• PELANTIKAN KPU DAN PANWASLU PEMILIHAN OSIS SMA ISLAM ATHIRAH 1 MAKASSAR

  • Pentingnya Bela Negara bagi Pelajar di Masa Pandemi! Hari

    Kedua Pelaksanaan Kegiatan Bela Negara SMA Islam Athirah 1

  • Tingkatkan Wawasan tentang Rasa Cinta Tanah Air! SMA

    Islam Athirah 1 Makassar Gelar Kegiatan Bela Negara

  • Cara Terbaik untuk Belajar

  • SMA Islam Athirah 1 Makassar Gelar

    Pelatihan Calon Pengurus Paskib Periode 2020/2021

  • By SMA Kajaolalido on 28 November 2020
    • SMA Kajaolalido
    • Kegiatan

    SMA Islam Athirah menggelar kegiatan lanjutan “Bela Negara” bagi siswa-siswi kelas XI sekaligus acara penutupan, Sabtu (28/11/2020).  Hari kedua kegiatan diawali dengan materi “Pentingnya Bela Negara Bagi Pelajar di Masa Pandemi” oleh Mayor TNI Arie Widarto, S.I.P. (Kepala Seksi Teritorial Rindam XIV/Hasanuddin).

    Dalam paparannya, Mayor TNI Arie Widarto, S.I.P menjelaskan beberapa hal, diantaranya tentang lambang-lambang negara, tujuan bela negara, contoh-contoh ancaman nyata yang dihadapi bangsa Indonesia, nilai dasar bela negara, serta alasan perlunya membela negara kita yang tercinta. Ada tiga alasan mengapa kita perlu membela negara, yaitu: (1) Alasan historis, (2) Alasan geografis, dan (3) Alasan demografis.

    Di akhir presentasinya, Arie Widarto berpesan kepada para peserta bahwa kegiatan bela negara tidak hanya berarti hanya mengangkat senjata membela negara tercinta, Indonesia. Bela negara  juga dapat diwujudkan dalam nilai dasar bela negara, yaitu: (1) Cinta tanah air, (2) Kesadaran berbangsa & bernegara, (3) Setia kepada Pancasila sebagai ideologi negara, (4) Rela berkorban demi bangsa & negara, dan (5) Memiliki kemampuan awal bela negara.

    “Berusahalah untuk belajar, berusahalah untuk memperluas wawasan ke depan dengan landasan agama,” pesannya.

    Agenda kegiatan dalam pelaksanaan “Bela Negara” ini tidak hanya berupa materi tentang bela negara saja, tetapi juga diselingi dengan kuis dan lomba video lagu kebangsaan dari para peserta kegiatan. Kuis yang diberikan merupakan evaluasi materi dari para pemateri di hari pertama dan kedua kegiatan “Bela Negara” ini.

    Antusiasme peserta dalam kegiatan ini juga cukup tinggi, dilihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan oleh para peserta kepada masing-masing pemateri.

    Sebelum acara penutupan, diumumkan para pemenang kuis, pemenang lomba video lagu kebangsaan, serta peserta terbaik yang diambil dari perwakilan masing-masing kelas dalam kegiatan “Bela Negara” ini.

    Berikut ini nama-nama pemenang dari masing-masing kategori lomba:

    Lomba Quizizz: Juara 1 (Alief Fauzan dari kelas XI MIPA 4), Juara 2 (Irfan Naufal dari kelas XI MIPA 4), dan Juara 3 (Siti Nur Azhifa dari kelas XI MIPA 1).

    Lomba Video Lagu Kebangsaan: Juara 1 (Kelompok 9 dari kelas XI MIPA 2), Juara 2 (Kelompok 3  dari kelas XI MIPA 4), dan Juara 3 (Kelompok 8 dari kelas XI MIPA 1).

    Peserta Terbaik: Shafira Ramadhani (XI MIPA 1), Andi Aden Hamdani (XI MIPA 2), Fadhilah Rezky Marshanda (XI MIPA 3), Andi Fadhilah Octaviani (XI MIPA 4), dan Andi Afifah Araminta (XI IPS).

