• PELANTIKAN KPU DAN PANWASLU PEMILIHAN OSIS SMA ISLAM ATHIRAH 1 MAKASSAR

  • 155 Siswa/i SMA Islam Athirah 1

    Makassar Ikuti Simulasi UNBK Tahap 1

  • Internalisasi Nasionalisme, Siswa SMA Islam Athirah 1

    Makassar Latihan Bela Negara di Yonif Raider

  • Ketua Yayasan Hadji Kalla Lantik 3

    Wakil Direktur Sekolah Islam Athirah Makassar

  • Kompak Pakai Batik, Warga SMA Islam

    Athirah 1 Makassar Ramaikan Hari Batik

  • By SMA Kajaolalido on 08 November 2019
    • SMA Kajaolalido
    • Berita

    <!--[if gte mso 9]><xml> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 10]> <style> /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0mm 5.4pt 0mm 5.4pt; mso-para-margin-top:0mm; mso-para-margin-right:0mm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0mm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} </style> <![endif]-->

    <!--[if gte mso 10]> <style> /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0mm 5.4pt 0mm 5.4pt; mso-para-margin-top:0mm; mso-para-margin-right:0mm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0mm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} </style> <![endif]-->

    Dalam rangka persiapan pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer  (UNBK) sebanyak 155 siswa/i SMA Islam Athirah 1 Makassar mengikuti Simulasi UNBK tahap 1. Dalam simulasi tersebut pihak sekolah telah menyediakan 2 ruang lab. komputer , masing-masing ruang lab komputer berisikan 78 computer/client serta didukung oleh 2 server utama dan 1 server cadangan.  Pelaksaaan simulasi tahap 1 dilaksanakan mulai tanggal 6 -7 November 2019. Siswa kelas XII dibagi dalam 2 Sesi. Sesi 1 dimulai pukul 07.30-09.30 dan sesi 2 pukul 10.30-12.30 Wita. Bertindak sebagai penanggung jawab dalam kegiatan tersebut adalah Tawakkal kahar  selaku kepala  SMA Islam Athirah 1 Makassar, sementara proktor dan teknisi adalah Yusran dan Dedi serta dua pengawas ruangan yakni M. yasin munandar dan A. Muh. Amin.

    Adapun tujuan pelaksanaan simulasi UNBK tersebut adalah :

    1. Mengecek Infrastruktur di sekolah

    2. Latihan proctor dan teknisi mengikuti prosedur UNBK

    3. Mengecek System dan Prosedur

    4. Latihan melaksanakan UNBK

    5. Memberikan pengalaman bagi siswa/i menjawab soal UNBK

    Dalam Pelaksanaan  simulasi UNBK  tahap 1 SMA Islam Athirah 1 Makassar berjalan aman dan lancar meski demikian pihak SMA Islam Athirah 1 makassar harus lebih siap lagi dalam menyiapkan sarana pendukung untuk  menghadapi UNBK tahun 2020.


    By SMA Kajaolalido on 01 November 2019
    • SMA Kajaolalido
    • Berita

    Sejumlah 119 siswa kelas XI SMA Islam Athirah 1 Makassar mengikuti pendidikan kesadaran bela negara yang digelar di Markas Militer Bataliyon Infanteri Raider 700/Wira Yudha Cakti (Yonif Raider 700/WYC) Kodam XIV Hasanuddin Jalan Perintis Kemerdekaan Makassar, Jumat (1/11/2019).

    Kegiatan dimulai dengan pemeriksaan kesehatan dilanjutkan upacara penyerahan peserta yang dipimpin langsung oleh Wakil Direktur SIA Wilayah Kajaolalido, Mas Aman Uppi, S.Pd., M.Pd. kepada Kasi Logistik Yonif Raider 700/WYC Lettu Inf. James Imanuel.

    Pendidikan kesadaran bela negara bagi siswa merupakan implementasi program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dalam kurikulum 2013 revisi, khususnya karakter semangat kebangsaan dan cinta tanah air. Beberapa materi yang dibekali peserta di antaranya, wawasan kebangsaan, pelatihan baris-berbaris, dan pengenalan kesatuan militer Yonif Raider 700/WYC.

