• SMA Athirah Bone: Bertabur Juara pada Masa Pandemi

  • Masa Pandemi: Athirah Bone Tetap Galakkan Literasi

  • Hiruk Pikuk Pekan Perdana Tahun

    Ajaran BDR Sekolah Islam Athirah

  • Athirah Bone Gandeng Ketua APSI dalam Acara Webinar

  • By SMA Boarding School Bone on 27 Juli 2020
    • SMA Boarding School Bone
    • Kegiatan

    Meski dalam masa pendemi, semangat Athirah Bone  dalam mengukir prestasi tetap berkobar. Baru-baru ini, tepatnya 15 Juli 2020, Athirah Bone mendapat pengumuman dari POSI (Pelatihan Olimpiade Sains Indonesia) terkait hasil lomba yang telah diadakan secara online. Pada pengumuman tersebut, SMA Islam Athirah Bone tercatat sebagai peraih medali emas dan perak.

    Hal ini lantaran beberapa waktu sebelumnya, salah satu Pembina OSN SMA Islam Athirah Bone, Rajia, M.Pd., mengikuti lomba yang diadakan POSI tersebut. Lombanya dikemas dalam event try out KSNP. Dalam prosesnya, peserta lomba mendaftar secara daring terlebih dahulu melalui telegram. Setelah itu, peserta  membuat akun lalu bergabung dalam grup lomba bersama yang lainnya senasional. Ada sekitar 254 orang yang bersaing dalam lomba yang berdurasi kurang lebih 2 jam tersebut. Soal yang disajikan berbentuk pilihan benar salah yang semuanya berkategori HOTS.  Setelah hasil lomba diumumkan, pembina biologi SMA Islam Athirah dinyatakan sebagai salah satu peraih medali emas.

    Selain untuk pembina, POSI pun mengadakan lomba untuk siswa dalam waktu yang sama. Seluruh siswa yang akan mengikuti KSNP juga banyak yang tergabung dalam kegiatan tersebut, termasuk salah satu siswa SMA Islam Athirah Bone, Reyhan Eiden. Proses lombanya pun sama dengan lomba yang diikuti pembina. Alhasil, setelah melewati semua proses lomba, Reyhan  mendapatkan medali perak bidang Astronomi.

    Sepekan berikutnya, SMA Islam Athirah Bone kembali mendapatkan medali perak dari POSI. Hal ini lantaran pembina OSN kembali menorehkan prestasi dan kali dari pembimbing ekonomi, Erwin B., S.Pd., Gr.

    Perolehan medali tersebut menunjukkan eksistensi SMA Islam Athirah Bone di bidang OSN. Tak hanya siswa yang menunjukkan prestasi, tapi juga pembinanya. Perolehan medali ini menjadi persipan awal sekaligus sebagai tantangan untuk mempersiapkan diri lebih baik lagi guna menghadapi Kompetisi Sains Nasional pada tingkat provinsi. 

    By SMA Boarding School Bone on 27 Juli 2020
    • SMA Boarding School Bone
    • Kegiatan

    Senin, 27 Juli 2020, Sekolah Islam Athirah Bone mengawali kegiatan dengan membaca secara kolosal atau disebut reading day. Kegiatan tersebut  merupakan salah satu program  yang  dilksanakan sekali sebulan oleh pihak kesiswaan. Namun, menariknya baru kali ini program tersebut dilaksanakan secara virtual melalui aplikasi zoom.

    Tepat pukul 07.30 Wita semua siswa pun sudah bergabung, termasuk guru karyawan Sekolah Islam Athirah Bone.  Hal ini karena tautan pertemuan via zoom telah dibagikan terlebih dahulu. Setelah acara dibuka oleh MC, seluruh  peserta pun dipersilakan untuk membaca.

    Selama kegiatan membaca berlangsung, setiap peserta terpantau melalui tampilan zoom. Mereka terlihat begitu serius dan memaknai setiap lembaran buku yang dibaca. Program yang dipandu oleh Nur Amaliah, siswa kelas XI IPA, ini berlangsung selama 30 menit. Tepat pukul 08.00 Wita, siswa ditunjuk secara acak oleh MC untuk menyampaiakan isi buku yang telah dibaca. Beberapa siswa tampak begitu antusias untuk menyampaikan hasil bacaannya.