    Tawakkal Kahar, S.Pd., M.Pd., Kepala SMA Islam Athirah 1 Makassar dalam sambutannya sekaligus menutup acara kegiatan “Bela Negara” menyampaikan selamat kepada para pemenang lomba dan berharap ada banyak manfaat yang bisa dipetik dari pelaksanaan kegiatan ini.

    “Semoga ada banyak manfaat yang bisa kita petik dari kegiatan ini. Selamat untuk ananda pemenang lomba. Ada juara berarti ada proses yang berlangsung secara kompetitif, harapannya ada manfaat dari kegiatan yang telah kita ikuti dan dapat kita implikasikan dalam kehidupan sehari-hari,” ucapnya.

    “Selama dua hari kegiatan, ananda semua telah mengetahui dari pemateri tentang teori-teori serta dasar-dasar tentang bela negara. Banyak hal yang telah diberikan negara kepada kita. Karena itu sebagai warga negara yang baik, kita wajib membela negara kita. Sebagai siswa, bentuk bela negara yang bisa ananda lakukan adalah belajar dengan baik. Semoga momentum dua hari ini memberi manfaat yang besar untuk ananda semua,” imbuhnya.

    Tawakkal Kahar juga menyampaikan bahwa kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh sekolah termasuk kegiatan “Bela Negara” semuanya bermuara kepada 4 kata kunci dari visi sekolah, yaitu  unggul, islami, nasional, dan global. Semoga dengan pelaksanaan kegiatan bela negara mampu mewujudkan visi sekolah. Tawakkal Kahar juga menyampaikan terima kasih kepada para panitia guru maupun panitia siswa yang telah mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan ini.

    “Kepada para peserta, selamat telah mengikuti dengan baik kegiatan ini. Selamat saya ucapkan juga untuk yang telah menjuarai lomba. Tak lupa, terima kasih kepada panitia siswa dan panitia guru yang telah mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan ini,” tutupnya.

     

    Penulis: Yusminiwati

    By SMA Kajaolalido on 27 November 2020
    • SMA Kajaolalido
    • Kegiatan

    SMA Islam Athirah 1 Makassar menggelar kegiatan “Bela Negara” bagi siswa-siswi kelas XI. Kegiatan tersebut digelar secara virtual melalui aplikasi konferensi video Zoom Meeting, Jum’at (27/11/2020). Sejumlah 132 partisipan mengikuti kegiatan ini yang mengusung tema “Generasi Tangguh dan Berkarakter di Masa Pandemi.” 

    Turut hadir dalam acara ini Wakil Direktur Sekolah Islam Athirah Wilayah Kajaolalido, Wakil Direktur Sekolah Islam Athirah Wilayah Bukit Baruga sekaligus sebagai narasumber, Pengurus BMJ Pusat, Pengurus FKK unit SMA, Para Pimpinan dan Dewan Guru, serta siswa-siswi kelas XI SMA Islam Athirah 1 Makassar.

    Ketua Panitia Sabrianti, A., S.Pd., M.Pd. mengatakan, kegiatan “Bela Negara” tersebut adalah merupakan salah satu agenda tahunan bagi siswa kelas XI yang dilaksanakan sebagai wadah untuk mengasah kedisiplinan peserta didik agar terbentuk menjadi karakter yang tangguh dan penuh dengan kedisiplinan.

    “Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari dilaksanakan secara virtual tidak sama seperti kegiatan bela negara tahun-tahun sebelumnya. Yang dulunya bela negara identik dengan praktik di lapangan, tetapi sekarang dilakukan dengan teori-teori, dasar-dasar tentang cara membela negara, tetapi hal ini tidak akan mengurangi esensi untuk mewujudkan hal-hal yang ingin kita capai dalam kegiatan ini,” tambahnya.

    Kepala SMA Islam Athirah 1 Makassar, Tawakkal Kahar, S.Pd., M.Pd. dalam sambutannya mengapresiasi panitia atas berlangsungnya kegiatan ini. Tawakkal Kahar juga menekankan pentingnya kegiatan ini agar para siswa mempunyai pemahaman yang kuat tentang nasionalisme.  

