• Tadabbur Alam dan Refleksi Perjalanan Menuju Akhirat

  • Serunya Field Trip SD Islam Athirah Kajalolaliddo

  • Gelar Seminar Parenting, SD Islam

    Athirah Hadirkan Wakil Rektor Universitas

  • Peringati Hari Batik Nasional, Warga

    SD Islam Athirah Kompak Kenakan

  • By SD Kajaolalido on 18 Oktober 2019
    • SD Kajaolalido
    • Kegiatan

    Seluruh siswa kelas 5 dan guru pendamping SD Islam Athirah 1 Makassar sedang sibuk mengatur barang bawaan mereka. Mereka akan melaksanakan fieldtrip selama 3 hari (10-12 Oktober 2019) dan bertempat di Wisata Pantai Bintang Galesong, Kabupaten Takalar. Rangkaian kegiatannya cukup padat, dihari pertama ada kuis ranking 1, pertandingan futsal disore hari kemudian dilanjutkan dengan kegiatan mabit dimalam hari. Kegiatan pada malam hari dihandle langsung oleh tim Mabit SD Islam Athirah 1, kegiatan mabit dimulai dengan  tadabbur alam melalui ayat kauniyah. Kekhusyukan mulai terasa ketika Ust. Andi Nur Alam, S.Pd. membawakan materi tentang kebesaran Allah melalui ciptaan-Nya. Kegiatan ini dilanjutkan dengan murajaah surah yang berhubungan dengan ayat materi.
    Agenda kegiatan mabit di malam kedua adalah refleksi perjalanan menuju akhirat. Siswa berjalan secara berkelompok melewati 5 pos dengan rintangan di masing-masing pos, Tujuannya adalah memberikan pembelajaran tentang bagaimana sesungguhnya perjalanan manusia menuju hari akhir. Bagian yang paling berkesan dari kegiatan ini adalah ketika anak-anak sampai pada pos 5, karena selain harus menyelesaikan rintangan di pos tersebut mereka juga diberikan renungan tentang kematian dan hari akhir. Siswa diajak dan diberi edukasi bahwa sesungguhnya kehidupan di dunia ini hanya sementara. “Tanggapan siswa sangat berkesan di pos 5 ini karena mereka sampai  menangis bahkan sebagian histeris”, kata Ust. Andi Nur Alam, S.Pd. selaku koordinator tim tahfidz dan mabit.

    Penulis        : Dewi Purnama Sutji



    By SD Kajaolalido on 10 Oktober 2019
    • SD Kajaolalido
    • Kegiatan

    Hari Selasa (8/10/19)  suasana pagi begitu riuh di sekolah. Siswa kelas 1 SD Islam Athirah Kajaolaliddo terlihat berkumpul di selasar lantai 1.  Sebanyak 90 siswa dari 4 kelas bersiap-siap menuju Gowa Discovery Park. Tepatnya di selatan Makassar, Jalan Daeng Tata Kecamatan Makassar, Sulawesi Selatan. Tidak butuh waktu yang lama untuk sampai di sana, hanya sekitar enam kilometer dari pusat kota Makassar. Sekitar pukul 08.00 rombongan memulai perjalanan, diantar oleh 9 mobil angkutan Sekolah Islam Athirah. Sebelum anak-anak berangkat, terlebih dahulu Kepala Sekolah memberikan arahan dan berdoa bersama demi keselamatan semua hingga tiba di tempat tujuan. Sesampainya di aula, anak-anak langsung disambut hangat oleh tour guide setempat. Kegiatan field trip pun dibuka dengan penampilan tahfidz metode kaisa oleh seluruh murid kelas 1. Lalu anak-anak dibekali lembar kerja yang mereka harus kerjakan saat mengamati binatang yang mereka lihat. 

    Gowa Discovery Park menyediakan perpaduan wahana petualangan seperti waterboom, taman burung dan outbound. Sebelum masuk ke taman burung, tangan anak-anak distempel berwarna merah sebagai penanda oleh petugas. “Disini terdapat 16 kandang burung dengan berbagai ukuran dan berbagai macam spesies burung didalamnya. Seperti nuri, kepodang, jalak bali, elang laut, elang paria dan cendrawasih,”kata pemandu wisata saat mendampingi anak-anak mengelilingi taman burung. Bukan hanya berbagai jenis burung, di kandang besar juga terdapat binatang lain seperti anoa, buaya, kera, elang, ayam dan pelican. “Tetap menjaga jarak dan jangan terlalu dekat dengan kandang yah,”imbuhnya saat anak-anak asyik melihat binatang. Anak-anak tampak antusias melihat langsung berbagai jenis burung dan binatang lainnya. Beberapa anak dan guru lalu berswa foto mengabadikan momen dengan burung kakaktua yang tentunya tetap didampingi oleh pemandu. Anak-anak kemudian diajak bermain games bersama tim outbound. Ditemui di lokasi, Hariati, S.Pd.,selaku ketua panitia menuturkan tujuaan diadakannya field trip ini guna mengenalkan alam sekitar kepada anak-anak sejak dini dan menumbuhkan rasa cinta dan menambah pengetahuan mereka tentang berbagai jenis binatang yang ada di taman burung ini,”. “Kami sangat bersyukur kegiatan field trip ini berjalan lancar, ini karena kerja sama yang kompak dan kerja keras antara wali kelas ,” ujar Nurhastri, S.Pd.,wali kelas 1 Al Rahim saat mendampingi anak-anak kembali ke sekolah.


