawa  bergerak perlahan dikedalaman makna, karena mereka juga saat ini mengalami lonsoran wibawa nilai-nilai dan runtuhnya normah-normah  social dalam pergaulan yang membingungkan.

    Islam merupakan agama yang sangat memperhatikan pembinaan generasi penerus.  Salah satunya ditegaskan oleh Allah SWT di dalam Alquran, Surat An-Nisa ayat 9,

    “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.”

    Ada 4 hal yang menjadi benang merah dalam ayat tersebut, yaitu Akidah, Ibadahm ilmu, dan ekonomi.

    Generasi penerus atau anak di sini, tidak hanya anak biologis, melainkan juga anak didik (murid) dan generasi muda Islam pada umumnya.

    Baik coba kita lihat satu-satu

    Pertama, jangan sampai  meninggalkan anak yang lemah akidahnya atau imannya. “Akidah merupakan sumber kekuatan, kenyamanan dan kebahagiaan dalam hdup.  Orang yg lemah akidahnya mudah sekali terkena virus syirik dan munafik. Hidupnya mudah terombang-ambil, tidak teguh pendirian. Ia pun bisa gampang menggadaikan iman

    Hal ini pun dicontohkan oleh Luqmanul Hakim saat mendidik anak-ankanya (lihat QS Luqman). “Yang pertama ditekankan adalah soal akidah, yakni ‘janganlah engkau mempersekutukan Allah’. Barulah kemudian Luqman membahas hal-hal yang lain kepada anak-anaknya,

    Kedua, jangan sampai meninggalkan anak yang lemah ibadahnya. Orang yang istiqomah dalam ibadahnya, insya Allah  akan bahagia dan punya pegangan dalam hidupnya. Ia  tidak mudah terintenvensi oleh orang lain. “Sebaliknya, orang yang lemah ibadahnya atau menyia-nyiakan ibadah, maka hidupnya tidak akan bahagia. Ia pun mudah diintervensi orang lain,” tuturnya.

    Ketiga, jangan sampai meninggalkan anak  yang lemah ilmunya.  “Islam sangat menekankan pentingnya ilmu pengetahuan. Rasulullah menegaskan dalam salah satu hadisnya, ‘Tidak  ada kebaikan kecuali pada dua  kelompok,  yaitu orang yang mengajarkan ilmu dan orang yang mempelajari ilmu’,” ujarnya.

    Dalam pendidikan ada materi, metode, dan guru. “Metode lebih baik daripada materi. Guru lebih baik daripada metode. Semangat atau spirit guru lebih baik daripada guru itu sendiri,” paparnya.

    Keempat, jangan meninggalkan generasi yang lemah ekonominya. “Orang tua perlu menyiapkan generasi yang kuat secara ekonomi, agar hidupnya tidak menjadi beban bagi orang lain,” ujarnya.

    Sebuah hadis yang menceritakan seorang lelaki punya seorang anak perempuan. Karena sangat bersemangat bersedekah, ia berniat menyedekahkan 100 persen hartanya, tapi Nabi melarangnya. Lalu, ia berniat menyedekahkan 50 persen hartanya. Hal itu pun masih dilarang. Akhirnya ketika dia berniat menyedekahkan sepertiga hartanya, barulah Nabi mengizinkan.  “Dengan demikian, orang tua tadi tidak meninggalkan generasi yang lemah secara ekonomi.

    Ketika keempat komponen ini  sudah dipersiapkan dengan baik kepada generasi kita, yaitu Akidah, Ibadah, ilmu, dan ekonomi, Insya Allah akan menciptakan generasi Tangguh pewaris orang tuanya kelak. 


    Penulis : Tawakkal Kahar, S.Pd., M.Pd.



    By SMA Kajaolalido on 18 September 2020
    • SMA Kajaolalido
    • Berita

    Sekolah Islam Athirah melaksanakan forum jumat 18 September 2020. Kegiatan tersebut berisi agenda pemaparan program unggulan setiap wilayah dan departeman Sekolah Islam Athirah serta pengumuman juara konser kemerdekaan yang dilombakan pada bulan agustus lalu.

    Pengumuman hasil konser kemerdekaan merupakan agenda yang ditunggu-tunggu oleh partisipan yang terlibat bergabung dalam zoom meeting forum jumat tersebut. Bagaimana tidak, kurang lebih selama satu bulan peserta lomba menunggu pengumuman tersebut.

    Setelah break melaksanakan shalat ashar tibalah saatnya pengumuman juara konser kemerdekaan diumumkan. Sebelum diumumkan, Saharuddin sebagai salah satu Juri dalam lomba tersebut menyampaikan beberapa kriteria video konser kemerdekaan yang terpilih sebagai juara. Yang pertama harmonisasi vokal, kedua interpretasi lagu, ketiga kreativitas konsep, keempat kualitas video.

    “Karena juri memiliki selera yang berbeda, maka dalam penentuan juara ini ada beberapa kriteria yang menjadi acuan penilaian yakni pertama harmonisasi vocal, kedua interpretasi lagu, ketiga kreativitas konsep, keempat kualitas video” ungkap Saharuddin.

    Setelah menyampaikan kriteria, Saharuddin mengumumkan juara pada konser kemerdekaan tersebut, yang di mulai dari juara tiga SMA Islam Athirah Bukit Baruga, juara dua SMP Islam Athirah Makassar dan juara satu SMA Islam Athirah 1 Makassar. Menurut Saharuddin, video yang memenuhi empat kriteria yang telah ditetapkan oleh Juri adalah SMA Islam Athirah 1 Makassar.