    “Semoga ananda semua bisa mengikuti kegiatan ini dengan baik, dengan saksama karena hal ini penting walaupun dilaksanakan melalui virtual. Kenapa penting, karena tantangan yang kita hadapi sekarang sangat luar biasa dengan adanya perkembangan teknologi dan informasi. Tentunya kita harus punya pemahaman yang kuat tentang nasionalisme, jangan sampai kita terbawa arus. Hal ini perlu diwaspadai karena perkembangan teknologi dan informasi saat ini begitu gencar dan hebat. Tentunya ananda semua harus memahami bagaimana membela negara dari perspektif pertahanan negara, dari perspeksif warga negara, dan dari perspektif agama kita” ucapnya.

    Wakil Direktur Sekolah Islam Athirah Wilayah Kajaolalido, Mas Aman Uppi, S.Pd., M.Pd. dalam sambutannya sekaligus membuka secara resmi kegiatan “Bela Negara” menyampaikan harapannya agar para peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang telah dijadwalkan agar tujuan yang diinginkan dapat tercapai.

    “Kegiatan ini adalah langkah yang dapat mencegah agar generasi milenial tidak terpengaruh kecintaannya terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Salah satu cara untuk menumbuhkan upaya kesadaran bela negara adalah pelaksanaan kegiatan bela negara di Sekolah Islam Athirah. Kegiatan ini berguna untuk menginternalkan visi dan misi sekolah khsususnya sikap jiwa nasional serta kerangka pikir tentang pentingnya peningkatan  bela negara bagi setiap para pelajar utk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ungkapnya.

    “Semoga ananda sudah siap mengikuti kegiatan bela negara dengan mengikuti seluruh kegiatan yang dijadwalkan. Sehingga di akhir kegiatan nanti, kalian semua dapat merasakan peningkatan wawasan tentang rasa cinta tanah air, tentang kualitas diri khususnya dalam sikap dan karakter,” imbuhnya.

    Mas Aman Uppi juga memberikan apreasi kepada para panitia yang telah melaksanakan dan mengemas kegiatan ini dengan baik, walaupun dalam bentuk virtual.

    Pemateri pertama pada kegiatan ini adalah Drs. Patris Hasanuddin, M.Pd. Wakil Direktur Sekolah Islam Athirah Wilayah Bukit Baruga dengan judul materi “Bela Negara dalam Sudut Pandang Islam.”

    Patris Hasanuddin menyampaikan bahwa kegiatan bela negara dapat berbentuk fisik dan nonfisik. Membela negara tidak selalu identik dengan perang. Sebagai siswa, banyak hal yang bisa dilakukan sebagai contoh dari kegiatan bela negara. Misalnya: Belajar dengan disiplin, belajar dengan sungguh-sungguh, menghormati guru dan orang tua, tolong menolong, tidak melakukan tindak kriminal, toleransi, membangun negeri sesuai keahlian/profesi masing-masing.

    Pemateri pertama juga membahas beberapa hal, diantaranya: Konsep negara dalam Al-Qur’an, jihad membela negara dan relevansinya dalam konteks keIndonesiaan. Kemudian Patris Hasanuddin juga memaparkan 4 alasan “Kapan jihad membela negara menjadi wajib?”

    Pemateri kedua pada kegiatan ini adalah Adi Darmawan N., SH. dengan judul materi “Pengenalan UU ITE (Bijak Bermedsos).”

     

    Penulis: Yusminiwati

    By SMA Kajaolalido on 26 November 2020
    • SMA Kajaolalido
    • Kegiatan

    “The best way to learn is to teach” (Frank Oppenheimer)

    Cara terbaik untuk belajar adalah ketika kita mengajarkannya kepada orang lain. Mengapa demikian? Mengapa dengan mengajarkan sesuatu kepada orang lain akan membantu kita sendiri untuk belajar? Salah satu alasannya adalah ketika kita ingin mengajarkan sesuatu kepada orang lain, kita akan berusaha terlebih dahulu mempelajari hal tersebut atau menguasainya dengan baik.