    Dari isi buku yang disampaikan, terdengar bawha buku yang dibaca cukup mengedukasi. Hal ini karena sehari sebelumnya para siswa memang telah diimbau  untuk menyiapkan buku bacaan yang berkualitas.

    Karena waktu yang terbatas, seluruh siswa pun diminta untuk menyampaikan hasil bacaannya secara tertulis melalui walas masing-masing. Hal ini disampaikan wakasek kesiswaan, A. Eva Rukmana, S.Pd., Gr., di sela-sela penyampaian hasil bacaan oleh siswa.

     

    “Ananda dimohon untuk melaporkan hasil bacaan ke wali kelas masing-masing dalam bentuk tulisan”, ungkapnya.

     

    Setelah penyampaian hasil bacaan, diadakan foto bersama secara virtual. Seluruh peserta kemudian diminta untuk memperlihatkan buku yang dibaca.  Hal itupun menjadi sesi penutup pada program reading day. Meski berlangsung secara virtual, kegiatan tetap terlaksana dengan lancar. Kelancaran pelaksanaan program tersebut merupakan sebuah kesuksesan bagi Athirah Bone dalam meningkatkan literasi siswa pada masa pandemi ini.

    By SMA Boarding School Bone on 27 Juli 2020
    • SMA Boarding School Bone
    • Kegiatan

                Tahun ajaran baru 2020/2021 telah berjalan selama sepekan di Sekolah Islam Athirah Bone. Berbagai program kegiatan yang telah direncanakan saat rapa kerja secara bertahap mulai dilaksanakan. Seperti biasanya, program yang berkaitan dengan pederta didik baru menjadi perhatian utama. Mulai dari pelantikan beberapa pemangku jabatan, baik dari kalangan peserta didik maupun guru.

                Breafing pagi melalui aplikasi temu virtual yang dilaksanakan pada hari senin, 20 Juli, menjadi agenda perdana pada tahun ajaran baru kali ini. Seluruh guru, karyawan, dan siswa diminta untuk ikut bergabung, termasuk juga siswa baru. Pelantikan beberpa pemangku jabatan menjadi acara krusial dalam pelaksanaan breafing pagi tersebut. Pelantikan pertama melibatkan Mustafa, S. Pd., Yuliana, S. Pd., dan Aldi Renaldi, S. Pd. Mereka bertiga secara resmi dilantik menjadi Majelis Pembina Organisasi pada tingkatan SMA. Berikutnya, nama Arfina Arif, S. Pd., Sapriadi, S. Sy., dan Sukipli HB, S. Pd., dilantik menjadi Majelis Pembina Organisasi pada tingkatan SMP. Keenam pemangku jabatan tersebut secara resmi dilantik oleh Wakil DIrektur Wilayah tiga, Syamsul Bahri, S. Pd. I.

                Pelantikan berikutnya dibacakan oleh Waka bidang Kesiswaan Sekolah Islam Athirah Bone, Andi Eva Rugmana, S. Pd. Pelantikan ini bertujuan untuk melantik dan memperkenalkan siswa yang mendapatkan amanah untuk menjadi Majelis Perwakilan Kelas (MPK) untuk mengawasi dan mengevaluasi kinerja dari Pengurus Osis. Nama Waldi Wardana, siswa kelas XII Al Haadi dan Chiva Az-Zahrawani secara resmi dilantik untuk menjadi Ketua MPK untuk tingkatan SMA dan SMP.

                Pelantikan ke tiga ditujukan untuk pemangku jabatan Osis untuk periode baru. Nama Fatan Reski dan Ahmad Ardiansyah secara resmi diangkat menjadi Ketua Osis untuk tingktan SMA dan SMP. Ikrar sumpah yang dikomandoi oleh Kepala SMA Islam Athirah Bone terdengar cukup sacral saat para pengurus Osis yang telah dilantik mengucapkan sumpah.

