• GURU & KARYAWAN TK ISLAM ATHIRAH

  • TK Islam Athirah Bukit Baruga Kembali

    Sukses Gelar Puncak Tema Secara Virtual

  • Musim Hujan di Tengah Pandemi

  • TK Islam Athirah Bukit Baruga Gelar Kelas

    Inspirasi Kolaborasi dengan Orang Tua Anak Didik

  • TK Islam Athirah 2 Peduli Sesama

  • By TK Bukit Baruga on 04 Maret 2021
    • TK Bukit Baruga
    • Berita

    Kegiatan Puncak Tema Profesi TK Islam Athirah Bukit Baruga yang dilaksanakan pada hari kamis, (04/02/2021) menjadi  program yang diselenggarakan setiap pembahasan tema usai.

    Isriani, AM. Keb. selaku pemandu acara menyapa seluruh peserta yang hadir melalui Aplikasi Zoom sebanyak 50 peserta.

    Kegiatan diawali dengan sambutan dari Wakil Direktur Sekolah Islam Athirah wilayah Bukit Baruga Drs. Patris Hasanuddin, M.Pd.

    Sebelum memulai sambutan, pak Patris (sapaan akrabnya) menyapa anak-anak dengan yel-yel khas Athirah untuk membangkitkan semangat anak-anak.

    “Acara kali ini berbeda dan sangat bagus, orang tua ingin anaknya bekerja dengan baik padahal pekerjaan itu berbeda-beda sehingga apapun pekerjaan insya Allah akan berkecukupan dan yakin Allah akan memenuhi kebutuhan kita”.

    Lebih lanjut Wadir Sekolah Islam Athirah wilayah Bukit Baruga ini menyampaikan pesan kepada semua anak. 

    “Gantungkanlah cita-citamu kepada Allah, jika kita bertaqwa kepda Allah akan dimudahkan kehidupan kita dan disejahterakan dimudahkan rezeki-Nya dan senantiasa mendoakan kedua orang tua kita senantiasa di beri kesehatan dan kelak menjadi anak sholih-sholihah. Semoga acara ini menginsipirasi  anak-anak dan rajin belajar” ungkapnya sambil menutup sambutannya.

    Ketika inti dari ini adalah pemutaran video kolaborasi anak dan orang tua menggambarkan profesi orang tua.

    Video pertama dari kelas Al Fattah, anak-anak begitu antusias menyaksikan profesi orang tua yang diperankan oleh anak membuat acara ini semakin menarik, dilanjutkan dengan kelompok Al Kholiq, Al Aziz, Al Mushawwir, Ar Rasyid sampai dengan kelompok Al Lathif.

    Banyak hal menarik yang ditampilkan anak didik TK Islam Athirah Bukit Baruga, mulai dari profesi Dokter, pengusaha, pegawai pajak, IRT, PLN, Guru, Pedagang, Konsultan sampai dengan sebagai supir.

    Program puncak tema ini di persiapkan selama 2 pekan oleh koordinator yakni Rita Subianti, S.Pd., M.Pd bersama seluruh Tim guru.

    Bertindak selaku penanggung jawab ialah Kepala TK Islam Athirah Bukit Baruga Rahmawati, S. Pd. yang membimbing seluruh pihak yang terlibat agar kegiatan berjalan dengan sukses.

    Citizen Reporter : Nurul Khaimah, S. Pd. I.

    By TK Bukit Baruga on 27 Februari 2021
    • TK Bukit Baruga
    • Kegiatan

    Sudah hampir setahun Indonesia mengalami pandemi Covid 19 dan mengharuskan semua masyarakat untuk mengikuti aturan pemerintah yaitu mematuhi protokol kesehatan dengan  memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

    Pandemi ini pun mengharuskan semua karyawan untuk bekerja dari rumah bekerja dari rumah termasuk dunia pendidikan. Tidak ada yang pernah membayangkan bahwa kami yang berprofesi sebagai guru akan mengajar secara virtual. Semua aktivitas yang kami lakukan dikerjakan dari rumah dan dilaporkan secara virtual.

    Aktivitas normal seperti check lock, breafing pagi hingga pembelajaran di dalam kelas harus dilakukan secara virtual. Jika sebelumnya kami harus bergegas untuk berangkat dengan harapan tiba di sekolah sebelum pukul 07.15. Saat ini kami tidak perlu lagi melakukan aktivitas itu. Cukup duduk depan laptop on time di pukul 07.00 dan menunggu link breafing di share di group dan kami bisa bergabung untuk kegiatan breafing pagi.

