• Mengikuti Kebijakan Learn From Home yang Ditetapkan Pemerintah, Begini Proses

    Belajar Mengajar (PBM) Online yang Diterapkan Sekolah Islam Athirah Bone

  • ANTISIPASI VIRUS CORONA,SISWA SEKOLAH ISLAM

    ATHIRAH BONE DILIBURKAN 16-28 MARET

  • Raih Prestasi Bertubi-Tubi: Athirah Bone Luar Biasa

  • Ikrar Pakta Integritas siswa mengawali PTS Athirah Bone

  • By SMA Boarding School Bone on 02 April 2020
    • SMA Boarding School Bone
    • Berita

    Sebagian besar pemerintah di seluruh dunia telah menutup sementara lembaga pendidikan dalam upaya untuk menahan penyebaran pandemi COVID-19. Penutupan ini merupakan tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pemerintah harus memastikan kesinambungan pembelajaran antara guru, siswa, dan orang tua. Kebijakan dengan meniadakan seluruh aktivitas pendidikan ini, membuat pemerintah dan lembaga terkait harus menghadirkan alternatif sebagai proses belajar mengajar secara online. 

    Sekolah Islam Athirah Bone telah menerapkan kebijakan kegiatan belajar mengajar dari jarak jauh dengan memanfaatkan aplikasi pembelajaran online yang ada seperti google classroom, zoom, telegram dan whatsapp. Siswa dituntut untuk banyak belajar mandiri didampingi oleh orang tua, dan mereka juga tidak dibebani dengan menuntaskan kurikulum yang ada sebelumnya, melainkan lebih banyak diedukasi tentang bagaimana menyikapi hidup di tengah wabah virus COVID-19.  Absensi sebelum PBM dan kontrol pengumpulan tugas, serta diskusi di grup whatsapp atau google classroom dapat menjadi solusi agar PBM online tidak pasif.

    Selama work from home (WFH) dan Learn from home (LFH), guru dan siswa Sekolah Islam Athirah Bone melakukan proses pembelajaran layaknya di sekolah. Pembelajaran berlangsung secara aktif, sesuai dengan jadwal masing-masing. Mulai dari subuh, pembina asrama mengecek atau membangunkan seluruh siswa dan tetap mengotrol kegiatan subuh, serta sholat tahajjud masing-masing siswa sebagaimana yang biasa dilakukan di sekolah. Kemudian pada pukul 06.00 wita, siswa melakukan pembelajaran tahfidz berupa setoran hafalan ke guru tahfidz masing-masing melalui video call. PBM tahfidz ini berlangsung hingga pukul 06.45 wita. Setelah itu siswa berberes beres dan melakukan perwalian pada pukul 07.45 wita dengan wali kelas masing-masing sekaligus pengontrolan siswa yang tidak aktif, tidak hadir, sakit, atau memiliki masalah pada hari itu. Perwalian ini dilakukan dengan menggunakan aplikasi zoom untuk memantau siswa secara bersamaan.

    Demi memudahkan aktivitas PBM online, Athirah Bone mengadakan pengurangan jadwal mata pelajaran. PBM normal biasanya dilakukan dari pukul 08.00-15.00 wita, namun dikurangi menjadi pukul 08.00-11.40 wita. PBM regular ini dilaksanakan dengan menggunakan aplikasi whatsapp group, telegram, ataupun google classroom.

    Untuk meringankan beban siswa selama PBM online ini berlangsung, Athirah tidak fokus untuk menuntaskan kurikulum yang ada tetapi lebih menekankan pada kacakapan hidup siswa, dan bagaimana agar siswa paham tentang apa itu virus COVID-19, bagaimana cara penyebarannya dan bagaimana cara pencegahannya. Oleh karena itu, tugas yang diberikan kepada siswa  memiliki integrasi yang dapat menambah pengetahuan siswa tentang virus COVID-19. Seperti, pada kelas prakarya membahas tentang tanaman-tanaman herbal untuk meningkatkan imun dalam melawan virus COVID-19, kelas matematika materi statistika menghitung perkembangan warga yang positif virus COVID-19 dan yang meninggal akibat COVID-19, kelas PKN tentang kebijakan-kebijakan pemerintah yang diterapkan selama virus COVID-19 mewabah.

    Bagi siswa yang tidak aktif ataupun terlambat, langsung dikonfirmasi oleh wali kelas dibantu oleh guru BK. Guru BK tetap melakukan kontrol aktivitas keseharian dan karakter siswa selama di rumah. Kemudian, untuk siswa yang memiliki laporan tidak hadir, terlambat, atau tidak mengumpulkan tugas dari guru mata pelajaran tetap diberikan perlakuan sebagaimana yang sering dilakukan di sekolah. Guru BK tetap melakukan pemantauan dan penguatan agar siswa tidak ada yang tidak mengikuti pembelajaran. Namun tetap diberikan keringanan bagi siswa yang mengalami kesulitan seperti, tidak memiliki akses internet dan teknologi.

    Selama PBM online ini berlangsung, ada banyak kendala yang dihadapi guru dan siswa, salah satunya bagi mereka yang tinggal di daerah pedesaan yang tidak mudah untuk memiliki akses internet.

    “Ada guru yang harus ke gunung di tengah teriknya matahari demi mendapatkan akses internet, ada juga beberapa siswa yang terkendala dengan akses internet sehingga sulit untuk mengikuti proses belajar mengajar online. Ini mungkin menjadi salah satu kendala bagi Athirah wilayah Bone selama pelaksanaan PBM online ini. Selain itu juga ada siswa yang tidak memiliki hp krn siswa kebanyakan jalur beasiswa, jadi ada beberapa siswa yang menggunakan handphone kakaknya atau bahkan pinjam handphone tetangganya.” tutur andi Reski Citra Rahmayani, S.Pd selaku wakasek kurikulum dan SDM SMA.