    Agenda berikutnya diperuntukkan kepada para siswa baru SMP SMA Islam Athirah Bone. Walaupun masih dalam staus siaga pandemi dan tetap memanfaatkan aplikasi temu virtual, pelaksanaan Pengenalan Lingkungan Sekolah tetap diupayakan untuk berjalan seefktif mungkin. Panitia yang terdiri dari beberapa guru, MPO, dan Pengurus Osis yang baru saja dilantik melaksanakan rangkaian Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) dengan penuh semangat. Tim kemanan yang terdiri dari pengurus Osis menjadi garda terdepan untuk memastikan para peseta PLS tetap aktif di hadapan kamera masing-masing untuk mengikuti rangkaian materi PLS. pelaksanaan PLS berlangsung selama tiga hari, yakni tangal 20-23 Juli 2020. Materi PLS dimulai dengan pengenalan Guru, karyawan, dan Pengurus OSIS dan dilanjutkan dengan beberapa materi yang diefektifkan dalam masa tiga hari tersebut. materi-materi penting seperti Keathirahan, Orientasi Kurikulum, Tata tertp Sekolah dan Asrama, Cara Belajar Efektif, Antibullying, 5R dan 5S, Pembinaan Mental dan Agama, dan juga Orientasi Ekstrakulikuler, menjadi materi yang dipandang cukup perlu menjadi wawasan awal para siswa baru untuk mengenal Sekolah Islam AThirah Bone. Walapun dilaksanakan via aplikasi temu virtual, antusiasme para peserta PLS tetap tinggi. Hal tersebutlah yang membuat para panitia memutuskan untuk tiga peserta PLS terbaik, yakni Muh. Daffa Intanio Mahmud, Fatimah Azzahra, dan Syalinni Deadripa, untuk tingkatan SMA. Sedangkan untuk tingkatan SMP,a. alifa Naila, Andi Muhammad Mundzir, dan Aqila Syamsi. Mereka dipilih sebagai peserta PLS terbaik karena memenuhi indicator keaktifan dalam mengemukakan pendapat dan pertanyaan, kedisiplinan dalam mengikuti aturan PLS, dan penguasaan materi yang baik.

     

    “Banyak hal yang saya dapatkan dari PLS ini. Meskipun PLS kali ini harus dilaksanakan secara daring atau tatap maya,, namun saya rasa hal itu tidak menjadi penghalang. Kita tetap bisa mengenal sekolah lebih dekat layaknya kita ada disana. Selain itu materi materi yang diberikan selama PLS juga sesuai dengan keadaan sekarang dan tentu akan sangat berguna ketika kegiatan BDR atau belajar dari rumah ini dilaksanakan. Dan juga selama PLS ini berlangsung kita bisa mengenal teman se angkatan kita nanti disekolah.” Pendapat dai Alif Ahmad Fauzan, siswa kelas X AL Fattah

     

    “Assalamualaikum wr.wb. Saya Mahamalyka Nadia Tenripali Mujaddida ingin menyampaikan testimoni saya tentang kegiatan PLS Sekolah Athirah Bone. Jadi, PLS tahun ini adalah PLS pertama saya dengan metode daring dan juga mungkin untuk semua siswa baru. Dimana kami siswa baru tidak bisa bertemu langsung untuk saling mengenal dan berinteraksi satu sama lain. Dan hal ini tentu terasa berbeda dibanding jika PLS dilakukan dengan metode seperti biasanya, tetapi kakak-kakak panitia mampu membangun suasana dan mengarahkan agar PLS ini dapat berjalan dengan lancar, serta guru-guru yang mampu menyampaikan materi dengan sangat baik dan jelas sehingga saya selaku siswa baru dapat menambah ilmu juga lebih mengenal tentang lingkungan Athirah Bone.” Ungkap Mahamalyka Nadia Tenripali Mujaddida

    Setelah rangkaian PLS selesai, pada hari Kamis, 24 Juli 2020, mereka sudah memasuki pertemuan perdana dengan para guru untuk memulai pembelajaran. Tentunya masih berstaus Belajar dari Rumah (BDR). Pada pertmuan perdana tersebut, para guru lebih berfokus untuk membahas sesi perkenalan dan kontrak belajar antara siswa dengan guru. Beberapa siswa mengagaku tak sabar ingin segera berhenti belajar dengan suasana pandemic saat ini dan ingin segera bersekolah dengan gaya normal kembali karena sudah sangat penasaran dengan sekolah baru mereka, Sekolah Isla Athirah Bone.