    Ketua Panitia Muhammad Buyana, S.Pd., M.Pd. menjelaskan bahwa kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari itu bertujuan membentuk karakter siswa yang disiplin dan cinta tanah air. Setelah mengikuti pendidikan kesadaran bela negara, siswa diharapkan memiliki semangat kebangsaan dan semangat cinta tanah air, serta kedisplinan menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

    “Kegiatan bela negara ini merupakan agenda tahunan sekolah, ini kita laksanakan rutin setiap tahun sebagai wadah pembentukan karakter bagi siswa SMA Islam Athirah 1 Makassar khusunya kelas XI yang menjadi sasaran program ini” jelas guru PJOK yang akrab disapa Pak Uya ini.

    “Kita berharap setelah siswa mengikuti kegiatan ini, ada perubahan sikap dan perilaku terutama kedisiplinan, jadi apa yang mereka dapatkan di tempat ini, nanti akan diaplikasikan di sekolah” tambah Uya.

    Pelaksanaan pendidikan kesadaran bela negara itu juga disambut baik oleh Kepala SMA Islam Athirah 1 Makassar Tawakkal Kahar, S.Pd., M.Pd.  Ia menyebutkan bahwa kegiatan bela negara merupakan salah satu program unggulan dalam rangka pencapaian jaminan mutu sekolah dalam pembentukan karakter siswa.

    “Ini adalah salah satu program unggulan sekolah, dengan mengikuti kegiatan bela negara siswa bisa memiliki karakter tangguh, leadership, toleran, dan cinta tanah air” jelas Tawakkal saat ditemui, Jumat (1/11/2019).

    “Karena itu kita harapkan siswa mengikuti kegiatan ini dengan ikhlas dari awal hingga akhir, agar hasilnya juga maksimal dan bisa diaplikasikan dalam lingkungan sekolah dan rumah” tutupnya.

     

    Penulis: Sukri Muhammad

    By SMA Kajaolalido on 04 Oktober 2019
    • SMA Kajaolalido
    • Berita

    Dalam rangka memaksimalkan penyelenggaraan pendidikan di Sekolah Islam Athirah Makassar, Ketua Yayasan Hadji Kalla, Hj. Fatimah Kalla melantik 3 wakil direktur, Jumat (4/10/2019). Mereka adalah Mas Aman Uppi, S.Pd., M.Pd. dilantik sebagai Wakil Direktur Wilayah Kajaolalido, Drs. Patris Hasanuddin, M.Pd. dilantik sebagai Wakil Direktur Wilayah Bukit Baruga, dan Syamsul Ibrahim, S.Pd. dilantik sebagai Wakil Direktur Wilayah Bone.

    Jabatan wakil direktur Sekolah Islam Athirah tersebut merupakan yang pertama, ketiga wakil direktur terpilih itu diharapkan mampu mengemban tugas dan tanggung jawabnya dalam memaksimalkan penyelenggaraan pendidikan pada wilayah kerjanya masing-masing.

    Sebelum dilantik, ketiga calon wakil direktur ditanya atas kesediannya mengemban amanah tersebut. “Bersediakah Saudara dilantik menjadi wakil direktur?” sebut Fatimah Kalla membacakan pertanyaan. Dengan mantap ketiga calon wakil direktur menjawab “Bersedia!”. Fatimah Kalla kemudian menuntun ketiganya membaca sumpah jabatan disaksikan seluruh hadirin.

    Fatimah Kalla dalam sambutannya menyampaikan, salah satu tugas wakil direktur tersebut adalah menjalin komunikasi yang baik dengan pihak internal Athirah maupun pihak eksternal yang terkait dengan Sekolah Islam Athirah.

    Baik berhubungan dengan eksternal, orang tua siswa, maupun instansi-instansi yang terkait dengan sekolah, internal guru dan siswa, disitulah wakil direktur harus berfungsi” jelasnya.

    Tugas lain yang menjadi tanggung jawab wakil direktur adalah bertanggung jawab langsung kepada direktur terkait seluruh hal yang berhubungan dengan penyelenggaraan pendidikan pada wilayah kerja masing-masing.