    Awalnya ini terasa tidak enak, bahkan menyedihkan. Biasanya kami berkumpul di ruangan breafing saling menyapa dan terkadang ada yang membawa buah tangan dari rumah namun keadaan ini harus diterima. Setelah melalui masa-masa itu akhirnya kami pun terbiasa dengan kondisi virtual setiap hari. 

    Saat musim hujan tiba, rasa syukur itu pun tak henti hentinya tercurah. Bagaimana tidak, dengan kondisi seperti ini dimana Kota Makassar yang mulai diguyur hujan dari awal desember 2020 hingga saat ini dengan intensitas tinggi sepanjang hari. 

    Saat sebelum pandemi setiap pagi kami berangkat ke sekolah dengan guyuran hujan lebat dengan kondisi jalan yang licin harus berpacu dengan waktu untuk bisa sampai di sekolah sebelum 07.15.   Begitu pula di jam pulang kantor kami harus menerobos kembali lebatnya hujan agar bisa pulang kembali beristirahat di rumah.

    Beraktivitas di rumah disaat musim hujan kendala seperti terlambat datang ke sekolah pun sudah tidak terjadi lagi. Lagi – lagi semua yang terjadi ini bukan tanpa sebab melainkan atas campur tangan Allah sebagai pemilik sang hidup. “Tidaklah Allah menciptakan kejadian kecuali dengan Hikmahnya”. Dengan keimanan kita meyakini bahwa pandemi ini kehendak Allah Swt dan sudah diukur oleh Allah Swt dan Allah Swt tidak akan membebani umatnya kecuali sesuai dengan kesanggupannya.

    Penulis : Nirwana, S.T.

    By TK Bukit Baruga on 25 Februari 2021
    • TK Bukit Baruga
    • Berita

    TK Islam Athirah Bukit Baruga kembali tampil beda dengan menggelar kelas inspirasi, kali ini melibatkan orang tua anak didik dalam memberikan materi tentang pekerjaan mereka.

    Kegiatan yang digelar secara virtual melalu aplikasi zoom meeting selama 2 hari yakni Rabu dan Kamis (24-25/2/2021) ini dihadiri oleh seluruh peserta didik TK Islam Athirah Bukit Baruga mulai dari jenjang kelompok bermain, kelompok A hingga kelompok B yang berjumlah 47 anak serta didampingi oleh orang tua mereka masing-masing.

    Enam orang tua anak didik yang membawakan materi tentang pekerjaan mereka. Ada yang berprofesi sebagai guru, dokter, seniman, nahkoda dan pengelola minyak bumi. Para orang tua menjelaskan pekerjaan mereka disertai dengan gambar dan video animasi yang menarik perhatian anak didik.

    Tiga orang tua anak didik berprofesi sebagai guru hadir memberikan materi. Ada yang menjelaskan tentang tugas-tugas guru, ada yang mengajak anak didik bernyanyi menggunakan alat musik gitar dan ada yang membawakan sebuah dongeng.

    Dongeng yang dibawakan tentang virus corona dengan face effect yang beragam membuat anak fokus menyimak cerita. Pembawaan ceritanya pun lucu sehingga beberapa kali membuat anak-anak tertawa.

    Selain dongeng, salah satu orang tua yang berprofesi sebagai dokter juga menjelaskan mengenai corona virus dengan menampilkan gambar alat-alat kesehatan yang digunakan oleh dokter dan pasien covid. Ia juga berpesan kepada anak-anak untuk tetap menjaga kesehatan.

    "Jika teman-teman ingin terhindar dari virus corona maka teman-teman harus makan makanan yang bergizi, tetap mengikuti protokol kesehatakan bila harus keluar rumah seperti masker, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan," pesan dr. Ratih ibu dari anak didik TK Islam Athirah Bukit Baruga bernama Ryu.

    "Tapi sebaiknya tetap berada di rumah saja yah teman-teman karena tetap berada di rumah jauh lebih aman, jadi kurangi aktivitas di luar rumah yah" tambahnya.

    Tidak kalah menariknya lagi, seorang orang tua yang berprofesi sebagai kapten kapal juga memberikan gambaran kepada anak-anak mengenai cara nahkoda berlayar ke laut dan alat-alat apa saja yang dibutuhkan nahkoda untuk mengemudikan kapal dengan aman.