    Selain sulitnya mendapatkan akses internet dan tidak mempunyai perangkat yang mendukung, biaya pulsa internet yang membengkak juga menjadi salah satu yang dikeluhkan oleh beberapa siswa. Beruntungnya pemerintah memberikan dana bos ke sekolah sehingga bantuan tersebut kami gunakan untuk membantu siswa yang kesusahan secara finansial. Siswa tersebut telah didata oleh wali kelas masing-masing dan voucher internet akan kami kirimkan sesuai dengan kartu yang digunakan oleh siswa yang membutuhkan.

    Adapun nilai positif yang dapat dirasakan selama PBM jarak jauh ini berlangsung adalah meskipun di rumah tetapi siswa tetap memiliki kegiatan positif dan itu benar-benar terkontrol sehingga siswa tidak keluar rumah. Selain itu juga, siswa menjadi melek teknologi seperti yang diutarakan oleh Erwin B, S.Pd selaku wakasek kurikulum & SDM SMP

    Positifnya anak-anak akan lebih paham dengan teknologi dan mempunyai lebih banyak waktu berkumpul dengan keluarga serta dapat membangun hubungan emosional antara orangtua dan anak. Harapannya, walaupun Learn From Home siswa tetap mendapatkan layanan secara maksimal

    Banyak pula orang tua yang mengirimkan testimoni positifnya, karena melihat secara langsung pembelajaran yang diberikan kepada siswa.

    “Selama belajar di rumah, ini sekaligus menjadi evaluasi bagi orang tua terkait dengan pembelajaran yang selama ini berlangsung di sekolah. Dan Alhamdulillah rata-rata orang tua memberikan pendapat atau komentar yang positif terkait dengan pengawalan dan pendampingan yang dilakukan ke siswa selama berada di rumah melalui aktivitas–aktivitas yang telah dijadwalkan.” Reski Citra Rahmayani, S.Pd selaku wakasek kurikulum dan SDM SMA.

    Pandemi COVID-19 ini memang sebuah ujian yang berat bagi seluruh bangsa, semoga kita semua dapat mengambil hikmah dengan terus berupaya serta berikhtiar mencari solusi pada setiap masalah yang ada.

    By SMA Boarding School Bone on 16 Maret 2020
    • SMA Boarding School Bone
    • Kegiatan

                Penyebaran virus corona Covid19 semakin mengkhawatirkan. Pemerintah Kota Makassar meliburkan sementara aktivitas belajar mengajar siswa SD, SMP, sampai SMA hingga 2 pekan ke depan. Hal ini untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona di Kota Makassar.

    Menanggapi kebijakan tersebut, Senin (16/3) pagi Sekolah Islam Athirah Wilayah Bone mengadakan seminar tentang virus Corona di Masjid. Sekolah Islam Athirah Bone juga meliburkan siswanya selama dua pekan dimulai dari tanggal 16 sampai 28 Maret 2020. Hal ini disampaikan oleh ibu A. Eva Rukmana Thandra, S.Pd selaku Wakasek bidang kesiswaan, keagamaan dan humas:

    By SMA Boarding School Bone on 01 Oktober 2019
    • SMA Boarding School Bone
    • Kegiatan

    Prestasi, merupakan hal yang sangat membanggakan. Bukan hanya bagi siswa yang meraih prestasi tersebut, juga bagi para orangtua, guru, terlebih lagi sekolah yang telah sukses mendidik mereka hingga berhasil meraih capaian tertinggi. Athirah Bone, kali ini lagi-lagi melenggangkan diri dalam perlombaan kancah provinsi dan nasional di ajang yang cukup bergengsi. Istimewahnya lagi, juara yang diraih bukan hanya di bidang akademik, tapi juga di bidang nonakademik.

    Diawali dengan partisipasi Athirah Bone dalam ajang Kuis Ki Hajar tingkat provinsi Sulawesi Selatan 2019 yang kemudian mampu membuahkan hasil luar biasa. Bagaimana tidak, Athirah Bone berhasil menyapu bersih posisi pertama, kedua, dan ketiga dalam kompetisi tersebut. Lomba yang diadakan di Makassar ini sukses menjadi pijakan bagi siswa Athirah Bone untuk melaju ke tingkat nasional.

    By SMA Boarding School Bone on 30 September 2019
    • SMA Boarding School Bone
    • Kegiatan

    Senin, 16 September 2019 menjadi salah satu hari yang bersejarah di Sekolah Islam Athirah Bone. Hal ini lantaran siswa mulai mengikuti PTS (Penilaian Tengah Semester). PTS yang digelar pada tahun ini, sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

    Sebelum memasuki ruangan ujian, sekitar 10 menit, semua siswa dikumpulkan di halaman sekolah. Mereka berbaris rapi sesuai kelas masing-masing. Kepala sekolah pun berada di depan dan menghadap ke siswa disertai oleh guru karyawan yang berjejer di samping kiri kanannya. Pada saat itu, siswa membaca ikrar mengikrarkan pakta integritas secara bersama. Kepala sekolah membaca penggalan demi penggalan Pakta integritas lalu diikuti siswa dengan penuh semangat, integritas, dan tekad yang bulat. Di akhir, mereka diminta berdoa agar PTS yang akan diikuti berjalan dengan baik dan mereka bisa mendapatkan hasil yang baik. Guru karyawan pun turut memanjatkan doa terbaik untuk siswa. Sejenak rasa haru mewarnai kegiatan tersebut

Agenda 2