    Dalam kesempatan itu, Fatimah Kalla juga menyampaikan bahwa Sekolah Islam Athirah ke depan tidak hanya menerima siswa yang beragama Islam, tetapi juga terbuka untuk siswa nonmuslim yang ingin belajar di Athirah. Ia berharap, keberadaan Sekolah Islam Athirah terus memberikan sumbangsih pendidikan terbaik bagi bangsa Indonesia.

    Ke depan kita terbuka, bukan hanya yang beragama Islam, nonmuslim juga boleh sekolah di Athirah, karena di sinilah mereka nanti belajar keberagaman dan toleransi” ungkap Fatimah Kalla yang juga adik kandung Wakil Presiden RI, H.M. Jusuf Kalla.

    Kita ingin Athirah harus terus berada di dalam memberikan sumbangsih pendidikan yang terbaik untuk bangsa ini, khsusunya di Sulawesi” imbuh wanita berusia 57 tahun ini.


    Penulis: Sukri Muhammad

    By SMA Kajaolalido on 02 Oktober 2019
    • SMA Kajaolalido
    • Berita

    Batik merupakan ciri khas Bangsa Indonesia warisan asli budaya yang tidak dimiliki bangsa lain. Batik juga dapat disebut sebagai identitas bangsa Indonesia karena telah populer dalam dunia internasional. Apalagi saat ini batik masuk dalam daftar perwakilan warisan budaya tak benda United Nations of Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) tahun 2009.

    Di Indonesia, setiap tanggal 2 Oktober diperingati sebagai hari batik nasional. Tahun ini, hari batik nasional jatuh pada Rabu (2/10/2019). Berbagai institusi dan lembaga pendidikan ikut merayakan peringatan hari batik nasional dengan mengenakan pakaian batik. Tak ketinggalan, warga SMA Islam Athirah 1 Makassar hari ini kompak mengenakan batik dengan berbagai corak.

    Sehari sebelumnya, seluruh insan Kalla Group (Korporasi Induk SMA Islam Athirah 1 Makassar) diimbau untuk mengenakan pakaian batik dalam rangka memperingati hari batik nasional yang jatuh pada hari ini.

    Antusiasme guru, siswa, dan karyawan SMA Islam Athirah 1 Makassar memperingati hari batik nasional terlihat kental hari ini, berbagai jenis batik yang digunakan warga sekolah binaan keluarga Wakil Presiden RI, H.M. Jusuf Kalla itu mewarnai iklim belajar pada hari ini. Ada yang menggunakan batik jlamprang, terang bulan, cap kombinasi tulis, tribusana, hingga batik lontara bugis makassar khas Sulawesi Selatan.

    Guru seni dan budaya SMA Islam Athirah 1 Makassar Asri Mery Sidowati, S.Sn., M.F.A. sangat mengapresiasi kekompakan guru, siswa, dan karyawan yang telah menggunakan batik pada hari ini. Ia menyebutkan, hal itu menjadi pembelajaran kepada siswa tentang kekayaan Indonesia dengan batik.

    “Sangat bagus sekali untuk memperkenalkan budaya Indonesia, khsusnya seni batik yang harus kita lestarikan sebagai salah satu identitas atau jati diri  bangsa Indonesia. Dan ini menjadi pembelajaran khusus kepada siswa kita bahwa betapa kayanya Indonesia dengan berbagai batiknya” ujar alumnus Korea Nasional University of Art, Seoul, Korea Selatan itu.

    Sementara itu, Kepala SMA Islam Athirah 1 Makassar Tawakkal Kahar, S.Pd., M.Pd. turut merasa bangga dengan warga sekolah yang telah mengindahkan imbauan tersebut. Menurutnya, hal itu sebagai bentuk rasa nasionalisme terhadap NKRI.

    “Merasa bangga, melihat anak-anak, guru dan karyawan memakai batik. Kelihatan rasa nasionalismenya, cinta produk dalam negeri semakin kuat, anak-anak juga sangat senang dan bangga. Malah ada siswa yang bertanya, bisakah setiap hari pakai batik?” ujar Tawakkal sambil menirukan siswanya.


    Penulis: Sukri Muhammad

Agenda 2