    Ketika kita mengajar, sesungguhnya kita sedang dalam proses belajar. Akan ada proses belajar sebelum kita mengajarkannya kepada orang lain. Jika kita tidak mengetahui atau menguasai sesuatu, tentu saja kita tidak dapat mengajarkannya dengan baik.

    Sebagai seorang pengajar, ketika telah selesai mengajarkan suatu materi di kelas, maka di kelas berikutnya kita dapat melakukan refleksi diri apakah proses pengajaran tersebut dapat dipahami dengan baik oleh siswa. Mengajar akan membantu kita berproses dalam pembelajaran. Belajar dan terus belajar untuk mencoba lebih baik lagi.

    Ketika hal yang kita ajarkan belum bisa dipahami orang lain dengan baik, maka kita biasanya berusaha mencari tahu materi mana yang belum dipahami. Kemudian kita mencoba mencari cara untuk menjelaskan dengan lebih sederhana. Kita berusaha memikirkan cara mengajarkan yang lebih baik lagi agar dapat memudahkan orang lain memahaminya. Dengan mencoba menjelaskan secara sederhana, hal ini juga berarti bahwa kita memahami materi tersebut dengan baik. Sesuai dengan yang dikatakan Albert Einstein dalam quote-nya: “If you can’t explain it simply, you don’t understand it well enough”, artinya jika Anda tidak dapat menjelaskan secara sederhana, Anda tidak cukup memahaminya.

    Sesungguhnya dalam kegiatan mengajar akan berlangsung proses pembelajaran yang terus menerus. Sebelum mengajar, kita pasti akan melewati proses belajar. Kemudian mengecek pemahaman kita apakah sudah memadai atau tidak untuk mengajarkan materi tersebut kepada orang lain. Langkah berikutnya adalah “mengajar”.   

    Belajar untuk mengajar adalah sebuah proses yang berlangsung seumur hidup. Seiring waktu, maka seorang pengajar akan menemukan gaya terbaiknya sendiri melalui refleksi dari pengajaran-pengajaran yang telah dilakukannya.

    Jangan pernah lelah untuk belajar. Tetap semangat untuk terus belajar. Gunakan setiap momen yang ada untuk terus belajar, belajar, dan belajar. Selamat Hari Guru Nasional 2020.

      

    Penulis: Yusminiwati 

    By SMA Kajaolalido on 24 November 2020
    • SMA Kajaolalido
    • Kegiatan

    SMA Islam Athirah 1 Makassar menggelar kegiatan Pelatihan Calon Pengurus Paskib bagi peserta didik kelas X dan XI, Selasa (24/11/2020). Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Multimedia Sekolah Islam Athirah dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Jumlah peserta dalam pelatihan sebanyak 16 orang.

    Pelatihan Calon Pengurus Paskib ini secara resmi dibuka oleh Wakasek Kesiswaan & IT SMA Islam Athirah 1 Makassar, Yusran, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, Yusran menyampaikan meskipun masih dalam keadaan pandemi COVID-19, para peserta harus tetap bersemangat mengikuti materi yang diberikan dalam pelatihan calon pengurus Paskib ini.

    “Meskipun dalam keadaan COVID-19, kalian harus tetap semangat mengikuti materi yang diberikan dalam pelatihan ini. Mari kita berdoa agar COVID-19 ini akan segera berlalu dan kita bisa aktif kembali melakukan kegiatan-kegiatan pelatihan Paskib dengan lebih baik lagi,” ungkapnya.

    Kegiatan pelatihan dimulai pukul 13.00 dan berakhir pukul 18.00 Wita dilanjutkan sholat maghrib berjamaah di masjid Sekolah Islam Athirah. Adapun materi kegiatan dalam pelatihan ini adalah Materi Formasi, Materi LBB, dan Materi LTUS yang dibawakan oleh Ketua Paskib SMA Islam Athirah 1 Makassar Periode 2019/2020, Muammar Ba’asir dari kelas XII MIPA 2. 


    Penulis: Yusminiwati


Agenda 2