    Nahkoda mengemudikan kapal tentunya membutuhkan bahan bakar agar kapalnya bisa berlayar. Nah, salah seorang orang tua yang bekerja di bidang pengelolaan minyak bumi turut memberikan materi mengenai cara mengeluarkan minyak bumi dan gas dari perut bumi.

    Setelah semua materi telah disampaikan, pemandu acara memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk bertanya. Tanpa diduga, anak-anak berlomba-lomba mengajukan pertanyaan kritis mereka.

    "Apa bedanya guru dan dosen?" tanya Faiqah.

    "Apa itu pelampung?" tanya aditnya

    Itulah segelintir pertanyaan yang membuat para orang tua tersenyum bangga melihat anak-anak mereka sangat kritis.

    Saat ditanya mengenai tujuan diadakannya kelas inspirasi ini, kepala TK Islam Athirah Bukit Baruga Rahmawati, S.Pd. mengatakan bahwa kelas inspirasi ini bertujuan untuk menstimulus tumbuhnya cita- cita tanpa batas pada diri anak-anak.

    “Kelas inspirasi menghadirkan narasumber (kali ini dari orangtua anak didik) bertujuan untuk berbagi ilmu, pengalaman, dan cerita tentang pengalaman kerja yang dialami selama ini dan sebagai motivasi bagi anak didik yang dapat  menstimulus tumbuhnya cita- cita tanpa batas pada diri mereka,” jelas Ummi Rahma sapaan akrabnya.

    Citizen Reporter : Sri Rawanti, S.Pd, M.Pd.

    By TK Bukit Baruga on 19 Februari 2021
    • TK Bukit Baruga
    • Berita

    TK Islam Athirah 2 kembali mengadakan kegiatan sosial berbagi berkah di hari Jumat (19 Februari 2021) di Rumah Harapan Indonesia Makassar yang berlokasi di BTP blok 9 M no.2.

    Kegiatan kali ini mengusung tema peduli sesama. Nirwana, S.T. dan l Lilik Sri Handayani, S.Pd. sebagai perwakilan guru dan karyawan TK Islam Athirah 2 menyalurkan bantuan sembako berupa beras, minyak, telur, tepung dan gula. 

    Kedatangan Ummi Nir dan Ummi lilik (sapaan akrab mereka) disambut hangat oleh anak-anak  yang berusia sekitar 1 - 17 tahun dan seorang volunteer.

    Diketahui bahwa volunteer yang bernama Irnawati merupakan seorang aktivis kampus yang secara sukarela mengurus yayasan tersebut.

    Ia bertugas untuk menerima setiap donatur yang datang berkunjung dan memberikan informasi mengenai yayasan.

    Saat ditanya mengenai apa-apa saja yang dibutuhkan oleh anak-anak di masa pandemi ini, Irnawati menjelaskan bahwa mereka sangat membutuhkan donatur dana untuk membeli obat-obatan yang tidak ditanggung oleh asuransi kesehatan dan juga kebutuhan bayi seperti popok dan susu.

    Ummi Lilik mengungkapkan perasaan harunya melihat anak-anak yang menyambut mereka dengan wajah ceria meskipun diketahui bahwa mereka adalah anak-anak yang sedang sakit.

    "Senyuman anak-anak yang menyambut kami membuat saya ingin menitikan air mata. Mereka terlihat tidak sedang sakit" ungkapnya haru.

    Diketahui bahwa, rumah harapan Indonesia adalah yayasan yang dibangun oleh seorang dermawan untuk menampung anak-anak yang sedang dalam masa pengobatan. 

    Total semua anak ada 15 orang. 11 diantaranya sedang rawat jalan dan 4 anak lainnya sedang dirawat inap di beberapa rumah sakit yang ada di Makassar.

    Penyakit mereka pun beragam, ada yang mengidap penyakit leukimia, talasemia, ISK (Infeksi Saluran Kencing) dan katarak sejak dini. Daerah asal anak-anak tersebut juga beragam, ada yang dari sengkang, toraja hingga merauke.

    Dengan kegiatan berbagi kali ini, semoga kita semua termasuk orang-orang yang senantiasa bersyukur atas segala nikmat yang Allah berikan kepada kita terutama nikmat sehat dan jangan lupa untuk peduli dengan sesama sehingga kita bisa berbagi kebahagiaan dengan saudara kita.

    Citizen Reporter : Nirwana, S.T.

Agenda 2