    “Video konser kemerdekaan SMA Islam Athirah 1 Makassar memenuhi keempat kriteria penilaian yang yang telah ditetapkan juri, sehingga pantas menjadi juara satu dalam lomba video konser kemerdekaan ini” ungkap Kepala Departemen Kurikulum tersebut.

    Pada sesi lain dihubungi via WhatsApp, Asri Meri sebagai peserta lomba dalam video konser kemerdekaan menyampaikan bahwa dengan adanya kegiatan ini kita dapat meningkatkan rasa nasionalisme dan terus semangat untuk berkarya yang lebih baik.

    “Kegiatan ini dapat meningkatkan rasa nasionalisme serta memotivasi kita untuk terus berkarya yang lebih baik.” ucap Asri.

    Tantangan-tantangan juga disampaikan oleh Muhammad Buyana dalam proses pembuatan video konser kemerdekaan tersebut adalah, lombatnya proses koordinasi antaranggota  tim karena tidak bisa bertemu secara langsung disebabkan oleh pandemi Covid 19.

    “Mengumpulkan file video yang akan diedit dari teman-teman tim konses kemerdekaan cukup lama” ungkap Buyana.

    Mewakili Pimpinan SMA Islam Athirah 1 Makassar, Wakasek Kesiswaan dan IT, Yusran, S.Pd., M.Pd. menyampaikan ucapan terima kasih kepada tim lomba video konser kemerdekaan atas semangat dan kerja kerasnya dalam proses pembuatan video meski di masa pandemi.

    “Alhamdulillah, terima kasih teman-teman, Pak Uya, Bu Asri dan Ustadz Aziz atas semangat dan kerja kerasnya untuk menyiapkan video konser kemerdekaan ini sehingga berhasil merebut juara satu” tutupnya.




    Mr. Yusran.

    By Administrator on 09 September 2020
    • SMA Kajaolalido
    • Berita


    Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa SMA Islam Athirah 1 Makassar. Tidak main-main, kali ini sekolah binaan Yayasan Hadji Kalla itu mencatat prestasinya sebagai juara 2 dalam kompetisi internasional karya ilmiah inovatif pada bidang ilmu hayati, yakni pemanfaatan tumbuhan eceng gondok menjadi tisu, Rabu (9/9/2020).

    SMA Islam Athirah 1 Makassar yang diwakili St. Rahma Rahim, Nurnabilla Syfadewi Attaya, dan Nawwarah Liyana Zafira Aminanti, sebelumnya dinobatkan sebagai juara 2 nasional dalam ajang National Science Innovation Expo 2019 yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Sains Fisika UIN Sunan Gunung Djati pada 23 November lalu di Bandung.

    Kemenangan tersebut mengantarkan mereka berkompetisi ke tingkat internasional pada ajang World Invention Innovation Contest (WIC) 2020 yang digelar di Korea Selatan baru-baru ini. Hasilnya, tim Eichracial-T (sebutan untuk Tim SMA Islam Athirah 1 Makassar) dinobatkan sebagai juara 2. Ketiganya pun mengungkapkan perasaan syukur, bahagia, dan bangga.

    “Rasanya bangga dan senang, karena perjuangan selama ini terbayarkan, alhamdulillah kami sangat bersyukur” ucap Nabilla.

    “Pastinya beryukur, senang, bahagia dan bangga,” sambung Rara sapaan Rahma Rahim.

    “Senang sekali rasanya, apalagi ini pertama kali bagi saya, jadi ada pengalaman baru,” imbuh Liyana.

    Sementara itu, Kepala SMA Islam Athirah 1 Makassar Tawakkal Kahar, S.Pd., M.Pd. turut merasa bangga atas prestasi siswanya. Ia pun menyampaikan ucapan selamat kepada tim Eichracial-T yang telah mengharumkan nama Sekolah Islam Athirah.

    “Tentunya kami bangga, anak-anak kita bisa memberikan yang terbaik buat kita semua. Selamat, Anda adalah siswa terbaik yang bisa menginspirasi siswa lainnya menghasilkan karya terbaik untuk sekolah dan Indonesia,” ucap Tawakkal dalam sebuah pertemuan virtual bersama tim Eichracial-T, Selasa (8/9/2020).

    Dalam pertemuan yang sama, pujian juga dilontarkan Direktur Sekolah Islam Athirah H. Syamril, S.T., M.Pd. Pada kesempatan itu Syamril menyampaikan ucapan selamat kepada tim Eichracial-T. Ia berharap Eichracial-T dapat menjadi inspirasi bagi orang lain.

    “Selamat atas pencapainnya, semoga bisa menjadi sejarah baru di Athirah, dan semoga nantinya bisa menghasilkan temuan-temuan baru lagi yang bisa menginspirasi kita semua,” ucapnya.

    Sekadar informasi, tim Eichracial-T adalah siswa SMA Islam Athirah 1 yang saat ini duduk di bangku kelas XII MIPA 1. Selama masa risetnya, mereka didampingi dan dibimbing oleh wali kelasnya bernama Jumarni, S.Pd (Marni). Uniknya, Marni bukan guru mata pelajaran rumpun sains.

Agenda 2