    Penulis : Syahriyanti 




    By SD Kajaolalido on 09 Oktober 2019
    • SD Kajaolalido
    • Kegiatan

    SD Islam Athirah menyelenggarakan seminar parenting dengan tema “Nurturing Persistent Personality”, Sabtu (5/10/19). Seminar tersebut melibatkan dewan guru, kepala sekolah dan wakil kepala sekolah SD Islam Athirah, wakil direktur Sekolah Islam Athirah wilayah Kajaolaliddo, orang tua siswa, dan beberapa TK se-kota Makassar. Seminar ini dilaksanakan di auditorium Sekolah Islam Athirah Kajaolaliddo. Dalam seminar parenting ini menghadirkan Prof. Dr. Ir. Ichsan Setya Putra sebagai pembicara.  Syahriyanti, S.Pd.,M.Pd.,selaku moderator membuka acara seminar dengan memperkenalkan terlebih dahulu biodata pemateri kepada peserta seminar.  “Prof.Dr. Ir. Ichsan Setya Putra merupakan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan. Beliau adalah guru besar kelima Teknik Penerbangan ITB dan pernah menduduki jabatan sebagai Ketua Satuan Penjaminan Mutu ITB, Direktur Pendidikan ITB, dan Ketua Departemen Teknik Penerbangan, FTI ITB.” Ada beberapa materi penting yang disampaikan dalam seminar tersebut yaitu  bagaimana menjadikan anak bangga terhadap orangtuanya, menjadikan anak sosok gigih dan tangguh melalui kebiasaan-kebiasaan dan tantangan yang diajarkan sejak dini, mengajarkan self control dan menumbuhkan motivasi belajar anak. “Semoga ilmunya bisa diterapkan pada anak di rumah dan juga diterapkan oleh para guru di sekolah, kata moderator saat mengakhiri acara seminar,”.

    Beberapa acara juga turut meramaikan sebelum seminar dimulai diantaranya Penampilan Tahfidz oleh siswa SD Islam Athirah, Speech, Persembahan lagu oleh siswa inklusi, Puisi, dan tari. Fajriati Ummah, S.Pd. selaku ketua panitia seminar ini saat ditemui usai seminar di auditorium Sekolah Islam Athirah Kajaolaliddo mengemukakan bahwa seminar ini diadakan untuk menjalin sinergi antara guru dan orangtua dalam mendidik anak menjadi pribadi yang gigih. Khasan, S,Pd.,selaku Kepala Sekolah SD Islam Athirah menjelaskan, orangtua sangat antusias mengikuti seminar karena topik yang dibahas sangat penting yaitu bagaimana membekali anak sejak dini agar menjadi sosok gigih, pekerja keras, dan tidak mudah menyerah. Lebih lanjut beliau berharap bahwa seminar ini akan terus berlanjut sehingga kemampuan orangtua dalam menangani anak juga semakin meningkat. Selain itu beliau juga mengungkapkan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras demi menyukseskan seminar parenting ini.

    Penulis : Syahriyanti


    By SD Kajaolalido on 02 Oktober 2019
    • SD Kajaolalido
    • Kegiatan

    Ada pemandangan yang berbeda dari kostum siswa SD Islam Athirah hari ini. Betapa tidak, siswa yang biasanya memakai seragam sekolah hari ini terlihat kompak memakai batik. Semua siswa kelas 1 sampai 6 tampak mengenakan batik dengan beragam motif dan warna. Selain itu seluruh dewan guru dan karyawan pun tampak mengenakan seragam yang bermotif batik. Khanza, salah seorang murid kelas 1 Ar Rasyid mengaku baru mengetahui kalau hari ini merupakan hari batik nasional. “Hari ini kita disuruh memakai batik oleh ibu guru jadi saya memakai batik dan saya baru tahu hari ini hari batik nasional,”ujarnya.

    Untuk diketahui, sebagaimana dengan keputusan Presiden Nomor 33 Tahun 2009 pada setiap tanggal 2 Oktober telah dinyatakan sebagai Hari Batik Nasional. Sejak ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi oleh UNESCO pada tanggal tersebut, popularitas batik pun semakin meningkat. Wakil Kepala Sekolah Bidang IT dan Sarana, Hadiwijaya, S.KOM, mengatakan bahwa hari ini seluruh warga SD Islam Athirah mengenakan batik sebagai bentuk kecintaan kepada warisan budaya Indonesia. Lebih jauh, beliau mengatakan mengenakan batik pada hari batik nasional sudah rutin dilakukan setiap tahun. “Ini untuk menanamkan kecintaan kita kepada salah satu warisan budaya Indonesia kepada anak-anak sejak dini,”tambahnya.

     

    Penulis                        : Syahriyanti

Agenda 2