                Selain program sekolah, beberapa program asrama pun sudah mulai dijalankan. Pengontrolan salat tahajjud, tadarrus, dan tahfidz diupayakan berjalan seperti saat kondisi normal. Namun, program tadarrus dianggap sebagai program yang paling berkesan bagi para siswa dan orang tua, terutama siswa baru. Pelaksanaan tadarrus setelah salat magrib dilakukan oleh siswa dan didampingi langsung oleh kedua orang tua mereka. Kedekatan antara orang tua dan anaknya menjadi salah satu poin positif yang ditimbulkan oleh masa pandemic kali ini. Hal ersebutlah yang mendasari para pengajar Al Quran di Sekolah Islam Athirah untuk menerapkan inovasi tersebut.

    “Alhamdulillah dgn mengaji bersama kami merasa lebih dekat tenang dan dekat dgn anak, sekaligus kami sama sama belajar dg ilmu yg ustadz ajarkan selama beberapa hari ini, syukron ustadz.” Pendapat dari salah satu orang tua dari Syaakilah Nurul Aulia kelas VII Ar-Rahim

    By SMA Boarding School Bone on 18 Juli 2020
    • SMA Boarding School Bone
    • Kegiatan

    Athirah Bone baru saja mengadakan webinar bersama seluruh siswa dan orang tua  dengan tajuk “Bijak menggunakan gadget selama BDR”.  Pada kegiatan webinar tersebut, Athirah Bone menghadirkan ketua APSI (Asosiasi Psikolog Sekolah Indonesia) Wilayah Sulsel, Rukiana Novianti Putri, M.Psi, sebagai pemateri. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai salah satu bentuk persiapan memasuki tahun ajaran baru 2020/2021, di samping sebagai bentuk tindak lanjut atas permasalahan yang dihadapi orang tua selama siswa  BDR, penggunaan gadget oleh siswa yang sulit terkendali.

    Webinar yang dipandu oleh salah satu alumni SMA Islam Athirah Bone, Nurasmah Wasyifah, S.Psi., itu berlangsung selama dua jam. Seluruh siswa dan orang tuanya bergabung dalam kegiatan tersebut melalui aplikasi zoom.  Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Alquran lalu pembacaan doa oleh siswa Athirah Bone. Setelah itu, Wadir Sekolah Islam Athirah Wilayah 3, Syamsul Bahri,  memberikan opend mind baru kemudian masuk pada acara inti. Ibu Rukiana,  selaku pemateri mengupas dengan jelas dan kompleks terkait tema yang dibahas. Semua peserta mengikuti dengan antusias. Pada sesi akahir, tanya jawab, peserta juga aktif mengajukan pertanyaan. Pemateri pun sangat tanggap dalam menjawab pertanyaan peserta. Alhasil acara webinar berlangsung dengan lancar.

    Setelah webinar berakhir, orang tua serta-merta mengirimkan testimoninya ke grup whatsaap  sekolah. Mereka merasa puas dan menyampaikan bahwa materinya sangat bermanfaat. Hal ini tentu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi pihak sekolah.

    Selain melalui aplikasi zoom, kegiatan webinar yang dilksanakan juga ditayangkan di kanal Youtube Sekolah Islam Athirah Bone. Hal ini agar materi bisa diakses kapan pun oleh semua pihak dengan lebih leluasa.

    Webinar yang telah dilaksanakan tersebut juga merupakan salah satu rangkaian dari acara Welcoming Day  Sekolah Islam Athirah Bone yang akan digelar esok hari, Ahad, 19 Juli 2020. Acara tersebut merupakan penyambutan bagi siswa baru SMP-SMA Sekolah Islam Athirah Bone angkatan X.

Agenda 2